berdebar

“Kopi ” minuman hitam dengan sejuta sensasi. Mulai dari rasa hingga gengsi. Tapi bagiku kopi adalah “teman” saat butuh inspirasi dan energi lebih untuk tetap terjaga di malam hari. Entah itu karena lusa akan ujian atau butuh terjaga saja misalnya sedang jaga malam.

Rasa kopi juga lumayan. Pahit dan gemana gitu. Efeknya juga luar biasa membuat mata terbelalak hingga tengah malam. Mantap di jadikan teman belajar memghadapi ujian.

Jadi, rencananya besok kami mau ulangan fisika. Aku santai saja belajar ditemani segelas cappucino hangat di meja. Sudah biasa. Kalau pun “on” paling betah hingga jam 12 malam. Selebihnya efek kopi akan hilang sendiri.

Maya tiba tiba masuk kamar.

“minum apa mut?”

“capucino may”, jawab ku.

“asik, mau begadang mut?” tanya nya.

“ngak may, paling bertahan satu jam dari batas teng kita tidur may”, jawabku.

“ih, mau lah dikit mut”, kata maya lagi. Maya jaraaaaaang sekali minum kopi. Dalam daftat belanja mingguannya kata kata kopi tidak pernah ada. Minuman maya cuma tiga kalau bukan air putih, teh atau susu milo. Dia hapal mana yang buatan indonesia dan mana yang buatan malaysia sangking seringnya minum susu milo.

“yaudah may, minum aja”. Jawabku.

Maya menyerumput kopi dari gelas ku. Dengan gaya khasnya. mungkin karena sering minum teh dan susu hangat, gaya menyerumput nya sangat khas.

“dikit kali kok may?” tanyaku. Karena hanya 1/4 gelas yang hilang.

“ngak apa mut”, jawabnya.

Dan kami kembali ke aktifitas masing masing.

Jam 12 teng aku mulai mengantuk.

“may, aku tidur duluan ya”, jawabku.

“iya mut, aku juga”.

Dan kami sama sama tertidur. Lampu sudah mati, suara berisik anak barak pun mulai hilang. Hari telah benar benar malam.

Aku semakin masuk ke dalam alam mimpi. Tapi sepertinya ada yang terus mengeliat di atas sana.

“kenapa may? Kok bolak balik terus dari tadi?” tanyaku.

“ngak ngantuk mut”, jawabnya

“hahahaha. Efek kopi tu may”.

“iya mut. Habis tu kan, berdebar debar lagi”. Katanya.

“sayang kali qe. Besok jangan minum lagi. Tidur terus, besok ulangan kita”, kataku.

“iya, ini aku paksa tidur aja. Besok besok aku ngak mau minum kopi lagi”, jawabnya,

“iya may”

Kami kembali tidur. Hari itu dan seterusnya sesuai kata katanya, maya tidak pernah lagi menyentuh kopi yang punya seribu sensasi itu. “berdebar aku mut”.

Dan malam ini, aku juga tidak bisa tidur dan berdebar tidak karuan. Sungguh ini sangat menyiksa. Setelah aku ingat ingat “oh ya, tadi sebelum pergi jaga malam aku minum segelas capucino dingin”. Ah, begini rasanya berdebar dan mata melotot karena kopi ya may?

Igd meraxa, 6 juli 2015. Ramadhan ke 19.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s