OMAN

Mesjid ini terletak di jalan daud bereueh. Berdinding putih dangan kubah hijau yang gagah. Namanya mesjid agung almakmur. Tapi karena di bangun ulang oleh pemerintahan kesultanan oman setelah tsunami, mesjid ini juga terkenal dengan sebutan mesjid oman.

Mesjid ini, menjadi tempat favorit aku dan maya. Karena selain bangunannya yang megah, mesjid ini juga memberikan kenyamanan.

Mulai dari area parkir yang luas dan tertata. Selanjutnya tempat wudhu yang bersih dan tidak menyulitkan. Letaknya di sisi kiri dan berhubungan langsung dengan mesjid. Jadi tidak repot repot keluar masuk saat ingin bersuci.

Begitu masuk kedalam, suasana nya juga nyaman. Permadani merah bercampur kuning dan hijau membentang dari satu sudut ke sudut lainnya membuat mesjid ini terasa berbeda. Walau ini juga sering menjadi tanda tanya “gemana nyucinya ya?”, hihihihi.

Disekeliling bagian dalam nya juga penuh dengan kaligrafi dengan warna menarik! Cantik. Mirip mesjid mesjid di timur tengah.

Oleh karenanya, Aku dan maya selalu merasa nyaman salat disini. Saat kami tidak ada agenda untuk di lakukan, apalagi saat menjadi pengangguran yang terlunta lunta, dari pada waktu habis terbuang sia sia, kami sering salat disini. Letaknya pun tidak begitu jauh dari rumah.

Maya yang selalu khuyuk dalam hal apapun. Jadi waktu itu, setelah azan berkumandang, kami salat sunah masing masing. Aku mundur satu saf dari posisi awal dan maya maju satu saf kedepan. Setelah salat sunah, iqamah berbunyi. Dan kami meluruskan saf. Aku kembali ke saf awal. Agar cepat penuh bagian depan.

Begitu hendak merapikan saf, aku merasa janggal. Celingak celinguk kiri kanan, memastikan orang yang ada disampingku. Lho? Kok bukan si may. Kemana dia?

Aku kehilangan maya di antara saf saf wanita dewasa.

Saat mulai ancang ancang takbiratul ihram, tatapan mata sesaat melayang ke depan. Ke satu saf di depan aku, yaitu saf anak anak perempuan. Ya, Allah. Disitulah aku menemukan apa yang aku cari. Maya! Hihihihihi. Dia terdampar disana. Di saf anak anak perempuan. Sepertinya setelah salat sunah dia tidak kembali ke posisi awal.

Ya rabbi, sibuk dia meluruskan saf dengan anak anak perempuan yang masih nakal nakak itu. Aku tertawa, memperhatikan dia yang mulai kebingungan mengatur saf. Sedang di atur, yang satu tertawa, yang satu sedang sibuk mengatur mukena, yang lain sibuk dengan botol minum. Hingga beberapa detik kemudian dia berbalik badan.

“heh, ngapain disitu. Itu saf anak anak”, kata ku sambil tetawa. Saat dia berbalik menuju ke arah ku.

“ih, jahat x qe, pasti udah lama ketawain aku kan? Bukannya di panggil kita”, katanya, sambil mengatur posisi cantik disamping ku.

“hahahahahahahahaha, ngak ngeh ya itu saf anak anak?”kataku lagi.

“iya. Pantesan lah. Badannya segek aku, tapi kok muka anak anak semua. Susah susah diatur lagi”, jawabnya.

“makanya makan yang banyak, biar badan qe lebih besar dari anak anak itui”, kataku.

“ih, tetap aja qe paleh”, jawabnya ngambek.

“yaudah, takbir terus may, bentar lagi mau rukuk imamnya”, kataku. Dan kami bergegas takbiratul ihram.

Setelah salat, aku tidak bisa melupakan adegan itu.

“heh mut, jangan ketawain aku lagi”, katanya.

“iya may, iya. Hihihihihihi”, jawabku. may, may, bahkan saat kesal pun matanya tetap ramah.

Itulah maya, selalu khuyuk.

Cerita ini hanya sepenggal kisah, karena pada kenyataannya begitu banyak hal lain yang kami habiskan bersama di oman.

Makanya Selain dari sisi fisik, secara mental mesjid ini juga punya arti tersendiri bagiku. Iyess. Mesjid ini menyimpan banyak cerita dan begitu banyak doa doa yang memuai kelangit kami panjatkan disana bersama untuk setiap hal yang begitu absurd. Doa doa yang pada akhirnya di ijabah satu persatu oleh Allah dengan banyak cara untuk kami.

Sekarang, selain kemari untuk beribadah dengan nyaman, sesekali saat aku begitu rindu padanya, atau saat berlahan kesibukan dunia membuat aku lupa padanya, aku akan kemari. Kembali ke mesjid ini. Bukan untuk mengusik ngusik kenangan. Tapi seperti petuah orang tua, saat kau merindukan orang terbaik yang telah tiada maka “berdoa lah” untuknya. Berdoa agar dia baik disana dan akan dipertemukan lagi di dalam surgaNya. Amin.

Untuk mesjid oman, semoga bisa terus memberikan kenyamanan. Banda aceh 11 nov 2015.

Mesjid oman
                        Mesjid oman

IMG_20151111_070723

20150608_151103

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s