menulis!

Kelas 2 SD aku belum bisa membaca, tidak bisa membaca maka otomatis aku tidak bisa menulis. bagaimana aku bisa naik kelas, aku tidak tau. Mungkin karena nilai pelajaran lain bagus atau ada anak yang kemampuannya lebih kurang dari aku atau si guru kasian melihat aku yang imu imut ini, entahlah. Tapi yang pasti, naik kelas dua aku baru bisa melafalkan abjad.

Jadi, ada seorang guru agama. Yang kalau masuk mengajar agama, pasti sebelum pulang akan mengecek kemampuan menulis muridnya. Beliau akan memanggil kami secara acak maju kepapan tulis dan menuliskan kata yang beliau ucapkan.

Beberapa kali aku lolos. Tapi siang itu, aku terjerat jebakan maut.

“mutia, coba maju”. Kata ibu agama.

Anak SD kelas 2, apakah sudah punya rasa takut? Aku tidak ingat pasti. Tapi aku yakin saat itu aku merasakan yang namanya kengerian

Berlahan aku maju.

“coba tulis, menyenangkan”, kata guru agamaku.

Hihihihi. Aku galau saat itu. Celingak celinguk sana sini, persis seperti menunggu ilham datang. Aku mematung di depan, memang menunggu ilham.

Dua teman disisi kiri sudah berganti 2 kali, tapi aku masih disana.

“mutia, tulis terus. Apa lagi yang kamu pikir”, kata buk guru.

Andai beliau tau, anak kelas 2 SD yang namanya mutia itu sedang memikirkan bagaimana bentuk menyenangkan itu.

Aku memulai dengan meye lalu mati suri.

“ayo mutia, selesaikan terus”, kata guru agama lagi. Lagi dan lagi aku berusaha mencari ilham. Tapi, entah dari mana ilham datang, beberapa detik kemudian. Bismillah “meyenangkan”, tulisku.

“sudah mutia?”, tanya ibu guru kesekian kalinya.

Aku mengangguk takzim. Beliau bangkit dari kursinya dan melihat tulisanku.

“oh, udah betul ya. Tinggal tambah N jadi yang betol menyenangkan”, koreksi bu guru sambil tersenyum lalu mempersilahkan aku untuk duduk.

Alhamdulillah. Lega. Entah berapa banyak keringat bercucuran saat itu, entahlah. Yang pasti selesai kelas agama, tekad ku cuma 1. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa membaca dan menulis secepat mungkin. Harus!

 

xxxxx

 

Pulang dari sekolah, aku menghebohkan rumah. Memastikan setiap penghuni rumah mau megajarkan aku membaca. Sebenarnya, urusan ini adalah urusan umum. Seluruh isi rumah tau aku belum bisa membaca dan sudah lelah membujukku belajar. Tapi, hari ini tanpa di bujuk, aku datang. Datang untuk belajar. Aku harus bisa.

Sayang, seperti kebanyakan kejadian malam malam sebelumnya. Aku tidak kunjung padam bagaimana cara membaca ala keluaga ku.

Anak kelas 2 SD yang namanya mutia itu, akhirnya menyeberang kerumah tetangga.

“bang birin, ajarin dek nong membaca”, kataku sambil membawa buku bahasa indonesia kelas 2.

“sini”, katanya. Kami mulai belajar dari mengenal huruf, mengeja dan membaca. Sayang, lagi lagi ketika proses membaca tiba, aku gagal paham.

“baiklah, mari kita buat sederhana”, pikirku. Pikiran anak kelas 2 SD.

 

“ini bacaannya apa?” tanya ku.

 

“B-U-D-I”, jawab birin.

 

“ini”, kataku,

 

“A-D-A-L-A-H”, jawab birin lagi.

 

Oh, iyaiya. B-U-D-I dan A-D-A-L-A-H kataku dalam hati. Kalau gini tulisannya bacaanya budi, kalau ini adalah! Okeoke.

Sepanjang hari hanya itu yang aku hafal, hanya pola abjad itu yang aku ingat. Hingga berlahan sisa abjad lainnya mampu aku rangkai menjadi kata dan berlahan aku bisa membaca. Alhamdulillah. Bagaimana proses menghapal pola bisa berubah menjadi bacaan aku juga tidak paham. Yang penting aku bisa membaca kurang dari 7 hari setelah kejadian itu. Alhamdulillah.

Setelahnya, pelajaran agama adalah pelajaran yang paling aku tunggu. Tapi sayang, hingga naik kelas 3, nama mutia tidak pernah lagi di panggil ibu agama untuk maju ke depan. Hihihi.

Itulah belajar. Selama kita mau, Kita bisa belajar dari siapapun, dari manapun, karena alasan apapun. Jangan lelah untuk belajar ya mut! Semangat! Banda aceh 25 november 2015. Selamat hari guru, salam sayang untuk semua guru terutama guru agama yang sudah menggebleng mutia untuk serius membaca. Dunia dengan bisa membaca luar biasa.

 

Advertisements

hey kamu, aku rindu

Banda aceh 21 november 2015

Ada hal istimewa terjadi hari ini? Entah lah. Mungkin saja ada tapi karena mood sedang tidak baik maka hari ini terasa biasa saja. Walau demikian alhamdulillah ya allah.

Satu hal yang pasti aku tau malam ini adalah aku rindu. Rindu dengan kakak terbaik, teman terbaik, maya.

May, aku kangen.

Hmmmmm. Maya, qe paling tau. Dari kecil aku jarang ditinggal sendirian. Walau mamak sering sakit, kadang kadang tidur lama atau masuk rumah sakit, pasti akan ada yang selalu kawanin aku. Entah itu paman, acut, ayah, atau abang aku. Tempat aku paling sempurna bisa merengek.

Begitu aku besar, aku ketemu kalian. Qe, fikri, uja dan semua anak barak yang membuat hidup aku ngak pernah sepi.

Saat kuliah aku punya qe, nanda, haura dan akin. Yes. Alhamdulillah. Hidup aku ngak pernah benar benar sendirian

Tapi saat semua mulai selesai, kuliah kita selesai, qe juga pergi dan berhenti menemani aku. Disitu aku baru tau, apa itu sepi. Sepi yang masuk hingga ke tulang. Ngilu. sepi maaaaaay! Sempurna sepi.

Qe tau? Karena menghindari sepi, aku jaga klinik mirip l300. Dari satu klinik ke klinik lainnya. Tapi sepi di dalam hati tetap sepi. Segaduh apapun dunia diluar sana, kalau di hati kita sepi, tetap aja sepi may. Ngak ada qe, ngak ada nanda, haura, akin dan kebersamaan kita.

Sekarang, kalau qe ada, pasti kita lagi duduk cantik di depan tv sambil nonton atau sekedar tidur malas di kamar sambil kepoin orang. Ah, candy crash may. Masih ingat? Saat ada waktu luang, kita sering adu adu level. Padshal permainannya asik gitu gitu aja, tapi kita selalu punya banyak cara menikmatinya.

“mainin punya aku mut, udah 3 hari ngak naik naik level”, kata qe.

Sekarang? Aku bahkan ngak punya selera main lagi setelah qe ngak ada. Ngak ada sisi menariknya permainan itu tanpa qe.

Mayaaaaaaaaaa! Aku kangen, kangen, kangen kali sama qe. Disini sepi may.

Baik baik disana yaaa.

Sekarang juga waktu makan malam kita. Waktu kita ngaduk ngaduk dapur untuk menghabiskan makanan biar ngak ada yang bersisa. Qe paling kesal kalau ada makanan bersisa di meja. “sayang buang buang makanan”.

May, aku mau mandi bentar lagi. Hihihihi, jam 20.00. Kalau ada qe, pasti ada yang repetin. Jangan mandi malam malam mut. Sekarang? Hihihihihihi. Aku bebas may, bebas melakukan apapun yang aku mau dalam sepi yang menyanyat hati.

Youp! And you know may. Motor aku akhirnya berganti ban. Setelah 7 tahun di pakai. Semoga ngak sering bergoyang lagi ya. Kemaren pas siang bolong, aku lapar dan ngantuk,,eh malah bannya bocor lagi. Aku sediiiiih! Sendirian pula, ngak ada kawan berantam. biasanya kan, selalu ada qe. Tapi akhirnya setelah proses panjang, ban siap di tambal dan tekat aku bulat. Segera harus ganti ban!! Akhirnya.

Dan akhirnya juga, motor aku kena air setelah sekian lama. Ternyata warnanya donker n hitam ya may. Hahahahahaha. Aku pikir cream campur biru laut sangking kusamnya.

Eh eh eh. Tadi rapat instership lah. Kalau qe ada pasti kita lagi intership. Yes, mungkin qe akan disigli dan aku disini. Tapi kita tetap kita. Kalau ketemu pasti gaduh, kalau jauh pasti rindu.

 

May, aq mau mandi dulu ya. Biar ngak semakin galau gara gara kangen sama qe.

 

Doa aku selalu ada untuk qe may, insyaallah terbaik. Tunggu aku ya, ditempat terbaik. Ada banyak hal yang mau aku ceritain. May, I miss u, so much!

PhotoGrid_1448287792591

hey gadis keibuan!

Malam mulai larut. Tapi para gadis gadis cantik yang sedang berkumpul, masih saja susah untuk memulai tidur. Padahal besok ada agenda panjang yang harus diselesaikan. Gadis gadis cantik itu adalah aku, shinta, lely. Untungnya ada gadis cantik keibuaan yang mengingatkan mereka untuk segera tidur. Dia adalah maulida alias momo.

“tidur terus hai. Besok kita harus gerak cepat”, kata momo.

“oke mo”. Jawab ku setelah lelah hahahihihi.

“iya, besok kalau bisa jam 8 teng kita udah mulai gerak ya. Biar gk lama di jalan”, tambah maisa. Oh ya, sekarang kami sedang liburan dan menginap di rumah maisa, teman karib momo.

“iyes”, jawab sinta. Akhirnya pembicaraan di tutup dan gadis gadis pergi tidur.

xxxx

Azan subuh berkumandang. Momo segera bangun, dia langsung salat. Setelah itu dia membereskan keperluan untuk jalan jalan hari ini. Setelah nya dia duduk cantik di depan tv sambil makan pagi.

“mut, lely, sinta, bangun”, katanya dari luar. Sebenarnya sebelum panggilan itu, aku tidak tau persis apa yang sudah di lakukan momo. Yang diatas hanya perkiraan ku saja. Tapi nyaris 80% aku yakin.

“iya mo”. Jawabku.

“sin, qe aja dulu bangun. Siap itu aku ya”, kataku.

“jangan mut, qe aja dulu”, balas sinta.

“hahahahaha, apa kalian ini. Gitu gitu aja terus sampek subuh habis. Bangun hai. Salat terus satu satu. Sambil tunggu yang lain salat, sebagian mandi dan makan. Kamar mandi juga ada dua”, jelas momo.

“lik, bangun lik”, ajak sinta.

“udah hai, mut bangun mut, salat terus qe, sinta mandi terus. Siap mutia salat leli salat, habis tu mandi. Baru Makan”, jelas momo.

“iya, gerak terus”, sambung maisa.

Kami akhirnya bangkit. Melaksanakan perintah momo. Hihihihihihihi.

Itulah momo! Ibu ibu. Kalau kemana mana dengan momo itu, harus tepat waktu. Dia paling ngak suka yang telat telat. semua yang dia lakukan sudah bisa dia ukur sendiri! Misalnya, dia udah tau persis berapa lama dia mandi, pakek baju, mematut diri di kaca, keluarin honda, dll. Hingga ukuran menitnya. Kira kira sekian menit. Makanya jauh sebelum itu dia udah siap2 terus. Tapi sayang, karena semua temannya doyan telat termasuk kami kami ini, jadi kalau janjian selalu gini, “aku ngak lama siap siap, yang lama itu tunggu kalian, jadi kalau udah mau gerak ke rumah aku bilang ya, biar aku mandi”. Beuuuuuh. Tape begitulah adanya.janji jam 8 dengan momo, maka jam 8 lah waktunya.

Selain itu, kalau mau kemana mana juga harus jelas. “kita jangan berputar, putar. Selesai dari sini kita kemari, jadi ngak disitu situ aja. Banyak kali habis waktu. Atau, jangan lama kali mikir makan dimana, kita ke kfc aja”, katanya.

Dia juga yang paling sering mengurus masalah pesan makanan dan bayar makan jika kami pergi pergi. Ahli sekali. Wajar sih, masih ingat cerita tentang FLASH? Nah, untuk acara seakbar itu, momo berhasil jadi ketua seksi konsumsi. Kemampuannya dalam urusan mengkoordinir itu tidak kacang kacang. Ibu ibu sekali.

Dengan mendengar cerita diatas, pasti semua akan membayangkan maulida adalah sosok yang mengerikan kan? Tidaaaaak, dia adalah wanita yang juga suka hura hura. Hura huranya memang sedikit saja sebagai bumbu penyedap atau seperti daun sop di dalam kuah daging. Sedikit tapi berasa. Ibu-ibu lah pokoknya.

Makanya, Allah segerakan momo menyalurkan sikap ibu ibu nya, karena berselang 4 bulan dari hari itu. Ditengah siang bolong aku mendapat berita bahagia.

“mut, datangnya ke tunangan aku nanti malam”. Isi bbmnya.

Hihihihihi. “alhamdulillah mo. Tapi ngak main main kan?”, balasku.

“insyaallah ngak mut”, blasnya.

Wajarkan aku bertanya, tanpa angin tanpa hujan hanya terik matahari siang bolong tiba tiba momo mau tunangan. Banyak yang akhirnya konfirmasi ke aku.

“betol mut?”

“untuk orang yang amanah, fatanah, tabliq dan siddiq seperti momo, seperti nya dia ngak mungkin berbohong. Hinihihi. Jadi pergi kita nanti malam kan?” jawab ku.

XXXXXXX

dan alhamdulillah, tanggal 30 oktober kemarin ijab kabul sudah dilaksanakan. Momo sah menjadi seorang istri dari bang haikal sekarang dan semakin bebas menyalurkan bakat keibuanya. Semoga bang haikal ngak batat kayak kami ya mo, jadi qe ngak harus cerewet tiap pagi. Hihihi.

Barakallah momo, semoga sakinah, mawaddah dan warrahmah ya keluarganya. Semoga kalian juga bisa berumah dalam cinta, bersama menapaki tangga menunuju surga. Amin

Barakallah juga untuk maisa atas penyempurnaan setengah agamanya. Semoga sakinah mawaddah warrahmah ya. Amin.

Sekali kali kalau jalan jalan, bolehlah kami culik kalian. Karena we always need both of you to be our mom  Hihihihihihi. Banda aceh, 15/11/15

Barakallah ya mo. Jodoh memang sering jaraknya kurang 6 dari 60 meter dari rumah mo. Hihihi
Barakallah ya mo. Jodoh memang sering jaraknya kurang dari 60 meter dari rumah mo. Jadi kalau bertamu ngak susah. 
Barakallah maisa.... sakinah, mawaddah, warrahmah ya
Barakallah maisa…. sakinah, mawaddah, warrahmah ya

mencuri pagi

“nyan singoh bek mayeum”, kata ayah.

Aku mengangguk. Melanjutkan menonton tv. Itu adalah kata kata yang selalu ayah ucapkan sebelum berangkat tidur, jika esoknya aku punya janji dengannya. Janji untuk ikut ayah pergi kerja.

Rumah ku letaknya di loksukon, aceh utara. Kota kecil yang sederhana dan karena kesederhanaan itu, ada beberapa hal yang tidak ada disana. Jadi, Mau tidak mau untuk memenuhi hal yang tidak ada itu, terkadang aku harus ke loksemawe yang jaraknya sekitar 45 menit dari rumah. Kebetulan ayah bekerja disana. Oleh karenanya, jika ingin ke loksemawe aku sering ikut ayah pergi kerja.

Ayah adalah laki laki yang disiplin dan giat dalam urusan pekerjaan. Jarang sekali beliau terlambat ke kantor. Biasanya setelah subuh ayah tidak tidur lagi. beliau akan Duduk cantik di depan tv, menonton berita. Saat matahari mulai muncul, beliau akan keluar. “mencukeh cukeh” sedikit kebun kesayangannya sebentar kemudian masuk dan mandi. Pukul 7 teng, beliau sudah selesai dan siap berangkat ke kantor.

Selalu begitu. 5 hari dalam seminggu. Karena disiplin itulah, jika aku berjanji akan ikut ayah besok ke kantor, pesan beliau cuma satu “bek mayeum mayeum, ayah telat euntek”. beliau tau betul perangai anak gadisnya. Hihihi.

Pagi tiba. Ah! Aku ketiduran lagi setelah subuh. Begitu sadar, aku langsung bangkit dan mandi. Tak tampak dimana ayah. Begitu aku selesai mandi, ternyata ayah sudah siaga di depan pagar. “bek mayeum nong”. Katanya.

“keun kaleuh ayah peugah malam”,

“oke. Siat”. Jawab ku. Yah, aku kalah dengan langkah ayah masalah pergi pagi pagi begini. Akhirnya aku mengenakan baju seadanya, memakai jelbab asal saja, menarik tas dan segera keluar. Nanti kita rapikan.

Sebenarnya ini bukan kali pertama kami berjanji dan bukan kali pertama aku begini. Ini adalah kejadian yang kesekian kali. Hihihi. Pernah aku mau ikut ayah, parahnya saat aku baru bangun dari tidur kedua, ayah sudah stand by di pagar. Jadi, mau tidak mau aku pergi taanpa mandi. Mandinya di rumah abang aja. Atau ya begini, ikut ayah tapi masih belum rapi. Gemana mau rapi, baru selesai kita mandi ayah sudah stand by di pagar. “bek mayeum nong, ayah telat”. sehebat apapun aku berakrobat, tetap saja tidak mampu melangkahi cepatnya gerakan beliau. Huft.

Sebenarnya masalahnya satu, aku susah tidak tidur setelah subuh, beda dengan ayah. Beliau bisa “ON” setelah subuh. Hingga suatu hari aku bertanya pada ayah.

“Yah, ayah kok sanggup bangun pagi cepat. Adek selalu kalah sama ayah kalau pergi pagi pagi?” kataku.

“ooh. coba lihat. Ayah tidur cepat. Jam 9 teng ayah udah mulai tidur. Jadi waktu tidurnya cukup. Besok pagi ayah bangun dengan segar dan ngantuk lagi habis subuh. Ini adek, jam 12 belom tidur. Mana ada cerita. Ayah udah mandi, adek meuteng lam tika eh. Nyan gohlom ka cen cen kenoe keudeh”, jawabnya. Aku terdiam sesaat. Yes, siapa yang paling tau tentang kita? Jawabannya adalah orang tua.

Hihihihihi. “udah terbiasa pas kuliah ya”, jawabku.

“apa cerita juga”, jawab ayah. “tidur cepat, bangun cepat! Banyak hal yang bisa yang kita lakukan dengan bangun pagi cepat”, jelasnya lagi.

Aku mengangguk pelan. Insyaallah besok akan coba tidur cepat. Tapi apa daya, anak muda tetap anak muda. Expectasi sering tidak sesuai dengan kenyataan.

Pernah beberapa kali bisa menerapkan nasehat ayah. Dan hasilnya luar biasaaa bisa “mencuri hari”. Tidur cepat dan bangun cepat. Akrobat sedikit, banyak hal selesai di kerjakan. Begitu lihat jam? Wow! Masih sepagi ini dan masih ada cerita “sekarang mau ngapain lagi?”.

Tapi sayang, cuma sesekali. Padahal kalau bisa dilakukan setiap hari, sempurna aku bisa mencuri hari! Oh, pagi ku. ayah!!!!!i miss u. Banda aceh 12 november 2015.

Laki laki pertama yang selalu memastikan
Laki laki pertama yang selalu memastikan tidak ada yang menyakiti anak perempuannya

OMAN

Mesjid ini terletak di jalan daud bereueh. Berdinding putih dangan kubah hijau yang gagah. Namanya mesjid agung almakmur. Tapi karena di bangun ulang oleh pemerintahan kesultanan oman setelah tsunami, mesjid ini juga terkenal dengan sebutan mesjid oman.

Mesjid ini, menjadi tempat favorit aku dan maya. Karena selain bangunannya yang megah, mesjid ini juga memberikan kenyamanan.

Mulai dari area parkir yang luas dan tertata. Selanjutnya tempat wudhu yang bersih dan tidak menyulitkan. Letaknya di sisi kiri dan berhubungan langsung dengan mesjid. Jadi tidak repot repot keluar masuk saat ingin bersuci.

Begitu masuk kedalam, suasana nya juga nyaman. Permadani merah bercampur kuning dan hijau membentang dari satu sudut ke sudut lainnya membuat mesjid ini terasa berbeda. Walau ini juga sering menjadi tanda tanya “gemana nyucinya ya?”, hihihihi.

Disekeliling bagian dalam nya juga penuh dengan kaligrafi dengan warna menarik! Cantik. Mirip mesjid mesjid di timur tengah.

Oleh karenanya, Aku dan maya selalu merasa nyaman salat disini. Saat kami tidak ada agenda untuk di lakukan, apalagi saat menjadi pengangguran yang terlunta lunta, dari pada waktu habis terbuang sia sia, kami sering salat disini. Letaknya pun tidak begitu jauh dari rumah.

Maya yang selalu khuyuk dalam hal apapun. Jadi waktu itu, setelah azan berkumandang, kami salat sunah masing masing. Aku mundur satu saf dari posisi awal dan maya maju satu saf kedepan. Setelah salat sunah, iqamah berbunyi. Dan kami meluruskan saf. Aku kembali ke saf awal. Agar cepat penuh bagian depan.

Begitu hendak merapikan saf, aku merasa janggal. Celingak celinguk kiri kanan, memastikan orang yang ada disampingku. Lho? Kok bukan si may. Kemana dia?

Aku kehilangan maya di antara saf saf wanita dewasa.

Saat mulai ancang ancang takbiratul ihram, tatapan mata sesaat melayang ke depan. Ke satu saf di depan aku, yaitu saf anak anak perempuan. Ya, Allah. Disitulah aku menemukan apa yang aku cari. Maya! Hihihihihi. Dia terdampar disana. Di saf anak anak perempuan. Sepertinya setelah salat sunah dia tidak kembali ke posisi awal.

Ya rabbi, sibuk dia meluruskan saf dengan anak anak perempuan yang masih nakal nakak itu. Aku tertawa, memperhatikan dia yang mulai kebingungan mengatur saf. Sedang di atur, yang satu tertawa, yang satu sedang sibuk mengatur mukena, yang lain sibuk dengan botol minum. Hingga beberapa detik kemudian dia berbalik badan.

“heh, ngapain disitu. Itu saf anak anak”, kata ku sambil tetawa. Saat dia berbalik menuju ke arah ku.

“ih, jahat x qe, pasti udah lama ketawain aku kan? Bukannya di panggil kita”, katanya, sambil mengatur posisi cantik disamping ku.

“hahahahahahahahaha, ngak ngeh ya itu saf anak anak?”kataku lagi.

“iya. Pantesan lah. Badannya segek aku, tapi kok muka anak anak semua. Susah susah diatur lagi”, jawabnya.

“makanya makan yang banyak, biar badan qe lebih besar dari anak anak itui”, kataku.

“ih, tetap aja qe paleh”, jawabnya ngambek.

“yaudah, takbir terus may, bentar lagi mau rukuk imamnya”, kataku. Dan kami bergegas takbiratul ihram.

Setelah salat, aku tidak bisa melupakan adegan itu.

“heh mut, jangan ketawain aku lagi”, katanya.

“iya may, iya. Hihihihihihi”, jawabku. may, may, bahkan saat kesal pun matanya tetap ramah.

Itulah maya, selalu khuyuk.

Cerita ini hanya sepenggal kisah, karena pada kenyataannya begitu banyak hal lain yang kami habiskan bersama di oman.

Makanya Selain dari sisi fisik, secara mental mesjid ini juga punya arti tersendiri bagiku. Iyess. Mesjid ini menyimpan banyak cerita dan begitu banyak doa doa yang memuai kelangit kami panjatkan disana bersama untuk setiap hal yang begitu absurd. Doa doa yang pada akhirnya di ijabah satu persatu oleh Allah dengan banyak cara untuk kami.

Sekarang, selain kemari untuk beribadah dengan nyaman, sesekali saat aku begitu rindu padanya, atau saat berlahan kesibukan dunia membuat aku lupa padanya, aku akan kemari. Kembali ke mesjid ini. Bukan untuk mengusik ngusik kenangan. Tapi seperti petuah orang tua, saat kau merindukan orang terbaik yang telah tiada maka “berdoa lah” untuknya. Berdoa agar dia baik disana dan akan dipertemukan lagi di dalam surgaNya. Amin.

Untuk mesjid oman, semoga bisa terus memberikan kenyamanan. Banda aceh 11 nov 2015.

Mesjid oman
                        Mesjid oman

IMG_20151111_070723

20150608_151103

toa musalla

Kami jaga siang. Kami disini, aku dan kak mulya. Karena satu dan banyak hal, akhirnya siang itu kami berangkat ke rumah sakit bersama. Dan seperti biasa, sebelum masuk ke igd kak mulya harus absen dulu. Aku biasanya ikut saja saat kak mul mengabsen. Sekalian cuci mata.

Di perjalanan antara tempat parkir dan absen, lewat seorang adik. Umurnya sekitar 10 tahunan. Aku sih biasa saja dengan si adik. Mata ku kurang jeli melihat hal yang berbeda. Beda dengan kak mul, matanya itu mirip detektor.

“mut, mut, lihat lah rambut adek itu.keren kali di cat. Dikit aja diatas”, kata kak mul dengan volume suara yang tidak di tahan tahan.

Aku menjadi tertarik dan menoleh. Iya sih, ada sejumput rambut di bagian depan kepala si adik yang warnanya beda. “kayaknya emang gitu kak mul, mut juga ada kawan yang gitu tipe rambutnya”. Jawabku sambil langsung terbayang, teman laki laki yang menyanyikan lagu jubrai di depan kelas waktu SMA dulu. Rambutnya persis seperti adik tadi tapi dengan volume lebih sedikit.

“ngak mungkin mut, karena ngak dari bawah beda warnanya. Di cat pasti rambutnya”, sambung kak mulya.

Aku hanya tersenyum saja.

“hana, nyan cit ok droe. Kana dari ubit keun di cet”, kata seorang bapak yang jaraknya sekitar 3 meter di belakang anak tadi.

Kami kaget, terutama kak mul.

“hehehehehe, nyeu pak”, kekehan kak mul.

“lon ayah jih”, sambung si bapak lagi. Nadanya memang tidak marah, tapi terdengar sedikit kesal.

“jeut juet pak”, jawab kak mul dengan salah tingkah.

“hshahahahahahahaha, kakak mul. Toa musalla sih”, kataku sambil tertawa geli. Tertangkap basah!

xxxxxx

Kali ini kami jaga pagi. Saat matahari mulai sedikit naik menuju siang, sebuah ambulan datang. Lalu turun perawat dengan pasien dan surat rujukan.

Bang audi maju. Seperti prosedur biasa, bang odi mengecek nama pasien, diagnosis dan terapi. Selesai. Kakak perawat tadi lalu pergi membuat lembar igd.

Beberapa saat kemudian, si kakak kembali lengkap dengan lebar igd.

“ih, kak mul kalau nanti rujuk rujuk pasien ke bang odi harus hati hati”, kata kak mul lagi lagi dengan toa musalla.

“kenapa emank kak?”, tanyaku.

“itu lihat. Salah salah diagnosis di foto sama dia”, jawab kak mul.

Aku semangat mengintip. Memang sih sedikit aneh diagnosisnya, hipertensi stage 3.

Tapi tiba tiba, dari arah depan seorang kakak angkat bicara. “dokter kami masih baru di puskemas, tapi udah lama jadi dokter di instansi pemerintah”, kakak itu adalah perawat tadi. Berdiri tepat di depan kami.

“hehehehehe”, kak mul tersenyum salah tingkah tertangkap basah Bang odi terdiam sesaat dan aku sedang sakit perut menahan tawa. Takut dikira tidak sopan.

Ah kak mul. Toa musallah sih suaranya. Hahahahahahahaha! Siang itu kami selesaikan secara adat dengan tertawa ketika si kakak pergi.

jodoh itu pasti ketemu

Namanya nita. Teman duduk SMA selama satu tahun. Tempat curhat paling yes di waktu masih labil. Dan orang yang selalu setia membantu aku “mengarsir” rancang bangun pak martian. Arsiran nita menurut ku nomer dua setelah maya. Kalau maya tidak usah di tanya, pak martian sendiri mengakui “ini bukan kamu buat kan?” , sangking bagusnya arsiran itu. Hahahahaha. jelas lah pak. Kalau aku arsir butuh waktu 7 menit, nita 15 menit maka maya 35 menit. “aku ngak bisa ngak maksimal mut”.

tamat SMA kami berpisah. Nita lanjut kuliah di medan dan kerja disana hingga sekarang dan aku setia tinggal di banda aceh. Kami bertemu setelah lama berpisah bisa di hitung. Antara 0-2 kali dalam 3 tahun. Makanya moment saat nita ke banda aceh, adalah moment yang tidak bisa di lewatkan.

“mut, nita udah di banda ya besok. Sabtu sore balek”, tulis nita via bbm.

“oke, nanti kita atur ya ta”, balas ku.

Tapi apa hendak di kata. Kami sama sama ada keperluan sendiri hingga duduk duduk cantik tidak bisa terealisasi hingga akhirnya sabtu siang datang.

“ta, mutia kerumah kakak nita ajalah. Harus ketemu kita ya sebelum nita pulang. Kirem alamat kakak nita lah”. Tulis ku.

Beberapa saat balasan bbm masuk. “dekat hip burger ada lorong, di depannya ada orang jual buah. Masuk aja lorong itu, lurus. Mentok. Itulah rumahnya”.

“oke sip”.

XXXX

Sabtu tiba. Sekitar jam setengah 2 aku keluar rumah menuju rumah kakak nita dengan alamat sederhana. Nanti bisa di telpon, pikirku. Dengan bekal keyakinan rumah nya sederetan hip burger, aku bismillah saja. Pokoknya dekat hip burger.

Teng…..motor melaju. Aku menyusuri sederetan lorong sejajar dengan hip. 2 kali bolak balik tapi tidak ada lorong yang di penuhi orang jualan buah seperti instruksi nita.

Akhirnya aku telpon. “ta, kok ngak ada lorong nya sederetan hip?”

“bukan sederetan hip mut, tapi di depan hip. Tanjung v nama lorongnya”

“oke ta”.

Aku berbalik arah. Huft! Kepedean sih. Padahal tau kemampuan mapping abal abal. Tapi sok yes aja maen jalan jalan terus. Hahahaha. Bukan tanya sejelas jelasnya baru go!

Kembali menyusuri jalan di depan hip. Dan kejadian sama terulang. Tidak ada lorong bernama tanjung v. Jam udah mau setengah 3. Aq harus segera ke klinik. Akhirnya dengan sedikit kecewa, aku berhenti dan menekan nomor hp nita.

“ta, ngak dapat lorongnya. Mutia udah telat ke klinik. Kapan2 kita jumpa ya. Maaf nita”.

“iya, ngak apa mut. Kapan kapan aja. Belum jodoh kita ketemu kadang, insyallah lain waktu”.

hp di matikan dan motor siap melaju lagi. Beberapa meter dari tempat tadi, aku berhenti di depan kios yang disekelilingnya banyak penjual buah buahan, mau isi bensin. Sudah cukup perjalanan yang mati mendadak di tengah jalan berkali kali. Jangan sampai terulang lagi.

Awalnya sih iseng, “buk, tau ngak jalan tanjung v mana?”, tanya ku sama si ibu penjuak bensin.

“aduh dek, saya orang baru juga disini. Tapi setau saya jalan tanjung itu banyak. Ini juga lorong tanjung dek”, kata nya sambil menunjuk lorong dibelakang kami. Ada papan namanya “tanjung v”, tertulis disana.

“kenapa dek?”,

“cari alamat buk. Yaudah saya coba aja”.

Selesai urusan isi bensin. Aku memutar, masuk ke lorong tadi. Baru sadar, disekeliling banyak yang jual buah. Sesuai instruksi, lurus lalu mentok ada rumah pagar hitam. Dan yes, aku lurus dan dapat rumah yang dimaksud.

“ta, kayaknya mutia udah di depan rumah kakak nita lah”, kata ku via telpon.

Sesaat kemudian sesosok yang sangat aku kenal keluar. Wanita anggun yang tidak banyak bicaranya tapi banyak kerjanya, nita irawati. Iiiooooh, kangennyaaaaaa! Alhamdulillah ketemu.

Akhirnya. Kalau jodoh memang ngak kemana! Tapi kalau bukan rezeki “ata lam bibi pih roe”, Banda aceh 3 november 2015.

25!

Waktu SD, aku berangkat sekolah jalan kaki. Jaraknya bisa di tempuh sekitar 15 menit. Rutenya selalu sama. deretan rumah kayu, bengkel mobil, jembatan, warung pa cita, SD 1, kantor polisi, dan kantor telkom. Itu itu saja. Kalau disuruh berjalan sambil tutup mata, aku rasa aku tetap akan sampai ke SD. Sangking hapalnya rute itu. 6 hari dalam seminggu aku melewatinya.Tidak ada hal yang istimewa selain warung pacita. Warung kecil yang penuh jajanan dan mainan.

Tapi, ada yang menarik di setiap perjalanan pagi ini. Aku biasa berangkat sekolah jam 7 pagi, teng!. Waktu dari rumah hingga sampai ke jempatan membutuhkan waktu sekitar 7 menit. Jadi selalu di jam 7. 07 aku akan berpapasan dengan seorang kakak yang membonceng dua anak SD di belakangnya dengan motor merk supra. Selalu, entah itu dia menuju ke sekolah atau dia dari arah sebaliknya. Sampai saat ini, aku tidak tau siapa 2 anak SD itu, apalagi si kakak. Apa yang menarik?

Dimata anak SD seperti ku, kakak itu terlihat keren. Sepagi ini dia sudah bangun, bisa mengendarai motor, dan meringankan tugas orang tua dengan mengantar adik adiknya kesekolah. Keren kan? Selalu tersibak dalam hati, nanti ketika besar, aku ingin seperti dia. Akan kah aku juga akan terlihat keren? Semoga saja ada anak SD yang matanya seperti ku. Hahahahaha.

Saat aku sedikit besar lagi, aku sering duduk disamping kakak kakak saat naik mobil angkutan umum. Wahm keren ya menjadi kakak kakak. Kemana mana sendiri, dengan perlengkapan milik sendiri. Nanti ketika aku besar akan seperti ini tidak?

Dulu, pemikiran ku tentang menjadi besar hanya sesederhana itu. Bangun pagi, bisa mengendarai motor, membantu sedikit pekerjaan rumah orang tua, berpergian kemana mana sendiri dan punya perlengkapan pribadi atas namaku. Selesai. Ternyata? Hahahahahahahahahaha.

Ternyata menjadi besar dengan sendirinya membuat kita bisa melakukan hal diatas tanpa kita sadari. Hey, mut kecil. Kau sudah keren sekarang. Hahahahahaha.

Sedikit besar lagi, saat ada yang cerita “umur dua puluan”, bayangan ku langsung pada sesosok orang yang ” performance menyakinkan, bicara teratur dan sopan, sudah mampu membahagian orang tua, mapan secara finansial, pengambil keputusan yang baik, bertanggung jawab, mampu mengurus rumah, berani, dsiplin dan sesosok kakak yang hebat untuk adik adiknya dan teman terbaik untuk sahabatnya”.

Tapi ternyata, saat kenyataan membawa ku pada angka segitu. Ya Allah. Expectasiku terlalu tinggi tentang angka itu. Hahahahaha. Karena aku masih saja usil, pecicilan, slengean, panikan, sering bimbang, urakan, belum kuat dengan tanggung jawab dan disiplin !!!! Aku ingkar dengan imajinas ku sendiri.

Ah, sudah 25 tahun. Padahal baru kemarin aku melewati jembatan ke sekolah, terkagum dengan kakak itu, selalu wow dengan dia yang duduk manis di samping kaca angkutan umum, merasa keren saat bisa naik motor.

Iya, sudah 25 tahun ternyata. Ya Allah, ahamdulillah. Alhamdulillah untuk tahun yang sudah banyak berlalu, untuk begitu banyak cinta di dalamnya, untuk ruahan kasih sayang, untuk begitu banyak kesempatan disana, untuk begitu banyak orang baik yang terus datang dalam hidup. Terima kasih ya Allah.

Maaf belum bisa menjadi hamba yang baik, anak terbaik untuk orang tua terbaik, belum menjadi adik sekaligus kakak terbaik dan belum menjadi teman terbaik. Padahal sudah seperempat abad.

Semoga masih diberikan kesempatan untuk belajar mengejar impian menjadi “sesosok” yang pernah ada dalam banyangan ketika aku sedikit besar itu. Amin. Amin. Amin. dan di beri waktu untuk terus memperbaiki diri untuk menjadi orang terbaik untuk semua yang ada disekitar aku.

Satu hal yang aku pelajari. Bahwa, ingin menjadi seperti apapun kita di umur yang kesekian, kita tetap adalah akumulasi proses dari umur 1 ke 2, 2 ke 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, hingga umur kesekian. Jadi jangan menunda membangun diri menjadi seperti apa yang kita inginkan di umur kesekian itu. Lakukan sekarang karena saat umur kesekian datang, kita cuma bisa melihat dan merasakan tanpa pernah bisa berbuat apa apa.

Bismillah. Semoga dijabah doa. Amin. Banda aceh 7 oktober 2015. Selamat 25 tahun mutia rahmah!

9 tahun lalu. Semoga tidak cuma badan yang tumbuh, tapi si pikir , si sikap dan si tindakan juga tumbuh jadi lebih baik
9 tahun lalu dan sekarang. Semoga tidak cuma badan yang tumbuh, tapi si pikir , si sikap dan si tindakan juga tumbuh jadi lebih baik