Makan!

Kami (aku dan abang) termasuk orang yang tidak begitu rajin makan ketika masih kecil. Bahkan ada saat saat dimana kami akan mogok makan. Alasannya macam macam, mulai dari tidak selera makan, bosan dengan makanan yang itu itu saja, atau kami sibuk bermain hingga lupa makan.

Disaat seperti ini lah. Mamak tetap mamak yang gundah gulana melihat anaknya tidak cukup asupan gizi. Beliau akan datang dan bertanya, “kenapa ngak makan?”, “lagi malas mak”, jawab kami.

“ambil nasi biar mamak suap”, perintahnya.

Wow! Kami tidak akan menolak. Semalas apapun makan, jika ada tawaran “disuap” kami jarang mampu menolak. Di suap mamak akan menambah rasa masakan 100x berlipat lipat enaknya. Kadang kadang kami malah menunggu moment mamak duduk di depan tv dengan sepiring nasi di tangan. Alias jam makan beliau. Disaat itulah kami mendekat dan “ak mak”, sambil membuka mulut selebar mungkin.

“alah, awak kah. Sabe peukaru lon pajoh bu”, katanya.

“hihihihihi”, kami cuma bisa ngejir sesaat dan cepat cepat “hah babah ube raya”. Setelah kami bilang “udah kenyang mak”, “kajeut, boh bu keu lon”? Jawabnya. Beliau baru melanjutkan makannya lagi.

Kadang kadang saat malas makan, beliau akan datang dan bilang “mau makan apa? Besok mamak ke pasar”. “yes, request time”. Kami akan request masakan kesukaan kami. Macam macam! “ayam masak merah, ikan merah sambal dengan daun ubi peleumak, keumamah, ikan pepes, kentang goreng, daging cabe ijo, atau sekedar sambal goreng paru selaras” hihihihi.

Selain request makanan, kami kadang kadang juga sering request kudapan sore. Kueh bhoi, bumphet (kolak dengan isi pulut segitiga di dalamnya” , timphan, bolu, bubur kacang hijau, rebusan janeng, dll. Dan untuk setiap request, mamak selalu bilang “yes”, besok kita buat.

Begitu tiba hari H, pagi pagi mamak sudah kepasar. Untuk membeli bahan masakan atau bahan kudapan. Soal persiapan, mamak luar biasa telitinya.

Beliau biasanya memasak kudapan saat kami mengaji, jadi begitu pulang “taraaaa”, kami punya kudapan lezat sore itu.

Beliau selalu bilang “pajoh beu abeh” . Dan ada sejuta kebahagiaan dimatanya saat melihat kami bergerak ke dapur untuk makan.

Aku sering nakal, setelah request aku hanya makan sesekali. Mungkin karena nafsu makan ku tidak sebaik sekarang. Berbeda dengan abang, jika dia sudah request dia tidak pernah mengingkari janji. Apapun itu akan lahap di makannya.

Makanya esok lusa jika aq request makanan, kami punya perjanjian berdua. “janji habiskan ya”, “yes mom”, dan mamak akan jawab “insyaallah besok mamak buat”. “horeeeeeee”.

Sekarang saat aku besar, aku paham betul bagaimana rasanya melihat apa yang kita masak tidak dimakan oleh orang lain. Ih, rasaaaanya!@#$//*^(#)@?$*’£#¥@?#¥#₩.

Mak, terima kasih untuk begitu banyak permintaan kecil dan besar kami yang selalu kau penuhi. Kau penuhi dengan tidak pernah ingkar janji. Kau penuhi dengan begitu banyak cara. Mamak, terima kasih.

#dan hingga sekarang saat aku sudah sebesar ini, aku masih suka saat disuap mamak. Selalu! Bukan manja, tapi karena ada sejuta rasa berbeda disana. Banda aceh 16/3/16

Advertisements

Brisk

“nong, boh minyeuk ok keu pimpun siat”, kata nenek ku.

“keun lage awak kakak sagai”, sambungnya.

Aku tertawa. Bangkit dan menuju pimpun. Pimpun ini sepupuku, Sekarang dia duduk d kelas 4 sd.

Ah, kata kata nenek menusuk jauh kedalam hati. “keun lage awak kakak sagai”.

Aku jadi teringat masa kecil ku dulu. Apa kata nenek benar. Kami tidak akan diizinkan kesekolah sebelum benar benar rapi oleh mamak.

Dirumah, aku dan abang ku punya ritme tubuh yang berbeda. Abang ku pasti bangun pagi sekali. Sedangkan aku selalu bangun sesuai dengan ritme tubuh yang aku buat sendiri. Selalu setelah abang selesai memakai baju. Walau sudah bangun jauh sebelum itu, tetap saja aku tidak akan beranjak.

Jadi, apapun aktivitas pagi yang dilakukan abang dan mamak aku tidak tau pasti. Yang pasti abang tidak lagi menyusun buku di pagi hari, karena sebelum tidur dia sudah menyelesaikan urusan itu. Salah satu nasehat mamak yang selalu di pegang kuat abang. Sedangkan aku? Hihihihi.

“ban di beudeh”, kata mamak. Kata kata favorit mamak untuk ku setiap pagi. Aku senyum jengir saja dan langsung masuk kamar mandi. Walau selalu dapat kata “ban di beudeh” ketika pagi, selama 6 tahun sekolah aku tidak pernah telat kesekolah, tidak pernah.

Selesai mandi, mamak sudah sedia di dapur. “jak keunoe”, katanya.

Aku mendekat. Dan rutinitas dimulai. Aku dipakaikan baju dari dalam hingga keluar. Selanjutnya sebelum memakai bedak, rambut kami akan disisir satu persatu. tidak lupa sebelum penyisiran, rambut kami akan diberikan minyak rambut dengan merk “BRISK”. minyak rambut ini punya dua kemasan biru dan hitam. Entah kenapa mamak lebih sering membelikan yang biru. Karena selalu dipakaikan minyak ini setiap pagi dalam hitungan tahun, aku sampai hafal betul baunya. Dan hasilnya, rambut sebeng kiri kami benar benar mengkilat dan rapi sebelum pergi kesekolah. Baru setelah itu kami di pakaikan bedak. Jika aku ingat ingat, penampilan kami begitu rapi sebelum kesekolah. Hahahahahaha. Apalagi rambut sebeng kiri yang luar biasa mengkilat.

Selanjutnya kami akan duduk di kursi teras. Jika malas makan, mamak akan menyuap kami satu persatu. Cukup 4 suapan. Bagaimana tidak, beliau selalu bilang “hah abah raya raya”. Maka dengan genggaman tangannya yang besar dan mulut kami yang lebar, maka 8x suapan nasi di piring pasti sudah bersih. 4 untuk aku dan 4 untuk abang yang sangat rajin itu.

Jika ada teman yang lewat atau jadwal berangkat sekolah sudah tiba, kami akan bersalaman. Pamitan mau kesekolah. Selalu begitu dalam hitungan tahun kanak kanak yang aku ingat.

Ah….

Banda aceh, 20 februari 2016