lain dari biasa

Siang, 23 agustus 2015.

Siang dan aku jaga siang. Hehehehe! Hari ini kami jaga ber 5, aku, kak filda, kak mulya, kak wulan dan bumil chantik dek ul. Selesai amprahan dengan kelompok pagi, pemandangan IGD hari ini luar biasa. Lain dari pada hari biasanya. Kenapa? Karena IGD siang ini, tumben kosong. Bed pasien di depan kami bersih tanpa pasien dan tirai penutup dibuka lebar lebar. Cuma ada 1 pasien di pojok depan. Pasien dokter nurfitri dengan ppok. Dan dua pasien anak di belakang kami yang sedang menunggu hasil lab. Sisanya? Seperti cerita tadi, kosong. Luar biasa sekali.

Tapi, seiring detakan jam, pasien satu persatu masuk. Yang demam, sakit perut, diare, nyeri dada, terkena seng, post KLL, pasien DM, dll. Sedikit demi sedikit bed pasien tadi terisi. Keadaan terus seperti itu hingga magrib datang.

Nah, waktu salat magrib kami tukar tukaran stand by. Dek ul dan kak filda salat. Tinggal aku, kak mul dan kak wulan. Tiba tiba masuk pasien. Wanita umur 54 tahun. Diantar oleh 2 anak laki lakinya dan suami.

Kak mul di depan. Senior yang memang selalu luar biasa. Orangnya ramah, telaten, perfeksionis dan sangat lembut. Istri idaman pokoknya. Pernah pasien pulang tanpa obat. Hanya di terapi moncong oleh kak mul. Bahkan pasien sendiri mengakui, “itulah kan dokter, kadang kata kata dokter itu memang kayak sugesti. Yakin aja dengar nya, yaudah ini saya bawa pulang aja anak saya, insyaallah seperti dokter tadi bilang ngak kenapa napa”, kata si ibu”, bilangnya ke aku. Karena kak mul sudah berlalu. Memang luar biasa kak mulyawati ini

Nah, mulai lah kak mul menganamnesa ibu tadi dengan gayanya.

“ibu sakit apa?”

“lemas dok”, jawabnya.

“terus”,

“udah itu aja”

Aku dan kak mul mengernyit.

“itu aja? ?makan mau?

“mau”,

“ada mencret? Mual muntah? Demam? Perasaan berat di sebelah badan? Sakit kepala? Kebas kebas? Luka lama sembuh? Sakit perut? Dlllllllll”, intinya gitu.

Si ibu dengan yakin menjawab “ngak ada dokter”.

Aku dan kak mul semakin mengernyit.

Kak mul langsung periksa si pasien. Tensi bagus, pemeriksaan organ bagus. Intinya “bagus” dan keluhannya juga bagus “lemas”, udah gitu aja.

“oh, ini ibu kecapean. Dirumah anak cowok semua ya?” langsung pada inti.

“iya dok”. Jawab si ibu sambil tertawa.

“ngak ada yang mau cuci piring ya?”

“hehehe, iya dok”. Jawab si ibu sambil tersenyum. Raut wajahnya lepas. Mungkin dia mau mengeluh sama keluarganya tapi ngak tau harus memulai dari mana. Dan karena udah kami singgung, akhirnya keluhan itu keluar juga.

Aku mulai geli. Pasien itu banyak ragamnya. Yang sakit ringan cuma jatuh tergores aspal, mengaduh heboh seolah patah tulang, ada yang sakit perut cuma naik asam lambung, mengaduh seolah udah perforasi organ, dll. tapi ada juga yang luka menganga tapi anteng anteng aja. Ada. Nah, untuk yang jenis seperti ini baru ibu ini. Kejujuran nya itu, luar biasa. Sesuai kadar.

“oh, ada dengar bang. Mamak butuh yang bantu dirumah”, kataku.

“iya dok, memang butuh hiburan”.jawab si ibu. Anak dan suaminya terdiam.

Ya Allah, aku semakin geli. Geli sekali melihat pasien ini. Ke instalasi gawat darurat cuma karena lemas dan butuh hiburan. Hmmmm. Ternyata selain dapat memberi bantuan berkat izin Allah, dokter juga di percaya mampu menghibur pasien. Luar biasa profesi yang satu ini. Yah, walau sering juga kami malah jadi muara semua salah.

Akhirnya, kak mul mengeluarkan kemampuan komunikasinya yang luar biasa. Kak mul menenangkan, sedikit memberi motivasi, sedikit menghibur dan banyak menyugesti si ibu dan keluarganya. hingga akhirnya 15 menit kemudian ibu tadi merasa nyaman dan minta pulang.

“terima kasih dokter”, katanya.

“sama sama buk, tetap semangat ya”, sambung kak mulya.

Si ibu dan keluarganya berlalu.

Aku tersenyum. Sedikit geli dan merasa aneh. Tapi eh, mamak di rumah ada kesepian ngak ya? Kalau beliau berulah demikian akan seperti apa jadinya?

Yah, menjadi dokter tidak mudah teman. Selain belajar lama, kita harus punya banyak kemampuan lain termasuk salah satunya mampu menghibur. Luar biasa. Melayoe, aceh besar

Advertisements

5 thoughts on “lain dari biasa

  1. haha, apa cuma di Aceh aja ya para mamak mengeluh karena selalu cuci piring? Inyak ana juga gitu. Anehnya ibu2 di kota besar gak.. apa mungkin memang di Aceh kurang hiburan untuk para mamak, atau mamak2 di Aceh yang terlalu giat kerja di dapur.. Hmm

      1. hahah ngeluhnya gak masalah cuci piring.. beberapa keluarga yg gak punya pembantu yg ana sering liat kayak kalo sanggup ya dilakuin kalo gak ya dibiarin (biar bertumpuk), sering si bapaknya pun ikut nyuci piring.. udah gitu terpikir sm ana kyknya ibu2 disini hiburannya gampang, kalo udah capek dirumah cari hiburannya belanja ke Carrefour, Super Indo, Giant, Mall-mall dll dll (banyak alternatif n gampang akses hiburannya).
        mungkin cuma beberapa itu kali ya, sisanya mungkin ngeluh juga… hahah

      2. Nah itu point nya na, kadang si bapak bantuin dan mudah cri hiburan. Kalo di aceh susah cri bapak2 yang mau bntu2 si rmh. Entah krena adat entah karena apa, hahahahaha. Hiburan ya gitu juga na, sepi.

  2. Hahahaha, di luar aceh mamak2 gk ngeluh ya? Mungkin mereka ada yang pembantu an. Makanya, ada waktu luang ke salon. Kalau di aceh, semua sendiri kan? Hiburan pun tidak ada….mau nya keluarga bisa jadi hiburan, tpi kalau semua sibuk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s