Makan!

Kami (aku dan abang) termasuk orang yang tidak begitu rajin makan ketika masih kecil. Bahkan ada saat saat dimana kami akan mogok makan. Alasannya macam macam, mulai dari tidak selera makan, bosan dengan makanan yang itu itu saja, atau kami sibuk bermain hingga lupa makan.

Disaat seperti ini lah. Mamak tetap mamak yang gundah gulana melihat anaknya tidak cukup asupan gizi. Beliau akan datang dan bertanya, “kenapa ngak makan?”, “lagi malas mak”, jawab kami.

“ambil nasi biar mamak suap”, perintahnya.

Wow! Kami tidak akan menolak. Semalas apapun makan, jika ada tawaran “disuap” kami jarang mampu menolak. Di suap mamak akan menambah rasa masakan 100x berlipat lipat enaknya. Kadang kadang kami malah menunggu moment mamak duduk di depan tv dengan sepiring nasi di tangan. Alias jam makan beliau. Disaat itulah kami mendekat dan “ak mak”, sambil membuka mulut selebar mungkin.

“alah, awak kah. Sabe peukaru lon pajoh bu”, katanya.

“hihihihihi”, kami cuma bisa ngejir sesaat dan cepat cepat “hah babah ube raya”. Setelah kami bilang “udah kenyang mak”, “kajeut, boh bu keu lon”? Jawabnya. Beliau baru melanjutkan makannya lagi.

Kadang kadang saat malas makan, beliau akan datang dan bilang “mau makan apa? Besok mamak ke pasar”. “yes, request time”. Kami akan request masakan kesukaan kami. Macam macam! “ayam masak merah, ikan merah sambal dengan daun ubi peleumak, keumamah, ikan pepes, kentang goreng, daging cabe ijo, atau sekedar sambal goreng paru selaras” hihihihi.

Selain request makanan, kami kadang kadang juga sering request kudapan sore. Kueh bhoi, bumphet (kolak dengan isi pulut segitiga di dalamnya” , timphan, bolu, bubur kacang hijau, rebusan janeng, dll. Dan untuk setiap request, mamak selalu bilang “yes”, besok kita buat.

Begitu tiba hari H, pagi pagi mamak sudah kepasar. Untuk membeli bahan masakan atau bahan kudapan. Soal persiapan, mamak luar biasa telitinya.

Beliau biasanya memasak kudapan saat kami mengaji, jadi begitu pulang “taraaaa”, kami punya kudapan lezat sore itu.

Beliau selalu bilang “pajoh beu abeh” . Dan ada sejuta kebahagiaan dimatanya saat melihat kami bergerak ke dapur untuk makan.

Aku sering nakal, setelah request aku hanya makan sesekali. Mungkin karena nafsu makan ku tidak sebaik sekarang. Berbeda dengan abang, jika dia sudah request dia tidak pernah mengingkari janji. Apapun itu akan lahap di makannya.

Makanya esok lusa jika aq request makanan, kami punya perjanjian berdua. “janji habiskan ya”, “yes mom”, dan mamak akan jawab “insyaallah besok mamak buat”. “horeeeeeee”.

Sekarang saat aku besar, aku paham betul bagaimana rasanya melihat apa yang kita masak tidak dimakan oleh orang lain. Ih, rasaaaanya!@#$//*^(#)@?$*’£#¥@?#¥#₩.

Mak, terima kasih untuk begitu banyak permintaan kecil dan besar kami yang selalu kau penuhi. Kau penuhi dengan tidak pernah ingkar janji. Kau penuhi dengan begitu banyak cara. Mamak, terima kasih.

#dan hingga sekarang saat aku sudah sebesar ini, aku masih suka saat disuap mamak. Selalu! Bukan manja, tapi karena ada sejuta rasa berbeda disana. Banda aceh 16/3/16

Advertisements

hey kamu, aku rindu

Banda aceh 21 november 2015

Ada hal istimewa terjadi hari ini? Entah lah. Mungkin saja ada tapi karena mood sedang tidak baik maka hari ini terasa biasa saja. Walau demikian alhamdulillah ya allah.

Satu hal yang pasti aku tau malam ini adalah aku rindu. Rindu dengan kakak terbaik, teman terbaik, maya.

May, aku kangen.

Hmmmmm. Maya, qe paling tau. Dari kecil aku jarang ditinggal sendirian. Walau mamak sering sakit, kadang kadang tidur lama atau masuk rumah sakit, pasti akan ada yang selalu kawanin aku. Entah itu paman, acut, ayah, atau abang aku. Tempat aku paling sempurna bisa merengek.

Begitu aku besar, aku ketemu kalian. Qe, fikri, uja dan semua anak barak yang membuat hidup aku ngak pernah sepi.

Saat kuliah aku punya qe, nanda, haura dan akin. Yes. Alhamdulillah. Hidup aku ngak pernah benar benar sendirian

Tapi saat semua mulai selesai, kuliah kita selesai, qe juga pergi dan berhenti menemani aku. Disitu aku baru tau, apa itu sepi. Sepi yang masuk hingga ke tulang. Ngilu. sepi maaaaaay! Sempurna sepi.

Qe tau? Karena menghindari sepi, aku jaga klinik mirip l300. Dari satu klinik ke klinik lainnya. Tapi sepi di dalam hati tetap sepi. Segaduh apapun dunia diluar sana, kalau di hati kita sepi, tetap aja sepi may. Ngak ada qe, ngak ada nanda, haura, akin dan kebersamaan kita.

Sekarang, kalau qe ada, pasti kita lagi duduk cantik di depan tv sambil nonton atau sekedar tidur malas di kamar sambil kepoin orang. Ah, candy crash may. Masih ingat? Saat ada waktu luang, kita sering adu adu level. Padshal permainannya asik gitu gitu aja, tapi kita selalu punya banyak cara menikmatinya.

“mainin punya aku mut, udah 3 hari ngak naik naik level”, kata qe.

Sekarang? Aku bahkan ngak punya selera main lagi setelah qe ngak ada. Ngak ada sisi menariknya permainan itu tanpa qe.

Mayaaaaaaaaaa! Aku kangen, kangen, kangen kali sama qe. Disini sepi may.

Baik baik disana yaaa.

Sekarang juga waktu makan malam kita. Waktu kita ngaduk ngaduk dapur untuk menghabiskan makanan biar ngak ada yang bersisa. Qe paling kesal kalau ada makanan bersisa di meja. “sayang buang buang makanan”.

May, aku mau mandi bentar lagi. Hihihihi, jam 20.00. Kalau ada qe, pasti ada yang repetin. Jangan mandi malam malam mut. Sekarang? Hihihihihihi. Aku bebas may, bebas melakukan apapun yang aku mau dalam sepi yang menyanyat hati.

Youp! And you know may. Motor aku akhirnya berganti ban. Setelah 7 tahun di pakai. Semoga ngak sering bergoyang lagi ya. Kemaren pas siang bolong, aku lapar dan ngantuk,,eh malah bannya bocor lagi. Aku sediiiiih! Sendirian pula, ngak ada kawan berantam. biasanya kan, selalu ada qe. Tapi akhirnya setelah proses panjang, ban siap di tambal dan tekat aku bulat. Segera harus ganti ban!! Akhirnya.

Dan akhirnya juga, motor aku kena air setelah sekian lama. Ternyata warnanya donker n hitam ya may. Hahahahahaha. Aku pikir cream campur biru laut sangking kusamnya.

Eh eh eh. Tadi rapat instership lah. Kalau qe ada pasti kita lagi intership. Yes, mungkin qe akan disigli dan aku disini. Tapi kita tetap kita. Kalau ketemu pasti gaduh, kalau jauh pasti rindu.

 

May, aq mau mandi dulu ya. Biar ngak semakin galau gara gara kangen sama qe.

 

Doa aku selalu ada untuk qe may, insyaallah terbaik. Tunggu aku ya, ditempat terbaik. Ada banyak hal yang mau aku ceritain. May, I miss u, so much!

PhotoGrid_1448287792591

hey gadis keibuan!

Malam mulai larut. Tapi para gadis gadis cantik yang sedang berkumpul, masih saja susah untuk memulai tidur. Padahal besok ada agenda panjang yang harus diselesaikan. Gadis gadis cantik itu adalah aku, shinta, lely. Untungnya ada gadis cantik keibuaan yang mengingatkan mereka untuk segera tidur. Dia adalah maulida alias momo.

“tidur terus hai. Besok kita harus gerak cepat”, kata momo.

“oke mo”. Jawab ku setelah lelah hahahihihi.

“iya, besok kalau bisa jam 8 teng kita udah mulai gerak ya. Biar gk lama di jalan”, tambah maisa. Oh ya, sekarang kami sedang liburan dan menginap di rumah maisa, teman karib momo.

“iyes”, jawab sinta. Akhirnya pembicaraan di tutup dan gadis gadis pergi tidur.

xxxx

Azan subuh berkumandang. Momo segera bangun, dia langsung salat. Setelah itu dia membereskan keperluan untuk jalan jalan hari ini. Setelah nya dia duduk cantik di depan tv sambil makan pagi.

“mut, lely, sinta, bangun”, katanya dari luar. Sebenarnya sebelum panggilan itu, aku tidak tau persis apa yang sudah di lakukan momo. Yang diatas hanya perkiraan ku saja. Tapi nyaris 80% aku yakin.

“iya mo”. Jawabku.

“sin, qe aja dulu bangun. Siap itu aku ya”, kataku.

“jangan mut, qe aja dulu”, balas sinta.

“hahahahaha, apa kalian ini. Gitu gitu aja terus sampek subuh habis. Bangun hai. Salat terus satu satu. Sambil tunggu yang lain salat, sebagian mandi dan makan. Kamar mandi juga ada dua”, jelas momo.

“lik, bangun lik”, ajak sinta.

“udah hai, mut bangun mut, salat terus qe, sinta mandi terus. Siap mutia salat leli salat, habis tu mandi. Baru Makan”, jelas momo.

“iya, gerak terus”, sambung maisa.

Kami akhirnya bangkit. Melaksanakan perintah momo. Hihihihihihihi.

Itulah momo! Ibu ibu. Kalau kemana mana dengan momo itu, harus tepat waktu. Dia paling ngak suka yang telat telat. semua yang dia lakukan sudah bisa dia ukur sendiri! Misalnya, dia udah tau persis berapa lama dia mandi, pakek baju, mematut diri di kaca, keluarin honda, dll. Hingga ukuran menitnya. Kira kira sekian menit. Makanya jauh sebelum itu dia udah siap2 terus. Tapi sayang, karena semua temannya doyan telat termasuk kami kami ini, jadi kalau janjian selalu gini, “aku ngak lama siap siap, yang lama itu tunggu kalian, jadi kalau udah mau gerak ke rumah aku bilang ya, biar aku mandi”. Beuuuuuh. Tape begitulah adanya.janji jam 8 dengan momo, maka jam 8 lah waktunya.

Selain itu, kalau mau kemana mana juga harus jelas. “kita jangan berputar, putar. Selesai dari sini kita kemari, jadi ngak disitu situ aja. Banyak kali habis waktu. Atau, jangan lama kali mikir makan dimana, kita ke kfc aja”, katanya.

Dia juga yang paling sering mengurus masalah pesan makanan dan bayar makan jika kami pergi pergi. Ahli sekali. Wajar sih, masih ingat cerita tentang FLASH? Nah, untuk acara seakbar itu, momo berhasil jadi ketua seksi konsumsi. Kemampuannya dalam urusan mengkoordinir itu tidak kacang kacang. Ibu ibu sekali.

Dengan mendengar cerita diatas, pasti semua akan membayangkan maulida adalah sosok yang mengerikan kan? Tidaaaaak, dia adalah wanita yang juga suka hura hura. Hura huranya memang sedikit saja sebagai bumbu penyedap atau seperti daun sop di dalam kuah daging. Sedikit tapi berasa. Ibu-ibu lah pokoknya.

Makanya, Allah segerakan momo menyalurkan sikap ibu ibu nya, karena berselang 4 bulan dari hari itu. Ditengah siang bolong aku mendapat berita bahagia.

“mut, datangnya ke tunangan aku nanti malam”. Isi bbmnya.

Hihihihihi. “alhamdulillah mo. Tapi ngak main main kan?”, balasku.

“insyaallah ngak mut”, blasnya.

Wajarkan aku bertanya, tanpa angin tanpa hujan hanya terik matahari siang bolong tiba tiba momo mau tunangan. Banyak yang akhirnya konfirmasi ke aku.

“betol mut?”

“untuk orang yang amanah, fatanah, tabliq dan siddiq seperti momo, seperti nya dia ngak mungkin berbohong. Hinihihi. Jadi pergi kita nanti malam kan?” jawab ku.

XXXXXXX

dan alhamdulillah, tanggal 30 oktober kemarin ijab kabul sudah dilaksanakan. Momo sah menjadi seorang istri dari bang haikal sekarang dan semakin bebas menyalurkan bakat keibuanya. Semoga bang haikal ngak batat kayak kami ya mo, jadi qe ngak harus cerewet tiap pagi. Hihihi.

Barakallah momo, semoga sakinah, mawaddah dan warrahmah ya keluarganya. Semoga kalian juga bisa berumah dalam cinta, bersama menapaki tangga menunuju surga. Amin

Barakallah juga untuk maisa atas penyempurnaan setengah agamanya. Semoga sakinah mawaddah warrahmah ya. Amin.

Sekali kali kalau jalan jalan, bolehlah kami culik kalian. Karena we always need both of you to be our mom  Hihihihihihi. Banda aceh, 15/11/15

Barakallah ya mo. Jodoh memang sering jaraknya kurang 6 dari 60 meter dari rumah mo. Hihihi
Barakallah ya mo. Jodoh memang sering jaraknya kurang dari 60 meter dari rumah mo. Jadi kalau bertamu ngak susah. 
Barakallah maisa.... sakinah, mawaddah, warrahmah ya
Barakallah maisa…. sakinah, mawaddah, warrahmah ya

mencuri pagi

“nyan singoh bek mayeum”, kata ayah.

Aku mengangguk. Melanjutkan menonton tv. Itu adalah kata kata yang selalu ayah ucapkan sebelum berangkat tidur, jika esoknya aku punya janji dengannya. Janji untuk ikut ayah pergi kerja.

Rumah ku letaknya di loksukon, aceh utara. Kota kecil yang sederhana dan karena kesederhanaan itu, ada beberapa hal yang tidak ada disana. Jadi, Mau tidak mau untuk memenuhi hal yang tidak ada itu, terkadang aku harus ke loksemawe yang jaraknya sekitar 45 menit dari rumah. Kebetulan ayah bekerja disana. Oleh karenanya, jika ingin ke loksemawe aku sering ikut ayah pergi kerja.

Ayah adalah laki laki yang disiplin dan giat dalam urusan pekerjaan. Jarang sekali beliau terlambat ke kantor. Biasanya setelah subuh ayah tidak tidur lagi. beliau akan Duduk cantik di depan tv, menonton berita. Saat matahari mulai muncul, beliau akan keluar. “mencukeh cukeh” sedikit kebun kesayangannya sebentar kemudian masuk dan mandi. Pukul 7 teng, beliau sudah selesai dan siap berangkat ke kantor.

Selalu begitu. 5 hari dalam seminggu. Karena disiplin itulah, jika aku berjanji akan ikut ayah besok ke kantor, pesan beliau cuma satu “bek mayeum mayeum, ayah telat euntek”. beliau tau betul perangai anak gadisnya. Hihihi.

Pagi tiba. Ah! Aku ketiduran lagi setelah subuh. Begitu sadar, aku langsung bangkit dan mandi. Tak tampak dimana ayah. Begitu aku selesai mandi, ternyata ayah sudah siaga di depan pagar. “bek mayeum nong”. Katanya.

“keun kaleuh ayah peugah malam”,

“oke. Siat”. Jawab ku. Yah, aku kalah dengan langkah ayah masalah pergi pagi pagi begini. Akhirnya aku mengenakan baju seadanya, memakai jelbab asal saja, menarik tas dan segera keluar. Nanti kita rapikan.

Sebenarnya ini bukan kali pertama kami berjanji dan bukan kali pertama aku begini. Ini adalah kejadian yang kesekian kali. Hihihi. Pernah aku mau ikut ayah, parahnya saat aku baru bangun dari tidur kedua, ayah sudah stand by di pagar. Jadi, mau tidak mau aku pergi taanpa mandi. Mandinya di rumah abang aja. Atau ya begini, ikut ayah tapi masih belum rapi. Gemana mau rapi, baru selesai kita mandi ayah sudah stand by di pagar. “bek mayeum nong, ayah telat”. sehebat apapun aku berakrobat, tetap saja tidak mampu melangkahi cepatnya gerakan beliau. Huft.

Sebenarnya masalahnya satu, aku susah tidak tidur setelah subuh, beda dengan ayah. Beliau bisa “ON” setelah subuh. Hingga suatu hari aku bertanya pada ayah.

“Yah, ayah kok sanggup bangun pagi cepat. Adek selalu kalah sama ayah kalau pergi pagi pagi?” kataku.

“ooh. coba lihat. Ayah tidur cepat. Jam 9 teng ayah udah mulai tidur. Jadi waktu tidurnya cukup. Besok pagi ayah bangun dengan segar dan ngantuk lagi habis subuh. Ini adek, jam 12 belom tidur. Mana ada cerita. Ayah udah mandi, adek meuteng lam tika eh. Nyan gohlom ka cen cen kenoe keudeh”, jawabnya. Aku terdiam sesaat. Yes, siapa yang paling tau tentang kita? Jawabannya adalah orang tua.

Hihihihihi. “udah terbiasa pas kuliah ya”, jawabku.

“apa cerita juga”, jawab ayah. “tidur cepat, bangun cepat! Banyak hal yang bisa yang kita lakukan dengan bangun pagi cepat”, jelasnya lagi.

Aku mengangguk pelan. Insyaallah besok akan coba tidur cepat. Tapi apa daya, anak muda tetap anak muda. Expectasi sering tidak sesuai dengan kenyataan.

Pernah beberapa kali bisa menerapkan nasehat ayah. Dan hasilnya luar biasaaa bisa “mencuri hari”. Tidur cepat dan bangun cepat. Akrobat sedikit, banyak hal selesai di kerjakan. Begitu lihat jam? Wow! Masih sepagi ini dan masih ada cerita “sekarang mau ngapain lagi?”.

Tapi sayang, cuma sesekali. Padahal kalau bisa dilakukan setiap hari, sempurna aku bisa mencuri hari! Oh, pagi ku. ayah!!!!!i miss u. Banda aceh 12 november 2015.

Laki laki pertama yang selalu memastikan
Laki laki pertama yang selalu memastikan tidak ada yang menyakiti anak perempuannya

toa musalla

Kami jaga siang. Kami disini, aku dan kak mulya. Karena satu dan banyak hal, akhirnya siang itu kami berangkat ke rumah sakit bersama. Dan seperti biasa, sebelum masuk ke igd kak mulya harus absen dulu. Aku biasanya ikut saja saat kak mul mengabsen. Sekalian cuci mata.

Di perjalanan antara tempat parkir dan absen, lewat seorang adik. Umurnya sekitar 10 tahunan. Aku sih biasa saja dengan si adik. Mata ku kurang jeli melihat hal yang berbeda. Beda dengan kak mul, matanya itu mirip detektor.

“mut, mut, lihat lah rambut adek itu.keren kali di cat. Dikit aja diatas”, kata kak mul dengan volume suara yang tidak di tahan tahan.

Aku menjadi tertarik dan menoleh. Iya sih, ada sejumput rambut di bagian depan kepala si adik yang warnanya beda. “kayaknya emang gitu kak mul, mut juga ada kawan yang gitu tipe rambutnya”. Jawabku sambil langsung terbayang, teman laki laki yang menyanyikan lagu jubrai di depan kelas waktu SMA dulu. Rambutnya persis seperti adik tadi tapi dengan volume lebih sedikit.

“ngak mungkin mut, karena ngak dari bawah beda warnanya. Di cat pasti rambutnya”, sambung kak mulya.

Aku hanya tersenyum saja.

“hana, nyan cit ok droe. Kana dari ubit keun di cet”, kata seorang bapak yang jaraknya sekitar 3 meter di belakang anak tadi.

Kami kaget, terutama kak mul.

“hehehehehe, nyeu pak”, kekehan kak mul.

“lon ayah jih”, sambung si bapak lagi. Nadanya memang tidak marah, tapi terdengar sedikit kesal.

“jeut juet pak”, jawab kak mul dengan salah tingkah.

“hshahahahahahahaha, kakak mul. Toa musalla sih”, kataku sambil tertawa geli. Tertangkap basah!

xxxxxx

Kali ini kami jaga pagi. Saat matahari mulai sedikit naik menuju siang, sebuah ambulan datang. Lalu turun perawat dengan pasien dan surat rujukan.

Bang audi maju. Seperti prosedur biasa, bang odi mengecek nama pasien, diagnosis dan terapi. Selesai. Kakak perawat tadi lalu pergi membuat lembar igd.

Beberapa saat kemudian, si kakak kembali lengkap dengan lebar igd.

“ih, kak mul kalau nanti rujuk rujuk pasien ke bang odi harus hati hati”, kata kak mul lagi lagi dengan toa musalla.

“kenapa emank kak?”, tanyaku.

“itu lihat. Salah salah diagnosis di foto sama dia”, jawab kak mul.

Aku semangat mengintip. Memang sih sedikit aneh diagnosisnya, hipertensi stage 3.

Tapi tiba tiba, dari arah depan seorang kakak angkat bicara. “dokter kami masih baru di puskemas, tapi udah lama jadi dokter di instansi pemerintah”, kakak itu adalah perawat tadi. Berdiri tepat di depan kami.

“hehehehehe”, kak mul tersenyum salah tingkah tertangkap basah Bang odi terdiam sesaat dan aku sedang sakit perut menahan tawa. Takut dikira tidak sopan.

Ah kak mul. Toa musallah sih suaranya. Hahahahahahahaha! Siang itu kami selesaikan secara adat dengan tertawa ketika si kakak pergi.

jodoh itu pasti ketemu

Namanya nita. Teman duduk SMA selama satu tahun. Tempat curhat paling yes di waktu masih labil. Dan orang yang selalu setia membantu aku “mengarsir” rancang bangun pak martian. Arsiran nita menurut ku nomer dua setelah maya. Kalau maya tidak usah di tanya, pak martian sendiri mengakui “ini bukan kamu buat kan?” , sangking bagusnya arsiran itu. Hahahahaha. jelas lah pak. Kalau aku arsir butuh waktu 7 menit, nita 15 menit maka maya 35 menit. “aku ngak bisa ngak maksimal mut”.

tamat SMA kami berpisah. Nita lanjut kuliah di medan dan kerja disana hingga sekarang dan aku setia tinggal di banda aceh. Kami bertemu setelah lama berpisah bisa di hitung. Antara 0-2 kali dalam 3 tahun. Makanya moment saat nita ke banda aceh, adalah moment yang tidak bisa di lewatkan.

“mut, nita udah di banda ya besok. Sabtu sore balek”, tulis nita via bbm.

“oke, nanti kita atur ya ta”, balas ku.

Tapi apa hendak di kata. Kami sama sama ada keperluan sendiri hingga duduk duduk cantik tidak bisa terealisasi hingga akhirnya sabtu siang datang.

“ta, mutia kerumah kakak nita ajalah. Harus ketemu kita ya sebelum nita pulang. Kirem alamat kakak nita lah”. Tulis ku.

Beberapa saat balasan bbm masuk. “dekat hip burger ada lorong, di depannya ada orang jual buah. Masuk aja lorong itu, lurus. Mentok. Itulah rumahnya”.

“oke sip”.

XXXX

Sabtu tiba. Sekitar jam setengah 2 aku keluar rumah menuju rumah kakak nita dengan alamat sederhana. Nanti bisa di telpon, pikirku. Dengan bekal keyakinan rumah nya sederetan hip burger, aku bismillah saja. Pokoknya dekat hip burger.

Teng…..motor melaju. Aku menyusuri sederetan lorong sejajar dengan hip. 2 kali bolak balik tapi tidak ada lorong yang di penuhi orang jualan buah seperti instruksi nita.

Akhirnya aku telpon. “ta, kok ngak ada lorong nya sederetan hip?”

“bukan sederetan hip mut, tapi di depan hip. Tanjung v nama lorongnya”

“oke ta”.

Aku berbalik arah. Huft! Kepedean sih. Padahal tau kemampuan mapping abal abal. Tapi sok yes aja maen jalan jalan terus. Hahahaha. Bukan tanya sejelas jelasnya baru go!

Kembali menyusuri jalan di depan hip. Dan kejadian sama terulang. Tidak ada lorong bernama tanjung v. Jam udah mau setengah 3. Aq harus segera ke klinik. Akhirnya dengan sedikit kecewa, aku berhenti dan menekan nomor hp nita.

“ta, ngak dapat lorongnya. Mutia udah telat ke klinik. Kapan2 kita jumpa ya. Maaf nita”.

“iya, ngak apa mut. Kapan kapan aja. Belum jodoh kita ketemu kadang, insyallah lain waktu”.

hp di matikan dan motor siap melaju lagi. Beberapa meter dari tempat tadi, aku berhenti di depan kios yang disekelilingnya banyak penjual buah buahan, mau isi bensin. Sudah cukup perjalanan yang mati mendadak di tengah jalan berkali kali. Jangan sampai terulang lagi.

Awalnya sih iseng, “buk, tau ngak jalan tanjung v mana?”, tanya ku sama si ibu penjuak bensin.

“aduh dek, saya orang baru juga disini. Tapi setau saya jalan tanjung itu banyak. Ini juga lorong tanjung dek”, kata nya sambil menunjuk lorong dibelakang kami. Ada papan namanya “tanjung v”, tertulis disana.

“kenapa dek?”,

“cari alamat buk. Yaudah saya coba aja”.

Selesai urusan isi bensin. Aku memutar, masuk ke lorong tadi. Baru sadar, disekeliling banyak yang jual buah. Sesuai instruksi, lurus lalu mentok ada rumah pagar hitam. Dan yes, aku lurus dan dapat rumah yang dimaksud.

“ta, kayaknya mutia udah di depan rumah kakak nita lah”, kata ku via telpon.

Sesaat kemudian sesosok yang sangat aku kenal keluar. Wanita anggun yang tidak banyak bicaranya tapi banyak kerjanya, nita irawati. Iiiooooh, kangennyaaaaaa! Alhamdulillah ketemu.

Akhirnya. Kalau jodoh memang ngak kemana! Tapi kalau bukan rezeki “ata lam bibi pih roe”, Banda aceh 3 november 2015.

25!

Waktu SD, aku berangkat sekolah jalan kaki. Jaraknya bisa di tempuh sekitar 15 menit. Rutenya selalu sama. deretan rumah kayu, bengkel mobil, jembatan, warung pa cita, SD 1, kantor polisi, dan kantor telkom. Itu itu saja. Kalau disuruh berjalan sambil tutup mata, aku rasa aku tetap akan sampai ke SD. Sangking hapalnya rute itu. 6 hari dalam seminggu aku melewatinya.Tidak ada hal yang istimewa selain warung pacita. Warung kecil yang penuh jajanan dan mainan.

Tapi, ada yang menarik di setiap perjalanan pagi ini. Aku biasa berangkat sekolah jam 7 pagi, teng!. Waktu dari rumah hingga sampai ke jempatan membutuhkan waktu sekitar 7 menit. Jadi selalu di jam 7. 07 aku akan berpapasan dengan seorang kakak yang membonceng dua anak SD di belakangnya dengan motor merk supra. Selalu, entah itu dia menuju ke sekolah atau dia dari arah sebaliknya. Sampai saat ini, aku tidak tau siapa 2 anak SD itu, apalagi si kakak. Apa yang menarik?

Dimata anak SD seperti ku, kakak itu terlihat keren. Sepagi ini dia sudah bangun, bisa mengendarai motor, dan meringankan tugas orang tua dengan mengantar adik adiknya kesekolah. Keren kan? Selalu tersibak dalam hati, nanti ketika besar, aku ingin seperti dia. Akan kah aku juga akan terlihat keren? Semoga saja ada anak SD yang matanya seperti ku. Hahahahaha.

Saat aku sedikit besar lagi, aku sering duduk disamping kakak kakak saat naik mobil angkutan umum. Wahm keren ya menjadi kakak kakak. Kemana mana sendiri, dengan perlengkapan milik sendiri. Nanti ketika aku besar akan seperti ini tidak?

Dulu, pemikiran ku tentang menjadi besar hanya sesederhana itu. Bangun pagi, bisa mengendarai motor, membantu sedikit pekerjaan rumah orang tua, berpergian kemana mana sendiri dan punya perlengkapan pribadi atas namaku. Selesai. Ternyata? Hahahahahahahahahaha.

Ternyata menjadi besar dengan sendirinya membuat kita bisa melakukan hal diatas tanpa kita sadari. Hey, mut kecil. Kau sudah keren sekarang. Hahahahahaha.

Sedikit besar lagi, saat ada yang cerita “umur dua puluan”, bayangan ku langsung pada sesosok orang yang ” performance menyakinkan, bicara teratur dan sopan, sudah mampu membahagian orang tua, mapan secara finansial, pengambil keputusan yang baik, bertanggung jawab, mampu mengurus rumah, berani, dsiplin dan sesosok kakak yang hebat untuk adik adiknya dan teman terbaik untuk sahabatnya”.

Tapi ternyata, saat kenyataan membawa ku pada angka segitu. Ya Allah. Expectasiku terlalu tinggi tentang angka itu. Hahahahaha. Karena aku masih saja usil, pecicilan, slengean, panikan, sering bimbang, urakan, belum kuat dengan tanggung jawab dan disiplin !!!! Aku ingkar dengan imajinas ku sendiri.

Ah, sudah 25 tahun. Padahal baru kemarin aku melewati jembatan ke sekolah, terkagum dengan kakak itu, selalu wow dengan dia yang duduk manis di samping kaca angkutan umum, merasa keren saat bisa naik motor.

Iya, sudah 25 tahun ternyata. Ya Allah, ahamdulillah. Alhamdulillah untuk tahun yang sudah banyak berlalu, untuk begitu banyak cinta di dalamnya, untuk ruahan kasih sayang, untuk begitu banyak kesempatan disana, untuk begitu banyak orang baik yang terus datang dalam hidup. Terima kasih ya Allah.

Maaf belum bisa menjadi hamba yang baik, anak terbaik untuk orang tua terbaik, belum menjadi adik sekaligus kakak terbaik dan belum menjadi teman terbaik. Padahal sudah seperempat abad.

Semoga masih diberikan kesempatan untuk belajar mengejar impian menjadi “sesosok” yang pernah ada dalam banyangan ketika aku sedikit besar itu. Amin. Amin. Amin. dan di beri waktu untuk terus memperbaiki diri untuk menjadi orang terbaik untuk semua yang ada disekitar aku.

Satu hal yang aku pelajari. Bahwa, ingin menjadi seperti apapun kita di umur yang kesekian, kita tetap adalah akumulasi proses dari umur 1 ke 2, 2 ke 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, hingga umur kesekian. Jadi jangan menunda membangun diri menjadi seperti apa yang kita inginkan di umur kesekian itu. Lakukan sekarang karena saat umur kesekian datang, kita cuma bisa melihat dan merasakan tanpa pernah bisa berbuat apa apa.

Bismillah. Semoga dijabah doa. Amin. Banda aceh 7 oktober 2015. Selamat 25 tahun mutia rahmah!

9 tahun lalu. Semoga tidak cuma badan yang tumbuh, tapi si pikir , si sikap dan si tindakan juga tumbuh jadi lebih baik
9 tahun lalu dan sekarang. Semoga tidak cuma badan yang tumbuh, tapi si pikir , si sikap dan si tindakan juga tumbuh jadi lebih baik

ketika lyra jadi artis

“Tik tik”, bunyi tab.

Bunyi itu mengusik tidur. Akhirnya aku bangun dan mengecek hp.

Bbm dari sinta amelia. Aku balas segera. Karena biasanya bbman dengan sinta sering eror tidak jelas. Nah, sambil menunggu balas sinta, dalam keadaan setengah sadar dan ngantuk aku buka instagram.

Buka satu satu. Isinya sih macam macam. Tapi yang paling menarik adalah foto yang di posting lira. Yang terbaca cuma yayasan mesjid agung almakmur terus jadwal i’tikaf 10 ramadhan terakhir. Terus caption nya panjang. Yang terbaca cuma “ayo tinggalkan hp, menangislah mengadulah ke pada Allah di sepuluh malam terakhir ramadhan”.

Dalam hati, “luar biasa kak lira lah. Pinter, baik, tegas, penyayang, salehah lagi”. Jadi teringat beberapa hari lalu, ketika kami (aku, lira dan lely) salat terawih di oman alias mesjid almakmur. Lira banyak cerita mulai dari dia senang salat di oman, aktifitas kajian di oman, dll. “istiqamah kali kakak satu ini lah, inspiring kali pokoknya”.

“kalau jumpa bisa kita diskusikan. Siapa tau bisa i’rikaf sekali waktu lepas jaga bareng”, terbersit dalam hati.

Yaudah. Aku scroll ke atas. Pas lihat yang like fotonya 1.000 an lah. Ih, mantap kali. Scroll lagi ke atas, lyrafevrier di mata. Tapi fotonya kok beda? Dan ternyata pas eja nama lyravirna. Terus baca ulang semua!

Bukan mesjid agung al makmur ternyata, tapi mesjid agung al azhar! Bukan di aceh tapi di jakarta. Ah, kecewa adek! Kecewa. Astagfirullah. Hahahahahaha. Mungkin efek setengah sadar tadi.

Tapi, seperti apapun, kak lira tetap recommended women kok! Ngak seterkenal lyravirna tapi lyrafevrier tetap sangat menginspirasi. Kata katanya yang selalu teringat “move on mut, move on to move up!

Screenshot_2015-07-10-08-47-21

jangan lupa follow IG nya @lyrafevrier. Banda aceh 10 juli 2015

“tuan”

Sedang WA hal penting dengan seseorang. Orang yang baru aku kenal. Dan seperti pembukaan disemua pembicaraan aku menyapa orang itu dengan namanya. Sebut saja Y.

Aku : Y….

Tak lama setelahnya dibalas.

Y : tuan.

Aku terdiam sesaat ketika membaca jawabannya. “tuan”. Berkali kali membaca ulang. “tuan”. Ah, sudah lama sekali kata kata ini gk terdengar. Sama lamanya ngak dengar orang bilang “ponten”, “stip ex”, “rapor”.

Dulu waktu kecil waktu di panggil mamak selalu jawabannya gitu.

“adek…..”

“tuan mak…”

Besar sikit.

“adek….”

“uan mak….”

Besar dikit lagi.

“adek…”

“iya mak…..”

Dan sekarang.

“adek…..”

“iyes mak….”

Hahahahaha. Kata kata tuan hilang ditelan zaman. Entah kenapa. Padahal kalau di ulang ulang, jawaban tuan kalau di panggil itu kesannya “lembut dan santun”. Hehehehehe.

Dari mana asal kata kata ini? Hmmm, entahlah. Udah coba searching tapi ngak ketemu juga. Mungkin dari tradisi orang aceh yang suka memuliakan orang lain apalagi orang tua. Jadi kalau di jawab “tuan”, seperti cerita tadi “sopan aja” bunyinya.

Sesaat terbawa ke ruang nostalgia. Lalu sadar lagi untuk balas WA si Y yang udah ngusik ngusik ruang masa kecil. Ah….

Mutiaa…..! Tuan……! Banda aceh 5 juli 2015. Ramadhan ke 17

lain dari biasa

Siang, 23 agustus 2015.

Siang dan aku jaga siang. Hehehehe! Hari ini kami jaga ber 5, aku, kak filda, kak mulya, kak wulan dan bumil chantik dek ul. Selesai amprahan dengan kelompok pagi, pemandangan IGD hari ini luar biasa. Lain dari pada hari biasanya. Kenapa? Karena IGD siang ini, tumben kosong. Bed pasien di depan kami bersih tanpa pasien dan tirai penutup dibuka lebar lebar. Cuma ada 1 pasien di pojok depan. Pasien dokter nurfitri dengan ppok. Dan dua pasien anak di belakang kami yang sedang menunggu hasil lab. Sisanya? Seperti cerita tadi, kosong. Luar biasa sekali.

Tapi, seiring detakan jam, pasien satu persatu masuk. Yang demam, sakit perut, diare, nyeri dada, terkena seng, post KLL, pasien DM, dll. Sedikit demi sedikit bed pasien tadi terisi. Keadaan terus seperti itu hingga magrib datang.

Nah, waktu salat magrib kami tukar tukaran stand by. Dek ul dan kak filda salat. Tinggal aku, kak mul dan kak wulan. Tiba tiba masuk pasien. Wanita umur 54 tahun. Diantar oleh 2 anak laki lakinya dan suami.

Kak mul di depan. Senior yang memang selalu luar biasa. Orangnya ramah, telaten, perfeksionis dan sangat lembut. Istri idaman pokoknya. Pernah pasien pulang tanpa obat. Hanya di terapi moncong oleh kak mul. Bahkan pasien sendiri mengakui, “itulah kan dokter, kadang kata kata dokter itu memang kayak sugesti. Yakin aja dengar nya, yaudah ini saya bawa pulang aja anak saya, insyaallah seperti dokter tadi bilang ngak kenapa napa”, kata si ibu”, bilangnya ke aku. Karena kak mul sudah berlalu. Memang luar biasa kak mulyawati ini

Nah, mulai lah kak mul menganamnesa ibu tadi dengan gayanya.

“ibu sakit apa?”

“lemas dok”, jawabnya.

“terus”,

“udah itu aja”

Aku dan kak mul mengernyit.

“itu aja? ?makan mau?

“mau”,

“ada mencret? Mual muntah? Demam? Perasaan berat di sebelah badan? Sakit kepala? Kebas kebas? Luka lama sembuh? Sakit perut? Dlllllllll”, intinya gitu.

Si ibu dengan yakin menjawab “ngak ada dokter”.

Aku dan kak mul semakin mengernyit.

Kak mul langsung periksa si pasien. Tensi bagus, pemeriksaan organ bagus. Intinya “bagus” dan keluhannya juga bagus “lemas”, udah gitu aja.

“oh, ini ibu kecapean. Dirumah anak cowok semua ya?” langsung pada inti.

“iya dok”. Jawab si ibu sambil tertawa.

“ngak ada yang mau cuci piring ya?”

“hehehe, iya dok”. Jawab si ibu sambil tersenyum. Raut wajahnya lepas. Mungkin dia mau mengeluh sama keluarganya tapi ngak tau harus memulai dari mana. Dan karena udah kami singgung, akhirnya keluhan itu keluar juga.

Aku mulai geli. Pasien itu banyak ragamnya. Yang sakit ringan cuma jatuh tergores aspal, mengaduh heboh seolah patah tulang, ada yang sakit perut cuma naik asam lambung, mengaduh seolah udah perforasi organ, dll. tapi ada juga yang luka menganga tapi anteng anteng aja. Ada. Nah, untuk yang jenis seperti ini baru ibu ini. Kejujuran nya itu, luar biasa. Sesuai kadar.

“oh, ada dengar bang. Mamak butuh yang bantu dirumah”, kataku.

“iya dok, memang butuh hiburan”.jawab si ibu. Anak dan suaminya terdiam.

Ya Allah, aku semakin geli. Geli sekali melihat pasien ini. Ke instalasi gawat darurat cuma karena lemas dan butuh hiburan. Hmmmm. Ternyata selain dapat memberi bantuan berkat izin Allah, dokter juga di percaya mampu menghibur pasien. Luar biasa profesi yang satu ini. Yah, walau sering juga kami malah jadi muara semua salah.

Akhirnya, kak mul mengeluarkan kemampuan komunikasinya yang luar biasa. Kak mul menenangkan, sedikit memberi motivasi, sedikit menghibur dan banyak menyugesti si ibu dan keluarganya. hingga akhirnya 15 menit kemudian ibu tadi merasa nyaman dan minta pulang.

“terima kasih dokter”, katanya.

“sama sama buk, tetap semangat ya”, sambung kak mulya.

Si ibu dan keluarganya berlalu.

Aku tersenyum. Sedikit geli dan merasa aneh. Tapi eh, mamak di rumah ada kesepian ngak ya? Kalau beliau berulah demikian akan seperti apa jadinya?

Yah, menjadi dokter tidak mudah teman. Selain belajar lama, kita harus punya banyak kemampuan lain termasuk salah satunya mampu menghibur. Luar biasa. Melayoe, aceh besar