menulis!

Kelas 2 SD aku belum bisa membaca, tidak bisa membaca maka otomatis aku tidak bisa menulis. bagaimana aku bisa naik kelas, aku tidak tau. Mungkin karena nilai pelajaran lain bagus atau ada anak yang kemampuannya lebih kurang dari aku atau si guru kasian melihat aku yang imu imut ini, entahlah. Tapi yang pasti, naik kelas dua aku baru bisa melafalkan abjad.

Jadi, ada seorang guru agama. Yang kalau masuk mengajar agama, pasti sebelum pulang akan mengecek kemampuan menulis muridnya. Beliau akan memanggil kami secara acak maju kepapan tulis dan menuliskan kata yang beliau ucapkan.

Beberapa kali aku lolos. Tapi siang itu, aku terjerat jebakan maut.

“mutia, coba maju”. Kata ibu agama.

Anak SD kelas 2, apakah sudah punya rasa takut? Aku tidak ingat pasti. Tapi aku yakin saat itu aku merasakan yang namanya kengerian

Berlahan aku maju.

“coba tulis, menyenangkan”, kata guru agamaku.

Hihihihi. Aku galau saat itu. Celingak celinguk sana sini, persis seperti menunggu ilham datang. Aku mematung di depan, memang menunggu ilham.

Dua teman disisi kiri sudah berganti 2 kali, tapi aku masih disana.

“mutia, tulis terus. Apa lagi yang kamu pikir”, kata buk guru.

Andai beliau tau, anak kelas 2 SD yang namanya mutia itu sedang memikirkan bagaimana bentuk menyenangkan itu.

Aku memulai dengan meye lalu mati suri.

“ayo mutia, selesaikan terus”, kata guru agama lagi. Lagi dan lagi aku berusaha mencari ilham. Tapi, entah dari mana ilham datang, beberapa detik kemudian. Bismillah “meyenangkan”, tulisku.

“sudah mutia?”, tanya ibu guru kesekian kalinya.

Aku mengangguk takzim. Beliau bangkit dari kursinya dan melihat tulisanku.

“oh, udah betul ya. Tinggal tambah N jadi yang betol menyenangkan”, koreksi bu guru sambil tersenyum lalu mempersilahkan aku untuk duduk.

Alhamdulillah. Lega. Entah berapa banyak keringat bercucuran saat itu, entahlah. Yang pasti selesai kelas agama, tekad ku cuma 1. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa membaca dan menulis secepat mungkin. Harus!

 

xxxxx

 

Pulang dari sekolah, aku menghebohkan rumah. Memastikan setiap penghuni rumah mau megajarkan aku membaca. Sebenarnya, urusan ini adalah urusan umum. Seluruh isi rumah tau aku belum bisa membaca dan sudah lelah membujukku belajar. Tapi, hari ini tanpa di bujuk, aku datang. Datang untuk belajar. Aku harus bisa.

Sayang, seperti kebanyakan kejadian malam malam sebelumnya. Aku tidak kunjung padam bagaimana cara membaca ala keluaga ku.

Anak kelas 2 SD yang namanya mutia itu, akhirnya menyeberang kerumah tetangga.

“bang birin, ajarin dek nong membaca”, kataku sambil membawa buku bahasa indonesia kelas 2.

“sini”, katanya. Kami mulai belajar dari mengenal huruf, mengeja dan membaca. Sayang, lagi lagi ketika proses membaca tiba, aku gagal paham.

“baiklah, mari kita buat sederhana”, pikirku. Pikiran anak kelas 2 SD.

 

“ini bacaannya apa?” tanya ku.

 

“B-U-D-I”, jawab birin.

 

“ini”, kataku,

 

“A-D-A-L-A-H”, jawab birin lagi.

 

Oh, iyaiya. B-U-D-I dan A-D-A-L-A-H kataku dalam hati. Kalau gini tulisannya bacaanya budi, kalau ini adalah! Okeoke.

Sepanjang hari hanya itu yang aku hafal, hanya pola abjad itu yang aku ingat. Hingga berlahan sisa abjad lainnya mampu aku rangkai menjadi kata dan berlahan aku bisa membaca. Alhamdulillah. Bagaimana proses menghapal pola bisa berubah menjadi bacaan aku juga tidak paham. Yang penting aku bisa membaca kurang dari 7 hari setelah kejadian itu. Alhamdulillah.

Setelahnya, pelajaran agama adalah pelajaran yang paling aku tunggu. Tapi sayang, hingga naik kelas 3, nama mutia tidak pernah lagi di panggil ibu agama untuk maju ke depan. Hihihi.

Itulah belajar. Selama kita mau, Kita bisa belajar dari siapapun, dari manapun, karena alasan apapun. Jangan lelah untuk belajar ya mut! Semangat! Banda aceh 25 november 2015. Selamat hari guru, salam sayang untuk semua guru terutama guru agama yang sudah menggebleng mutia untuk serius membaca. Dunia dengan bisa membaca luar biasa.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s