25!

Waktu SD, aku berangkat sekolah jalan kaki. Jaraknya bisa di tempuh sekitar 15 menit. Rutenya selalu sama. deretan rumah kayu, bengkel mobil, jembatan, warung pa cita, SD 1, kantor polisi, dan kantor telkom. Itu itu saja. Kalau disuruh berjalan sambil tutup mata, aku rasa aku tetap akan sampai ke SD. Sangking hapalnya rute itu. 6 hari dalam seminggu aku melewatinya.Tidak ada hal yang istimewa selain warung pacita. Warung kecil yang penuh jajanan dan mainan.

Tapi, ada yang menarik di setiap perjalanan pagi ini. Aku biasa berangkat sekolah jam 7 pagi, teng!. Waktu dari rumah hingga sampai ke jempatan membutuhkan waktu sekitar 7 menit. Jadi selalu di jam 7. 07 aku akan berpapasan dengan seorang kakak yang membonceng dua anak SD di belakangnya dengan motor merk supra. Selalu, entah itu dia menuju ke sekolah atau dia dari arah sebaliknya. Sampai saat ini, aku tidak tau siapa 2 anak SD itu, apalagi si kakak. Apa yang menarik?

Dimata anak SD seperti ku, kakak itu terlihat keren. Sepagi ini dia sudah bangun, bisa mengendarai motor, dan meringankan tugas orang tua dengan mengantar adik adiknya kesekolah. Keren kan? Selalu tersibak dalam hati, nanti ketika besar, aku ingin seperti dia. Akan kah aku juga akan terlihat keren? Semoga saja ada anak SD yang matanya seperti ku. Hahahahaha.

Saat aku sedikit besar lagi, aku sering duduk disamping kakak kakak saat naik mobil angkutan umum. Wahm keren ya menjadi kakak kakak. Kemana mana sendiri, dengan perlengkapan milik sendiri. Nanti ketika aku besar akan seperti ini tidak?

Dulu, pemikiran ku tentang menjadi besar hanya sesederhana itu. Bangun pagi, bisa mengendarai motor, membantu sedikit pekerjaan rumah orang tua, berpergian kemana mana sendiri dan punya perlengkapan pribadi atas namaku. Selesai. Ternyata? Hahahahahahahahahaha.

Ternyata menjadi besar dengan sendirinya membuat kita bisa melakukan hal diatas tanpa kita sadari. Hey, mut kecil. Kau sudah keren sekarang. Hahahahahaha.

Sedikit besar lagi, saat ada yang cerita “umur dua puluan”, bayangan ku langsung pada sesosok orang yang ” performance menyakinkan, bicara teratur dan sopan, sudah mampu membahagian orang tua, mapan secara finansial, pengambil keputusan yang baik, bertanggung jawab, mampu mengurus rumah, berani, dsiplin dan sesosok kakak yang hebat untuk adik adiknya dan teman terbaik untuk sahabatnya”.

Tapi ternyata, saat kenyataan membawa ku pada angka segitu. Ya Allah. Expectasiku terlalu tinggi tentang angka itu. Hahahahaha. Karena aku masih saja usil, pecicilan, slengean, panikan, sering bimbang, urakan, belum kuat dengan tanggung jawab dan disiplin !!!! Aku ingkar dengan imajinas ku sendiri.

Ah, sudah 25 tahun. Padahal baru kemarin aku melewati jembatan ke sekolah, terkagum dengan kakak itu, selalu wow dengan dia yang duduk manis di samping kaca angkutan umum, merasa keren saat bisa naik motor.

Iya, sudah 25 tahun ternyata. Ya Allah, ahamdulillah. Alhamdulillah untuk tahun yang sudah banyak berlalu, untuk begitu banyak cinta di dalamnya, untuk ruahan kasih sayang, untuk begitu banyak kesempatan disana, untuk begitu banyak orang baik yang terus datang dalam hidup. Terima kasih ya Allah.

Maaf belum bisa menjadi hamba yang baik, anak terbaik untuk orang tua terbaik, belum menjadi adik sekaligus kakak terbaik dan belum menjadi teman terbaik. Padahal sudah seperempat abad.

Semoga masih diberikan kesempatan untuk belajar mengejar impian menjadi “sesosok” yang pernah ada dalam banyangan ketika aku sedikit besar itu. Amin. Amin. Amin. dan di beri waktu untuk terus memperbaiki diri untuk menjadi orang terbaik untuk semua yang ada disekitar aku.

Satu hal yang aku pelajari. Bahwa, ingin menjadi seperti apapun kita di umur yang kesekian, kita tetap adalah akumulasi proses dari umur 1 ke 2, 2 ke 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, hingga umur kesekian. Jadi jangan menunda membangun diri menjadi seperti apa yang kita inginkan di umur kesekian itu. Lakukan sekarang karena saat umur kesekian datang, kita cuma bisa melihat dan merasakan tanpa pernah bisa berbuat apa apa.

Bismillah. Semoga dijabah doa. Amin. Banda aceh 7 oktober 2015. Selamat 25 tahun mutia rahmah!

9 tahun lalu. Semoga tidak cuma badan yang tumbuh, tapi si pikir , si sikap dan si tindakan juga tumbuh jadi lebih baik
9 tahun lalu dan sekarang. Semoga tidak cuma badan yang tumbuh, tapi si pikir , si sikap dan si tindakan juga tumbuh jadi lebih baik
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s