meuhkeut kheut

Masih ingat fatir vs cintani? Sepupu kecenya aku? Iyes, sekarang ramadhan dan mereka sama seperti kebanyakan anak muslim lainnya dalam menyambut puasa.semangat ibadahnya full.

Jadi, begitu kami mau berangkat salat terawih di malam pertama suara heng hengan itu kembali semarak.

“lon jak shit, lon jak cit”, kata mereka. Awalnya mamaknya ngak kasih izin mereka pergi karena biasanya anak seumuran mereka kalau salat tarawih cuma 4 rakaat, sisanya main dan buat gaduh.

Lelah mendengar heng hengan,  mamaknya pun membuat perjanjian dengan mereka “jeut jak, tapi bek karu hideh. Miseu fatir karu ayah ba puwoe miseu cintani karu mak ba puwoe, singoh goh bek jak le”, kata mamaknya.

Mereka mengangguk takjim. Dan yes, malam itu mereka pergi tarawih perdana.

Selama kami salat apa yang dilakukan cintani? Dia ikut gerakan kami sebanyak 4 rakaat selebihnya tidur, golek golek, sangak sangak sampek salat selesai. Tapi sesuai janji tidak karu karu. Apa yang dilakukan fatir? Wallahualam.

Salat selesai kami pulang sama sama. Begitu sampek ke rumah fatir udah stand by di beranda.

“mak, lon hana karu bunoe beuh. Singoh jak lom beuh”. Katanya jengir. Mamaknya mengiyakan dan masuk rumah.

Udah sekitar setengah sebelas kami sampe rumah, jadi ngak banyak cakap lagi dan langsung masuk kamar masing masing. Tapi sebelum berpisah lagi lagi fatir berpesan untuk kesekian kalinya.

“singgoh beungeh peubedoh lon wate sawo, sampek lon beudeh mak beuh”, katanya.

“jeut”.

xxxxx

Sahur tiba. Meja makan penuh. Sahur bersama itu selalu mengasyikkan. Tapi karena subuh dan mati lampu kemampuan kami bercerita berkurang, kecuali fatir. Dia berkoar koar dari mulai sahur hingga selesai. Meja makan selain penuh dengan makanan juga penuh dengan celotehannya. Bahkan cintani yang biasanya juga ikut ikut berkoar, saat itu bungkam. Dari kelopak matanya aku tau dia sedang menahan kantuk berat.

xxxxxxx

Aku masuk kerja pagi di puasa pertama. Begitu sampek rumah seperti biasa pertanyaan wajib adalah “hoe ka  fatir dan cintani?”. Rumah terasa sepi tanpa mereka.

“ka ijak maen, bunoe poh 2 ka ji buka puasa ban di kaleun paman hana puasa”, kata mamak ku.

Hahahahahahahahahaha! Aneuk miet ciret. Iyes, rumah kami dekat dengan pasantren jadi orang dayah puasanya lusa. Dan paman ikut orang dayah, kami ikut pemerintah. Fatir? Ikut mana yang enak. Hahahahaha.

Jadi ceritanya puasa hari pertama dia gagal!

Puasa ke dua. Terawih seperti biasa dan sahur masih seperti kemarin. Semangat

Puasa ke dua aku jaga siang jadi baru sampe rumah jam sembilan malam. Sekencang apapun aku bawa motor pasti jam segitu sampek kerumah.

Dan seperti malam malam sebelumnya, rumah kosong karena semua pergi tarawih. Aku sengaja tunggu mereka pulang. Baru jam setengah sebelas mereka sampek rumah.

“hey tir, kiban puasa uroe nyoe?” tanyaku.

“sampe abeh puasa, tapi singoh hana ek puasa le”, katanya.

“jeh pakeun?”

“meu kheut kheut bunoe anda. Wate teumek maen game langenyoe jaro”, katanya sambil meniru tangannya yang bergetar.

Hahahahahahaha, jelas lah. Hipoglikemia.

“le ka maen kadang”.

“hana anda”, jawabnya.

“hahaha, na rasa kiban puasa? Kah meunteng meu kheut kheut. Kiban mamak kah? Puasa, jak kerja, jak u keude, magun lom, urus awak kah lom. Bantot lom kah, pekaru adek lom. Mak keun meu keut kheu le, karab duroh ok kadang”, kataku.

“hahahahahw”, dia tertawa.

“singoh puasa sampe poh 2 meunteng, lusa poh 3, lusa poh 4, bacur bacut. Latihan”, kataku.

Dia pun mengangguk.

Akhirnya kami menghabiskan berbincang bincang tentang pengalaman puasa ketika aku kecil ditemani sebungkus good time sambing menunggu kantuk datang.

Ah, anak anak. Selalu menarik untuk ceritakan. Bagaimana nasib puasa fatir? Wallahualam, kita tunggu saja. Kuata alam, 20 juni 2015, ramadhan ke 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s