berasa

Jaga malam lagi. Malam ini yang jaga adalah aku, kak mulya, kak cut ruli dan bang audi. Sejak awal malam kami udah sepakat kalau jam 12 teng kami bagi bagi jatah tidur masing masing 2 jam.

Setelah berembuk akhirnya yang pertama jaga kak mulya terus aku, terus kak cut dan terakhir bang audy. Sebelum sampek jam 12 teng, pasien satu satu datang. Ada nenek nenek yang sakit kepala, pasien dengan susp sirosis ec obat tbc, ada batu saluran kemih, gastritis, dll. Tapi datangnya satu satu, jadi ngak terlalu heboh lah.

Setelah pasien pasien tadi selesai dan menuju jam 12.00 seorang ibu usia 58 tahun datang ke igd. Si ibu masih bisa jalan. Dia di bawa sama anaknya. Keluhannya cuma 1, berdebar debar sejak 4 jam yang lalu. Begitu di pasang monitor, tekanan darah si ibu awalnya 150 mmhg terus 15 menit kemudian jadi 120 mmhg terus turun lagi jadi 100 mmhg. Dan memang sesuai dugaan HR nya 161 x/menit. Hmmm. Langsung di ekg dan hasilnya ventrikel takikardi. beberapa saat kemudian pasiennya di masukkan amiodaron.

Kami udah ngak slow, dan ngak sadar kalau jam 12 udah berlalu malah udah masuk ke jam 1. Tapi si ibu? Seperti semula datang, tenang, santai, tidak sesak dan tidak gaduh gelisah. Keluhannya masih sama cuma berdebar debar! Inilah keadaan labil tapi terlihat stabil. Kami cuma bisa geleng geleng di tengah malam.

Akhirnya jam setengah 2 kami mulai tidur dan bagi sift. Aku dan kak cut tetap yang ke dua dan ke tiga. Cuma bang audi dan kak mulya yang pindah posisi. Kak mulya yang terakhir. Dan keadaan igd hingga pagi alhamdulillah aman.

Aku bangun pagi, dan jam di tangan udah jam 7. Di meja udah ada kak mulya dengan status pasien baru.

“dengan apa pasiennya kak?” tanya ku.

“biasa, nyeri pinggang. Umur 18 tahun”, kata kak mul.

Hmmmm.

“ngak santai pasiennya, padahal dari pemeriksaan aman aman aja” lanjut kak mul.

Stabil tapi berlaku labil. Huft. Si adek itu ngak tau, tepat di depannya ada ibu yang umurnya 4 kali dari umurnya. Ekgnya ngak karuan, tekanan darahnya ngak kebaca pakek monitor canggih sangking cepatnya, tapi masih slow! Tenang. Seolah ngak ada apa2. Labil tapi berasa stabil. Adek ini, muda, cuma nyeri pinggang, vital sign bagus, tapi heboh, ah stabil tapi berada labil. Tapi kita bisa bilang apa? Orang memang beda2kan?

Inilah yang sering kami hadapi. Beragam penyakit dengan beragam respon pasien. Ada pasien yang mengjadapi penyakitnya dengn Keluhan, jeritan dan aduhannya. Tapi ada pasien yang seberat apapun sakitnya memilih tetap diam tapi diam diam menangis dalam diamnya. Masih ingat cerita ibu armia? Beliau adalah satu dari yang terakhir tadi.

Bahagiakah disini?aku sedang mencoba. Semoga bahagia, berkah dan sejahtera, amin. Selamat menjalankan ibadah ramadhan. Puasa ke 4 igd meraxa 21 juni 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s