hey kamu, aku rindu

Banda aceh 21 november 2015

Ada hal istimewa terjadi hari ini? Entah lah. Mungkin saja ada tapi karena mood sedang tidak baik maka hari ini terasa biasa saja. Walau demikian alhamdulillah ya allah.

Satu hal yang pasti aku tau malam ini adalah aku rindu. Rindu dengan kakak terbaik, teman terbaik, maya.

May, aku kangen.

Hmmmmm. Maya, qe paling tau. Dari kecil aku jarang ditinggal sendirian. Walau mamak sering sakit, kadang kadang tidur lama atau masuk rumah sakit, pasti akan ada yang selalu kawanin aku. Entah itu paman, acut, ayah, atau abang aku. Tempat aku paling sempurna bisa merengek.

Begitu aku besar, aku ketemu kalian. Qe, fikri, uja dan semua anak barak yang membuat hidup aku ngak pernah sepi.

Saat kuliah aku punya qe, nanda, haura dan akin. Yes. Alhamdulillah. Hidup aku ngak pernah benar benar sendirian

Tapi saat semua mulai selesai, kuliah kita selesai, qe juga pergi dan berhenti menemani aku. Disitu aku baru tau, apa itu sepi. Sepi yang masuk hingga ke tulang. Ngilu. sepi maaaaaay! Sempurna sepi.

Qe tau? Karena menghindari sepi, aku jaga klinik mirip l300. Dari satu klinik ke klinik lainnya. Tapi sepi di dalam hati tetap sepi. Segaduh apapun dunia diluar sana, kalau di hati kita sepi, tetap aja sepi may. Ngak ada qe, ngak ada nanda, haura, akin dan kebersamaan kita.

Sekarang, kalau qe ada, pasti kita lagi duduk cantik di depan tv sambil nonton atau sekedar tidur malas di kamar sambil kepoin orang. Ah, candy crash may. Masih ingat? Saat ada waktu luang, kita sering adu adu level. Padshal permainannya asik gitu gitu aja, tapi kita selalu punya banyak cara menikmatinya.

“mainin punya aku mut, udah 3 hari ngak naik naik level”, kata qe.

Sekarang? Aku bahkan ngak punya selera main lagi setelah qe ngak ada. Ngak ada sisi menariknya permainan itu tanpa qe.

Mayaaaaaaaaaa! Aku kangen, kangen, kangen kali sama qe. Disini sepi may.

Baik baik disana yaaa.

Sekarang juga waktu makan malam kita. Waktu kita ngaduk ngaduk dapur untuk menghabiskan makanan biar ngak ada yang bersisa. Qe paling kesal kalau ada makanan bersisa di meja. “sayang buang buang makanan”.

May, aku mau mandi bentar lagi. Hihihihi, jam 20.00. Kalau ada qe, pasti ada yang repetin. Jangan mandi malam malam mut. Sekarang? Hihihihihihi. Aku bebas may, bebas melakukan apapun yang aku mau dalam sepi yang menyanyat hati.

Youp! And you know may. Motor aku akhirnya berganti ban. Setelah 7 tahun di pakai. Semoga ngak sering bergoyang lagi ya. Kemaren pas siang bolong, aku lapar dan ngantuk,,eh malah bannya bocor lagi. Aku sediiiiih! Sendirian pula, ngak ada kawan berantam. biasanya kan, selalu ada qe. Tapi akhirnya setelah proses panjang, ban siap di tambal dan tekat aku bulat. Segera harus ganti ban!! Akhirnya.

Dan akhirnya juga, motor aku kena air setelah sekian lama. Ternyata warnanya donker n hitam ya may. Hahahahahaha. Aku pikir cream campur biru laut sangking kusamnya.

Eh eh eh. Tadi rapat instership lah. Kalau qe ada pasti kita lagi intership. Yes, mungkin qe akan disigli dan aku disini. Tapi kita tetap kita. Kalau ketemu pasti gaduh, kalau jauh pasti rindu.

 

May, aq mau mandi dulu ya. Biar ngak semakin galau gara gara kangen sama qe.

 

Doa aku selalu ada untuk qe may, insyaallah terbaik. Tunggu aku ya, ditempat terbaik. Ada banyak hal yang mau aku ceritain. May, I miss u, so much!

PhotoGrid_1448287792591

Advertisements

berdebar

“Kopi ” minuman hitam dengan sejuta sensasi. Mulai dari rasa hingga gengsi. Tapi bagiku kopi adalah “teman” saat butuh inspirasi dan energi lebih untuk tetap terjaga di malam hari. Entah itu karena lusa akan ujian atau butuh terjaga saja misalnya sedang jaga malam.

Rasa kopi juga lumayan. Pahit dan gemana gitu. Efeknya juga luar biasa membuat mata terbelalak hingga tengah malam. Mantap di jadikan teman belajar memghadapi ujian.

Jadi, rencananya besok kami mau ulangan fisika. Aku santai saja belajar ditemani segelas cappucino hangat di meja. Sudah biasa. Kalau pun “on” paling betah hingga jam 12 malam. Selebihnya efek kopi akan hilang sendiri.

Maya tiba tiba masuk kamar.

“minum apa mut?”

“capucino may”, jawab ku.

“asik, mau begadang mut?” tanya nya.

“ngak may, paling bertahan satu jam dari batas teng kita tidur may”, jawabku.

“ih, mau lah dikit mut”, kata maya lagi. Maya jaraaaaaang sekali minum kopi. Dalam daftat belanja mingguannya kata kata kopi tidak pernah ada. Minuman maya cuma tiga kalau bukan air putih, teh atau susu milo. Dia hapal mana yang buatan indonesia dan mana yang buatan malaysia sangking seringnya minum susu milo.

“yaudah may, minum aja”. Jawabku.

Maya menyerumput kopi dari gelas ku. Dengan gaya khasnya. mungkin karena sering minum teh dan susu hangat, gaya menyerumput nya sangat khas.

“dikit kali kok may?” tanyaku. Karena hanya 1/4 gelas yang hilang.

“ngak apa mut”, jawabnya.

Dan kami kembali ke aktifitas masing masing.

Jam 12 teng aku mulai mengantuk.

“may, aku tidur duluan ya”, jawabku.

“iya mut, aku juga”.

Dan kami sama sama tertidur. Lampu sudah mati, suara berisik anak barak pun mulai hilang. Hari telah benar benar malam.

Aku semakin masuk ke dalam alam mimpi. Tapi sepertinya ada yang terus mengeliat di atas sana.

“kenapa may? Kok bolak balik terus dari tadi?” tanyaku.

“ngak ngantuk mut”, jawabnya

“hahahaha. Efek kopi tu may”.

“iya mut. Habis tu kan, berdebar debar lagi”. Katanya.

“sayang kali qe. Besok jangan minum lagi. Tidur terus, besok ulangan kita”, kataku.

“iya, ini aku paksa tidur aja. Besok besok aku ngak mau minum kopi lagi”, jawabnya,

“iya may”

Kami kembali tidur. Hari itu dan seterusnya sesuai kata katanya, maya tidak pernah lagi menyentuh kopi yang punya seribu sensasi itu. “berdebar aku mut”.

Dan malam ini, aku juga tidak bisa tidur dan berdebar tidak karuan. Sungguh ini sangat menyiksa. Setelah aku ingat ingat “oh ya, tadi sebelum pergi jaga malam aku minum segelas capucino dingin”. Ah, begini rasanya berdebar dan mata melotot karena kopi ya may?

Igd meraxa, 6 juli 2015. Ramadhan ke 19.

serupa tapi tak sama

Pernah baca cerita ku tentang rindu? (kalau belum cari saja di kolom searching). Nah, seperti yang pernah aku cerita kan disana, saat kecil aku punya panutan luar biasa. Abangku. Namun, pertumbuhan membuatku harus benar benar menyadari bahwa aku dan dia berbeda. Dia anak laki laki dan aku anak dara dirumah. Akhirnya aku mengalah, mencari jalan hidup sendiri. Hahahaha. Begitulah kira kira.

Hingga akhirnya Allah mempertemukan ku dengan dia. Dia yang perlahan menjadi panutan ku sama seperti sosok abangku sendiri. Dan seperti apa yang aku lakukan terhadap abang ketika kecil, saat pertama berjumpa dengannya aku juga mengekor kemanapun dia pergi. alhamdulillahnya adalah, dia wanita bukan laki laki. dia adalah si mata ramah. Maya.

Seperti yang pernah aku ceritakan. Bahwa dia teman pertama yang begitu memesona. Aku ekori dari hari pertama hingga kapan pun aku bisa.

Dan sekali lagi soal selera? Dia luar biasa. Ketika kecil, waktu membeli baju aku sering mengekor abang, maka sekarang aku mengekor maya. Selalu butuh sarannya.

Dan maya? Gampang saja. “ini manis mut, ini ngak buat gendut, ini keren, ini enak di pakai dll”. Hasilnya? Aku sering membeli baju yang sama dengan maya.

Bedanya kalau maya warna cream aku warna merah, maya pink maka aku biru, atau jika maya merah maka aku pink. Bisa juga beda model, maya baju batik potongan se paha maka aku selutut. Barang lain juga sama seperti sepatu, tas, sendal. Ukuran saja yang berbeda. Karena yang satu imut imut dan yang satu amit amit. Hahahaha. Jika pergi bersama, biasanya kami akan membeli sebuah barang yang sama.

“ngak apa kan may sama dengan qe?” tanya ku.

“aku ngak masalah mut”, jawabnya,

Dan maya konsisten dengan kata kata “aku ngak masalah”.

Jadi kami sering sehati. Begitu selesai siap siap, eh warna baju sama dan eh baju nya sama.

“ganti baju may yok?”kataku.

“alah ngak apa e mut”, jawabnya.

Aku sih yes saja jika sudah begitu. Sepanjang jalan kami seperti kembar tak serupa.

Hingga suatu hari saat jaga di penyakit dalam, waktu itu maya jaga malam dan aku tidak. Tapi apa daya, begitu sampai ke rumah sakit, ternyata baju kami sama. Beda model saja. Maya baju dan rok sedangkan aku baju gamis, tapi kain kami dengan warna dan motif yang sama.

Dan sekali lagi maya bilang “ngak apa mut”

Setiap ada yang tanya aku selalu jawab “kami sehati”.

Hingaa akhirnya dokter ppds penyakit dalam angkat suara, bang indra namanya. “mut, kok sama bajunya sama si maya, ada acara apa?”

Aku iseng saja jawab “ada acara nasyid bang”.

“oh”, jawabnya.

Waktu berselang. Dan si abang ketemu maya, “may, ikut nasyid dimana? Ada menang kalian?”

“nasyid? Siapa ikut nasyid bang?”

“si mutia bilang kalian ikut nasyid, makanya bajunya sama”, jawab si abang polos.

“abang di isengin sama mutia. Kami ngak ikut nasyid. Kami sehati makanya bajunya sama”. Jawab maya.

“oh si mutia. Itulah dalam satu pasti ada yang aneh”, sambung bang indra.

Aku disudut ruangan menyimak percakapan itu dan cuma bisa tetawa bahagia. Hahahaha. “Kami sehati bang dan kami kembar tak serupa”.

Dialah kakak! Kakak yang selalu aku ekori. Hey, aku rindu. Rindu sekali. Sekarang banyak hal yang terasa hampa disini. Apalagi saat kepasar, aku sering linglung sendiri. Banda aceh 21 agustus 2015.
CYMERA_20150821_145928

CYMERA_20150821_145954

CYMERA_20150821_150239
Kotak pensil, ukiran inai, bahkan baju wisuda kami sama. Serupa tapi tak sama.

jangan bohongi aku

Seperti banyak cerita yang sudah aku tulis mengenai kita. Kali ini juga sama. Tentang kita.

Tentang hidup yang kita habiskam bersama. Bagi ku, dia tidak hanya seorang teman dan kakak, tapi dia adalah guru. Apalagi soal urusan dapur.

Misalnya saat kita mencuci piring. Dia selalu mengingatkan “cuci gelas dulu mut, biar ngak berminyak minyak”, katanya. Dan yes, kalau kita mencuci piring atau alat lain yang berminyak, sabut cuci piring otomatis menjadi berminyak juga dan gelas yang tidak seberapa kotor itu juga ikut ikutan kotor. Makanya selalu, pada bagian awal mencuci piring dia akan mengumpulkan gelas gelas da menghabiskan mencuci bagian itu dulu.

Atau saat memasak nasi. Aku sejak dulu bisa memasak nasi. Tapi ya itu, tergantung hati. Kadang keras, kadang lembek dan kadang kadang pas. Hingga akhirnya dia bilang “masak nasi mut, airnya pas sebuku buku jari telunjuk. Mau sebanyak apapun qe masak, kalau air nya lebih segitu, insyaallah ngak akan lembek atau keras”. Hmmmm. May, pingin aku cubit cubit pipinya. Hahahaha. Karena alhamdulillah sepanjang sepak terjang memasak nasi selanjutnya, beras beras itu jarang bermasalah setelah menjadi nasi.

Begitulah dia. Bakat memasak dan mengurus dapur sepertinya memang turun secara alami. Mengalir di setiap darah dan detakan jantungnya. Sedikit aneh, dia langsung tau. Hahahaha.

Jadi waktu itu kami kepasar. “may, beli cumi cumi ya”. Kataku.

“boleh mut. Tapi bisa masak kan?” katanya.

“aku pernah lihat mamak aku masak may”.

“oke”.

Sampai di rumah, kami langsung membersihkan cumi cumi tadi. Aku sering membersihkan bagian ini dirumah. Jadi mudah saja. Masalahnya justru ketika memasak.

“apa bumbunya mut?” tanya maya.

“mamak aku kalau ngak salah tarok bawang putih, bawang merah, cabe ijo, tomat dan jahe may”, jawab ku.

“jahe? Jangan pakek lah mut, bau dia”, sahut maya. “jangan tarok ya”, katanya lagi sambil memotong motong bumbu tadi.

“oke may”.

Setelah memotong bumbu tadi, maya berlanjut membuat sayur. Sisa memasak cumi cumi tadi adalah tugas ku.

Aku tumis semua bahan tadi dan iseng saja, aku tambah sedikit jahe. Sedikit sekali. Cuma 3 potong dengan ukuran 0,5 cm. “pasti maya ngak akan tau”, pikirku dalam hati.

Tengah siang kami selesai masak. Dan saat paling ditunggu datang. Makan bersama. Aku selalu suka momen ini, asik saja. Apalagi kalau makannya sampe butuh nasi tambah. Bertanda apa? Bertanda makanan hari itu enak. Hahahahaha.

Jadi, makanlah kami bersama dengan menu cumi tumis dan sayur kangkung. Disuapan pertama tidak ada komentar, yang ke dua juga. Tapi di suapa ke tiga….

“mut, qe tarok jahe ya?” tanya nya.

Aku terkejut. “ngak may”, jawab ku.

“jangan bohongin aku mut”, kata maya. Ah maya, selalu!

Hahahahahahaahah, “jangan bohongi aku”, geli sekali. “iyes may, tapi cuma dikit”, jawab ku.

“iya, tapi terasa mut. Bau lagi”, katanya.

Hahahaaha, indra pengecapnya punya berapa saraf lebih banyak dari aku ya?hmmmmm

“tapi yaudahlah. Besok besok jangan tarok lagi mut”, katanya.

“oke may”, jawabku malu.

Dan sejak saat itu aku berhenti. Berhenti mengusili maya di dapur. Bakat alaminya akan sangat mampu mengalahkan keusilan ku. Sedikit aneh dia langsung tau. Apa coba, jahe yang seupil di camputr minyak, sedikit air dan bumbu tadi. Perbandingannya jauh sekali. Tapi masih terasa dilidahnya. Huft. Luar biasaaaaaaaaaa! Selalu takjub dengan nya.

Hey teladan ku, di ramadhan kali ini, aku sangat merindukan mu. Kuta baro, 30 juni 2015. Ramadhan ke 14.

senam pokarena

Yang tidak terlupakan part II.

“Poco-poco…..”. Lantunan lagu poco-poco mengiringi kami sepanjang siang itu. Sedang apa kami? Latihan vokal? Tidak. Karaoke? Jauh. Nonton? Bukan. Tepatnya kami sedang latihan senam selama pelajaran olahraga buk icha.

Kali ini buk icha mengharapkan kami bisa menghafal gerakan senam terbaru. Dulu ketika kelas satu kami diajarkan senam jantung sehat (SJK 2004). Dan dikelas dua ini kami diajarkan senam ini, senam pokarena namanya. Senam ini diiringi musik poco poco tadi. Sebenarnya bukan murni lagu poco-poco tapi ada campuran lagu dangdut. Kalau didengar sih lucu tapi kalau di pelajari, senam ini menurut ku sedikit rumit.

“Ayo semangat semua”, seru buk icha di tengah aula. “Belajar yang serius, ini akan saya jadikan ujian bulanan”, sambungnya.

Kami semua terbakar. Senam seperti kesetanan. Sesekali salah, sesekali lupa.

“oke, cukup untuk hari ini. Rahmat, jangan lupa ajarkan teman-teman ya. Minggu depan ibu ambil nilai”, kata buk icha lagi. Rahmat alias FM adalah anak kesayangan beliau. Dialah laki-laki yang memenuhi kriteria buk icha. Larinya cepat dan gerakannya juga mantap.

“besok, sakit-sakit ini badan kita”, kata nita saat berganti baju olahraga.

“hahahahahaha, ini lebih rumit ”, jawab uci.

“iya ta, tapi mau gemana lagi”, kata ku. Semua tau tidak ada tawar menawar soal yang satu ini. Sesuatu yang takkan terlupakan. Hingga nanti dan sampai nanti. Senam buk icha. Hal paling lumrah setelah lari keliling mosa.

Xxxxxxx

“anak barak, nanti sore kita latihan senam buk icha ya selesai prosus”, ika teman ku yang di kamar 7 berteriak ditengah barak.

“hahahahahah”. Aku yang sedang berada dikamar hanya tertawa di dalam hati. Urusan buk icha memang bukan urusan sederhana. Butuh usaha extra dan siapa berusaha dia pasti bisa.

Maka tepat setelah prosus dan salat ashar semua berkumpul didepan barak. Tanpa bantah. Tanpa melawan. Semua belajar serius dengan ika mawarni sebagai instruktur pilihan buk icha.

Xxxxxxxxx

“anak kamar 8, kata rahmat, anak IPA 3 selesai makan malam kumpul di depan ruang makan ya, kita latihan senam buk icha”, kata nita dari balik pintu.

“lagi ta? “tanya maya.

“iya may, biar gerakan kita sama dengan orang ne. Gak ada yang beda”, Nita menyakinkan.

“huft”. Kami serentak huft. Hanya uja yang bersemangat mengenai urusan ini.

Sebenarnya kami sering melakukan senam. Setiap selasa dan kamis pagi setelah salat subuh kami selalu senam. Tapi, hanya senam SKJ 2004 dengan gerakan sederhana. Tapi ini gerakannya sulit. Hmm, baiklah. Sekali Tidak ada yang tidak bisa jika diusahakan.

Maka setelah makan. Lagi dan lagi kami bergoyang-goyang ditengah malam. Mengikuti rahmat. Dan kelas lain ternyata juga latihan. Penuh disetiap sudut yang ada. Ruang makan, depan rumah bapak asrama, di lapangan tenis. Penuh dan ruah oleh lagi poco-poco dan dangdut. Kami berlatih sepanjang waktu yang kami bisa hingga minggu depan yang buk icha katakan tadi tiba.

Xxxxx

“maju lima-lima orangnya, berdiri melingkar dan saling membelakangi”, kata buk icha. “maju sekarang sesuai abjad”. Beliau berdiri tepat di depan kami. Suasana aula senyap begitu beliau berbicara. Dan masing-masing sudah kalut dengan pikirn sendiri.

Aku dipanggil bersama dengan M. Siddiq, mukti ali, nita irawati, reza nuriman. Berbaris lah kami sesuai instruksi beliau dan musik senam dimainkan.

“poco….poco….”. Irama senam di dendangkan.

“jangan ada yang lihat kiri kanan”, seru buk icha.

Kami bergoyang sesuai latihan tanpa henti sepanjang minggu. Mencoba memberikan yang terbaik yang kami bisa. Harus bisa dan pasti bisa. Bahkan sakit badan pun tidak terasa.

Ditengah senam tiba-tiba, “M. Siddiq keluar”, kata buk icha.

Duennng. Aku degdegan. Takut aku juga tereliminasi seperti sidiq. Alamat remedial. Walau Sedikit sedikit aku lupa. Aku coba kembali sadar. Tetap fokus. Dan Alhamdulillah. Selesai. Banyak yang tidak remedial. Remedial dengan buk icha pun sudah biasa. Jalani saja. Kita kan sudah berusaha. Berusaha bersama. Bergoyang-goyang ditengah malam buta.

“hahahahahaha, akhirnya selesai juga senam-senam ini”, kata irma. Ketika istirahat. Kami berkumpul dalam lingkaran. Tidak saling membelakangi seperti tadi tapi saling berhadapan. Walau lelah kami tetap bahagia. Bahagia dengan arti masing-masing kami.

“iya ma, akhirnya, dan badan aku sakit semua”, jawab pepe.

“hahahahahaha”. Kami semua tertawa.

“masih ada senam sebijik lagi ketika kita kelas tiga”, Ana mengingatkan. Sesaat semua terdiam. Dan kemudia tertawa kembali. “tahun depan kita pikirkan lagi”, kataku.

antara ujian obgyn dan stase THT

13.12.13 banda aceh

Dua minggu spacing. Asik bisa jalan jalan. Tapi eit tunggu dulu. Masih ada hutang yaitu hutang di THT dan ujian belum kelar di obgyn. Akhirnya setelah berembuk kami sepakat masuk THT dulu dan kalau ada waktu ikut ujian obgyn.

Rabu sore waktu itu. tanggal 25 november 2013. Kami sekelompok besar ikut pretes masuk THT dengan harapan minggu depan bisa mengambil pasien.

Aku, maya dan lely sudah mempersiapkan semuanya dengan baik dan sungguh-sungguh. Lely sampai menginap dua malam dirumah kami untuk belajar sambil membuat laporan KKN tematik. Serius amat serius kami belajar. Mengulang apa yang sudah tertinggal 5 bulan yang lalu. Dan akhirnya saat pretes itu tiba. Namun saat kami hendak masuk untuk ujian tiba-tiba panitia bapel KKN mengabarkan akan berkunjung ke desa. Ah, bunuh diri namanya

Akhirnya kami minta izin sebentar untuk ujian THT dan akan segera ke kampung. Jadi, saat menyelesaikan ujian kami nyaris terburu-buru, ini masalah masa depan. Dua duanya masa depan. KKN masa depan di kesmas dan pretes ini masa depan di THT. Tapi alhamdulillah dua duanya tercapai karena begitu selesai ujian kami langsung ke kampung dan sesampai di kampung, tepat bapel KKN datang. Kami tidak terlambat.

Dua hari menunggu kabar dari THT dan di jumat siang kabar itu amat menyakitkan. Semua lulus pretes tapi hanya ada 2 orang yang bisa diterima, oleh karena itu undian lah yang berbicara. Nama kami diundi dengan kertas kecil. Sungguh beruntung nama yang keluar dari kertas kecil itu. dan dua nama bidadari itu adalah nurlaily dan shinta. Aku, maya, pes, vita dan ijal harus ikhlas urut-urut dada. Dunia! Allah pasti menakdirkan semua yang terbaik bukan. Mungkin belum saat nya kami masuk, masih ada kesempatan minggu depan. Hmmm baiklah. Saat itu juga aku menyalakan radio positif, berfikir sepositif mungkin yang aku bisa.

Akhirnya rencana berubah dari masuk THT menjadi fokus ujian obgyn.

Lagi lagi kami belajar, sungguh-sungguh. Tidak alpa walau sedikit. Tapi kali ini tentu belajar dengan cara berbeda yaitu di kamar masing-masing dengan kasus masing masing. Aku dapat tentang KET dan maya tentang plasenta previa. Oh, semakin didalami ilmu Obgyn ini sungguh menarik. Ini bukan hanya urusan kau dan pasien tapi masalah kau, pasien dan harapan anggota keluarga lain. Yaitu bayi kecil yang tidak berdosa. Semuanya harus cepat dan harus benar benar jeli.

Semakin aku baca semakin aku tau bahwasanya saat ibu memutuskan mau memiliki anak, nyaris sebagian hidupnya di pertaruhkan untuk itu. awal kehamilan imun si ibu menurun untuk mengimbangi si anak yang berupa semi-imun, resiko pun meningkat seiring dengan bertambah nya usia kehamilan, mulai dari perdarahan yang bisa muncul tiba-tiba misal pada plasenta previa dan solution plasenta hingga ibu bisa meninggal tiba-tiba hingga hipertensi yang pelan tapi mematikan. Belum lagi saat melahirkan. Saat semua otot-otot rahim berkontraksi dan menimbulkan iskemik disekelilingnya, sakit yang sungguh luar biasa. Jika janin harus segera dilahirkan ibu harus diinduksi, merasakan bagaimana perut di aduk-aduk oleh obat perangsang kontraksi. Ah belum lagi saat semua tidak bisa dilakukan dia harus di bawa ke meja operasi. Di bedah perutnya dengan resiko hidup dan mati. Sungguh aku terpana untuk kesekian kalinya. Ibu oh ibu.

Prinsip ujian dengan obgyn itu harus via antrian. Kami harus mengantri hingga beliau setuju ujian dan sekertaris bagian akan menghubungi kami jika waktunya datang. 4 hari dalam seminggu kami menunggu. Di minggu pertama tidak ada kabar berita.

Masuk minggu ke dua. Kami masih tetap berharap bisa ujian Obgyn karena lagi-lagi undian THT tidak berpihak pada kami tapi pada safrijal.

Receive mesaage form kak miftah

Itu yang aku baca di layar hp ku. Kak miftah sekertaris bagian obgyn. SMS yang kami tunggu dalam 2 minggu terakhir akhirnya datang juga. Sms yang membuat maya rela tetap tinggal di banda.

:dek besok kalian ujian ya, pagi setelah senam:

Kami langsung membalas

:iya kak, di smf kan?:

Kami langsung mendapat balasan.

:dek , gak jadi ya, ujiannya senin:

Ya Allah, senin itu kami sudah masuk penyakit dalam. Ah singkat cerita, luka ini terlalu sakit untuk di tulis. Kami tidak jadi ujian!

Dua minggu spacing yang amat sangat lelah. Di PHP berkepanjangan. Ah, lagi-lagi, radio positif memancarlah. Mungkin ini yang terbaik yang ALLah rencanakan. Mungkin kalau di uji juga belum bisa, dokternya memang lagi sibuk, nanti saat di penyakit dalam pasti ada waktu, kan setidaknya hari ini bisa main-main lagi, udah ikhlas aja, ayo senyum, mana gigi putihnya. Yah, begitulah aku mencoba berfikir sepositif yang aku bisa.

“ya Allah engkau yang mencukupi ku dan aku berlindung kepada MU”. Kami pasrah dan ikhlas. Pasti ada waktu terbaik lain bagi kami untuk ujian. Amin. Oke! Dua minggu telah selesai. Oh ujian ku.

“you know! infeksi nosokomial”

25 juli 2013, stase obgyn

Hello, sekarang aku sedang di stase obgyn, stase yang awalnya menurutku amat sangat menjijikan karena berlumuran darah. Tapi ternyata tidak juga. Semua orang yang telah melewati bagian ini pasti mengatakan bagian ini adalah bagian yang paling menyenangkan. Awalnya aku sangsi tapi diminggu ke 5 setidaknya yang mereka katakan ada benarnya.

Hari ini sendu, tidak banyak angin yang melaju, cahaya matahari juga tidak begitu menantang. Dan aku tepat 12 jam tidak tidur. Hanya tidur bebek dalam 10- 30 menit. Yap, aku jaga malam di kamar bersalin.

Sesuai namanya tempat ini adalah IGD nya bidang kandungan. Siapapun yang datang ke IGD dengan masalah kandungan atau kebidanan misalnya mau melahirkan, perdarahan, ketuban pecah, nyeri perut akut pasti di bawa dulu kemari. Ke kamar bersalin. pasien malam ini datang seperti datang air bah, tak berhenti hingga kita lupa bernafas. Dan pagi ini sukses aku tidak mandi pagi, mirip pesakit yang putus asa sangking kucelnya.

Aku bolos MR, mau mandi dan bersih bersih. Jorok dan bau ketiak itu tidak menyenangkan teman. Nah, sebelum aku mandi aku jalan jalan ke ruang bersalin. Ternyata ada pasien yang sedang meraung kesakitan. Oh, suara raungan tadi berasal dari wanita G1p0 hamil aterem dengan ketuban pecah dini jadi di induksi dengan oksitosin. Menenangkan pasien dengan sedikit kata kata jauh lebih baik dari pada membiarkan mereka sakit merana tanpa kata.

“dek, tolong ambil darah ibu ini ya, siapa tau pasiennya mau di operasi”

Kata kakak perawat kepadaku.

Aku mengangguk. Aku pergi mengambil peralatan yang diperlukan seperti hand scon, spuit dan tabung EDTA. Setelah siap aku ancang ancang untuk mengambil darah pasien tadi. Tapi oh my god, pasiennya gemuk dengan pembuluh darah yang kecil, aku menyerah dan memanggil kakak perawat senior. aku tidak ingin membuat si ibu lebih menderita dengan percobaan percolokan yang akan aku lakukan jika sekli tusuk tidak yes.

Darahnya berhasil di ambil dan terpaksa aku yang mengantarkan darahnya ke lab. Tidak ada keluarga di sekeliling pasien. Oh baik lah. Hari ini aku harus terjaga walau semalam tidak tidur, mungkin sedikit olahraga pagi tidak buruk.

Sekembali dari lab sesosok wanita alias kakak perawat sedang berceramah ria di depan 2 teman ku. Nurlely dan maya. Dari jauh terlihat dia marah. Entahlah entah tentang apa. Dan celakanya aku mendekat

“Mana yang namanya mutia atau putri?”

Aku terdiam, diam yang dalam. Oh god, jantung ku berdegup kencang saat nama yang amat ku kenal itu disebutnya. Ya karena nama itu adalah namaku. Aku tersangkanya. Namun aku tetap tenang seolah mutia itu entah siapa. Berdiam didepannya dan mendengar semua ocehannya tanpa cela. Ocehan yang sempurna tertuju untukku.

“ bilang ya sama kawan kalian yang namanya putri soraya atau mutia rahmah kalau pekerjaan dia itu tidak benar. Hand scoon di tarok di atas ctg, itu lagi spuitnya kok di tarok di atas meja”. “kalian taukan semua itu infeksius”, “asal kalian tau semua infeksi nosokomial itu berasal dari dokter muda”, “ampul dan spuit juga di buang di save box, tapi semua dokter muda buang sembarangan”, “jangan lupa bilang sama kawan kalian si mutia dan putri soraya itu”. ibu itu berlalu dari kami.

Untunglah. Dia telah selesai tanpa tau si mutia itu ada didepannya. Andai tadi aku mengancungkan tangan maka tamatlah riwayat ku hari ini dan tepat aku akan diingatnya sebagai si pembawa infeksi nosokomial. Padahal aku sangat ingin membela diri saat itu. pertama sebenarnya memang benar aku yang menyebabkan semuanya berantakan. Semua aku biarkan apa adanya karena aku harus mengantarkan darah ke lab, niat ku sekembali dari lab akanku bereskan. Tapi sayang aku naas di menit ke 5. Dia terlebih dahulu menyidak. Kedua, hand scoon itu tidak kotor, itu bekas aku spoling pasien, ke tiga spuit itu tidak ku pakai, karena aku bahkan tidak berani melukai ibu yang kesakitan itu karena pembuluh darahnya bahkan lebih kecil daripada lidi, ke 4 masalah spuit dan ampul oh tidak, itu bukan kerja dokter muda tapi adek akbid. Andai saja ku bisa membela diri. Tapi aku diam. Terkadang diam jauh lebih baik daripada membela diri ditempat dimana kita bahkan tidak punya hak untuk bicara.

“mut, kok bisa?”kata maya

Aku menggeleng. Ah pagi ini. Biarlah berlalu.

“yaudahlah lah, jadiin pelajaran”, kataku.

“tapi kok bisa ya, dia tau nama mutia dan putri soraya?”tanya leli

Aku dan maya menggeleng.

bergoyang

Alat tempel ban
Alat tempel ban

“pergi tempel ban terus, bentar lagi udah malam udah tutup bengkelnya”, kata mamak.

“tenang mak, masih buka kok. Mamak ngak tau pengalaman adek bocor ban kan? Tak terhingga. Lima menit urusan tempel ban selesai”, jawabku. Setelah berganti pakaian dan pamitan dengan mamak, aku pergi dengan motor yang bergoyang goyang.

Iyes. Aku udah terbiasa dengan urusan bocor ban ini. Sejak pertama naik motor dengan les dongker ini masalah aku cuma satu yaitu tiba tiba aja “bergoyang” di tengah jalan. Kalau udah gini, pasti ban nya lagi lagi bocor.

Entah udah berapa kali aku tempel dan tukar ganti ban. Bertukar antara ban depan dengan belakang. Sampe sampe aku hapal bagai mana cara mengganti ban. Pertama bannya di buka terus ban di benam ke dalam air. Bagian yang bergelembung disitu yang bocor. Terus si abang bakalan potong karet seukuran bocor dan masukin ke alat yang ada tempat untuk tekan ban dan karet biar lengket dengan kuat. Bagian bawah alatnya akan dinyalakan api yang akan mencairkan karet jadi karet lumer dan nutupin bagian bolong. Setelah itu ban dimasukkan lagi dan di pompa dengan angin. Selesai. Sekitar 10 menit selesai.

kalau ke daerah baru selain menghapal jakan aku juga harus mensearching dimana abang tempel ban. Karena kajadian ini bisa dimana aja.di darusaalam, di kaju, di jambo tape, di peunayong bahkan pulang senam pagi yang tidak seberapa jarakanya pun kami pernah tiba tiba bergoyang.

Sangking seringnya aku dan maya ngak perlu banyak bicara urusan ini. Cukup dengan kode kami sudah saling mengerti.

“may, qe ada goyang?” tanya ku.

“hahaha, ada mut”. Jawabnya

Atau

“mut, qe ada rasa?” tanya maya.

“ada may”.

Maya biasanya turun kalau memang bannya udah terlanjur lembek dan aku ngak tau dimana tempel ban terdekat. Ngeri harus putar putar dengan ban selemah itu. Pernah waktu ke blang padang dia terpaksa pulang naik becak, bannya udah ngak mampu membawa kami berdua dan aku ngak tau dimana tempat tempel ban. Tapi kalau udah pasti tempatnya, biasanya kami bismillah. Begoyang goyang hingga ke tempat abang tempel ban.

Pengalaman bocor ban paling mengerikan adalah waktu pergi kuliah. Kami pas di jalan sebelah kanan setelah titi lamyong. Tidak ada abang tempel ban disana dan kuliah 5 menit lagi masuk. Jalan disana juga berbatu jadi yassalam. Kami bergoyang dua kali lipat. Akhirnya bismillah aku membawa motor dengan sangat lambat, fokus ke kampus dulu. Di depan kampus tehnik dering suara ban bukan lagi bunyi gesekan karet dengan aspal tapi besi dengan aspal. Bannya sudah kempes abis jadi yang berputar sudah pelak nya saja. Tapi alhamdulillah selamat.

Pernah pulang jaga. Sore, mau magrib. Dompet tinggal di rumah. Begitu di depan PLN sekali lagi mio biru bergetar. Seolah gempa padahal ban bocor. Iyes, alamat apa? Alamat gelisah. Telpon ke rumah tidak ada yang jawab. Alhamdulillah begitu allahuakbar, magrib. adik semata wayang akhirnya angkat telpon dan datang membawa uang. Huft, lega.

Kalau masalah minyak bisa siaga, masalah bocor ban aku ngak tau salahnya dimana. Tiba tiba aja udah goyang dimana aja. 7 juni 2015

iklan

Semua suka nonton kan? Nonton tv maksud ku. nah, saat kita menonton tv pasti akan ada jeda kan? Iyes, waktunya iklan.

Waktu aku kecil, iklan ini aku sebut “reklame”.

“jangan pintah siaran tv, nonton aja reklame”, begitu contoh nya. Hahahahahahaha.

Terus udah mulai dewasa, entah kenapa reklame jadi iklan. Kalau ngak salah ada yang ketawain.

“ih, reklame! Kampung kali”. Maka reklame berubah menjadi iklan. Sama seperti cerita stip ex yang menjadi stipo gara gara di ledekin.

Kalau dulu aku bilang reklame, maka maya bilangnya “ekstra”. Entah kenapa.

“film apa di rcti may?”

“ngak tau mut, lagi ekstra”. Jawabnya.

“apa tu ekstra may?”

“alah qe, iklan hay”.

Hahahahaha, apa hubungan ekstra dan iklan? Aku tidak tau. Dan tidak sempat bertanya.

Sampe bertahun kemudian aku sudah terbiasa menyebut reklame dengan iklan, dan sudah maklum saat maya sebut iklan dengan extra.

Tapi pagi ini, aku dapat satu pembendaharaan baru dari teman cintani dan fatir. Ghifar namanya.

Kami sedang asyik asyinya nonton barbie. Yah, walau gambarnya sebenarnya menurutku kurang mendidik. Dengan bikini. Sampe sampe cintani berkomentar “jeh, dengan pakaian dalam aja kartunnya”. Sedih sih dengarnya, tapi mau gemana. Yaudah, kita fokus ke ceritnya aja.

Tiba tiba ghifar pindah channel.

“kenapa pindah channel far?” tanya ku,

“teungoh meukat ubat (lagi jualan obat)”, jawabnya.

“apa?”

“teugoh meukat ubat”, jawabnya lagi.

Aku ngak ngerti ” apa?”

“Meukat ubat”, jawabnya lagi.

“iklan hay anda”, fatir memotong kebingungan kami.

“hahahahahahahahahaha, nama lain iklan adalah jualan obat “meukat ubat”.

“pakeun meunan far?”

Dia diam dan tersenyum. Hmmmm, hahahahahahahaha! Yes, hari ini aku dapat satu kata baru untuk iklan. Meukat ubat. Sebenarnya ngak salah sih kalau cuma meukat. Karena esensi iklan kan memang jualan. Tapi ubat nya itu. Tapi, kadang kadang dari pada menonton manusia yang bercita cita jadi manusia aku lebih suka lihat reklame/ iklan/ extra/ meukat ubat aja. Kita baro, 3 june 2015

KAKAK

kenyang makan, cucian sudah habis, rumah sudah kinclong, inilah saat paling pas untuk tidur sejenak di minggu siang.

Aku tidur di kamar maya, seperti biasa. Kaki di kepala-kepala di kaki. Hanya butuh sekian menit dan aku sudah masuk ke alam mimpi yang dalam.

“kak, makan”, sayup sayup terdengar. Sepertinya itu suara agil. Adik maya paling kecil.

“ngak mau terong goreng, agil maunya di sambal”. Suara itu lagi. Setelahnya senyap,

xxxxxx

“lho, ngak tidur may?” tanya ku. Maya sudah stay di depan televisi saat aku bangun tidur.

“si agil minta tarok nasi, terus ngak bisa tidor lagi aku”, katanya.

“oooooo”. Aku ber “o” panjang. sabar sekali kakak satu ini. Tengah tidur siang, dia bangun tanpa marah hanya untuk mengambil nasi untuk adiknya.

Tapi memang begitu. Dia kakak yang tidak pernah malas mengusus adik adiknya. Apalagi agil. Mulai dari membuat segelas susu coklat, menaruh nasi, meletakkan barang yang diserakan agil, semua. Tidak ada pengecualian.

“baik kali qe may”, kataku.

“jadi, aku harus gemana? Ngak sanggup aku dengar si agil meuheng heng”, jawabnya.

Hahahahahahaha. Aku paham betul maksud “meu heng heng agil” dan ngeri membayangkannya.

xxxxxxx

Hmmmmm, harum sekali. Seperti bau telur goreng. Tapi wanyi telur goreng tidak mampu mengalahkan kantuk, dan aku tidur lagi. Masih terlalu pagi.

“siapa goreng telur tadi pagi may?”, tanya ku.

“aku mut. Goreng untuk si ora. Sayang dia sekolah ngak ada makan. Ikan semalam kan udah habis”, jawabnya.

Hmmm, iyaiya. begitulah “kak” maya. Dulu saat ora masih SMP, kalau ora ke banda aceh, baju seragam ora untuk hari senin biasanya akan selalu di gosok maya. Aku juga pernah sesekali melihat dia mencuci baju ora kalau baju itu menyelip sebijik, lupa di bawa ke londry.

“sayang si aura mut”.

Kalau haura dan maya bertemu? Sempurna. Bagai pinang di belah dua.

xxxxxxx

“untuk apa jus may?”, tanya ku. Ketika maya udah siap dengan stelan sore nya.

“untuk nanda, lagi saket dia”, jawabnya.

“sakit nanda?”

“iyes mut”.

hanya maya yang paling “ngeh” dengan bahasa tubuh nanda. Kalau nanda udah mulai tidur, ngak bergerak dan ngak banyak ngomong, maya paling tau.

“oh, kadang lagi pusing dia mut”, ” kayaknya lagi banyak kerjaan dia”, “kenapa nda? Kok demam?”, atau yang paling mantap, saat nanda lapar maya juga tau.

xxxxx

Minggu. Biasanya mimi datang ke banda. Begitu pulang, tanpa aba2 maya langsung bergerak. Membereskan barang barang mimi.

“ini bawa pulang aja mi”,, “baju ini di tas ini maya tarok”, “nasi udah maya tarok di tupper ware mi”, dll, semua barang dikumpulkan di satu tumpuk rapi di depan. Terus giliran agil, nanda, dan ora yang angkat angkat.

Maya dan mimi seperti patner sejat!!!

Kalau makan ayah, biasanya dia yang siapkan. Piring, segelas air hingga butiran obat. Tidak pernah malas begerak tangannya. Kalau kata tere liye “tangan wanita harus lebih cepat dari mulutnya”, maka mayalah salah satu orang nya. Sedikit bicaranya banyak kerjanya.

xxxx

Bagiku yang seorang introvert, dia adalah teman dan kakak yang tidak bisa aku lukiskan bagaimana. Seperti semua cerita yang pernah aku tulis. Dia adalah teman mencari baju, teman mencari kudapan sore, teman belajar, teman kemana mana, yang selalu mendengar curhat tidak penting, teman kepasar, guru masak, guru menjadi wanita rajin dan cantik, teman yang memutuskan hal saat aku gundah gulana, tempat semua kegalauan bermuara, peredam saat marah, semua. Dan seperti yang pernah aku bilang selalu “dia teladan” menjaadi wanita bagiku. andai dia laki laki.

Ah, begitulah dia. KAKAK yang tidak bisa aku deskripsikan dengan kata kata. Kakak yang baik bagi kami semua, tidak banyak marahnya, lembut, penyayang, pengertian. Seorang anak perempuan yang tidak pernah melukai hati orang tuanya. Patuh sekali.

Dan sampai kapan pun kau tetap kakak yang baik dan anak perempuan ayah dan mimi yang paling baik. Baik baik disana. Insyaallah selalu baik, banyak doa untukmu. Banda aceh, 31 mei 2015. Selamat 25 tahun, seperempat abad kakak ku sayang.

Anak anak kucing
Anak anak kucing