antara ujian obgyn dan stase THT

13.12.13 banda aceh

Dua minggu spacing. Asik bisa jalan jalan. Tapi eit tunggu dulu. Masih ada hutang yaitu hutang di THT dan ujian belum kelar di obgyn. Akhirnya setelah berembuk kami sepakat masuk THT dulu dan kalau ada waktu ikut ujian obgyn.

Rabu sore waktu itu. tanggal 25 november 2013. Kami sekelompok besar ikut pretes masuk THT dengan harapan minggu depan bisa mengambil pasien.

Aku, maya dan lely sudah mempersiapkan semuanya dengan baik dan sungguh-sungguh. Lely sampai menginap dua malam dirumah kami untuk belajar sambil membuat laporan KKN tematik. Serius amat serius kami belajar. Mengulang apa yang sudah tertinggal 5 bulan yang lalu. Dan akhirnya saat pretes itu tiba. Namun saat kami hendak masuk untuk ujian tiba-tiba panitia bapel KKN mengabarkan akan berkunjung ke desa. Ah, bunuh diri namanya

Akhirnya kami minta izin sebentar untuk ujian THT dan akan segera ke kampung. Jadi, saat menyelesaikan ujian kami nyaris terburu-buru, ini masalah masa depan. Dua duanya masa depan. KKN masa depan di kesmas dan pretes ini masa depan di THT. Tapi alhamdulillah dua duanya tercapai karena begitu selesai ujian kami langsung ke kampung dan sesampai di kampung, tepat bapel KKN datang. Kami tidak terlambat.

Dua hari menunggu kabar dari THT dan di jumat siang kabar itu amat menyakitkan. Semua lulus pretes tapi hanya ada 2 orang yang bisa diterima, oleh karena itu undian lah yang berbicara. Nama kami diundi dengan kertas kecil. Sungguh beruntung nama yang keluar dari kertas kecil itu. dan dua nama bidadari itu adalah nurlaily dan shinta. Aku, maya, pes, vita dan ijal harus ikhlas urut-urut dada. Dunia! Allah pasti menakdirkan semua yang terbaik bukan. Mungkin belum saat nya kami masuk, masih ada kesempatan minggu depan. Hmmm baiklah. Saat itu juga aku menyalakan radio positif, berfikir sepositif mungkin yang aku bisa.

Akhirnya rencana berubah dari masuk THT menjadi fokus ujian obgyn.

Lagi lagi kami belajar, sungguh-sungguh. Tidak alpa walau sedikit. Tapi kali ini tentu belajar dengan cara berbeda yaitu di kamar masing-masing dengan kasus masing masing. Aku dapat tentang KET dan maya tentang plasenta previa. Oh, semakin didalami ilmu Obgyn ini sungguh menarik. Ini bukan hanya urusan kau dan pasien tapi masalah kau, pasien dan harapan anggota keluarga lain. Yaitu bayi kecil yang tidak berdosa. Semuanya harus cepat dan harus benar benar jeli.

Semakin aku baca semakin aku tau bahwasanya saat ibu memutuskan mau memiliki anak, nyaris sebagian hidupnya di pertaruhkan untuk itu. awal kehamilan imun si ibu menurun untuk mengimbangi si anak yang berupa semi-imun, resiko pun meningkat seiring dengan bertambah nya usia kehamilan, mulai dari perdarahan yang bisa muncul tiba-tiba misal pada plasenta previa dan solution plasenta hingga ibu bisa meninggal tiba-tiba hingga hipertensi yang pelan tapi mematikan. Belum lagi saat melahirkan. Saat semua otot-otot rahim berkontraksi dan menimbulkan iskemik disekelilingnya, sakit yang sungguh luar biasa. Jika janin harus segera dilahirkan ibu harus diinduksi, merasakan bagaimana perut di aduk-aduk oleh obat perangsang kontraksi. Ah belum lagi saat semua tidak bisa dilakukan dia harus di bawa ke meja operasi. Di bedah perutnya dengan resiko hidup dan mati. Sungguh aku terpana untuk kesekian kalinya. Ibu oh ibu.

Prinsip ujian dengan obgyn itu harus via antrian. Kami harus mengantri hingga beliau setuju ujian dan sekertaris bagian akan menghubungi kami jika waktunya datang. 4 hari dalam seminggu kami menunggu. Di minggu pertama tidak ada kabar berita.

Masuk minggu ke dua. Kami masih tetap berharap bisa ujian Obgyn karena lagi-lagi undian THT tidak berpihak pada kami tapi pada safrijal.

Receive mesaage form kak miftah

Itu yang aku baca di layar hp ku. Kak miftah sekertaris bagian obgyn. SMS yang kami tunggu dalam 2 minggu terakhir akhirnya datang juga. Sms yang membuat maya rela tetap tinggal di banda.

:dek besok kalian ujian ya, pagi setelah senam:

Kami langsung membalas

:iya kak, di smf kan?:

Kami langsung mendapat balasan.

:dek , gak jadi ya, ujiannya senin:

Ya Allah, senin itu kami sudah masuk penyakit dalam. Ah singkat cerita, luka ini terlalu sakit untuk di tulis. Kami tidak jadi ujian!

Dua minggu spacing yang amat sangat lelah. Di PHP berkepanjangan. Ah, lagi-lagi, radio positif memancarlah. Mungkin ini yang terbaik yang ALLah rencanakan. Mungkin kalau di uji juga belum bisa, dokternya memang lagi sibuk, nanti saat di penyakit dalam pasti ada waktu, kan setidaknya hari ini bisa main-main lagi, udah ikhlas aja, ayo senyum, mana gigi putihnya. Yah, begitulah aku mencoba berfikir sepositif yang aku bisa.

“ya Allah engkau yang mencukupi ku dan aku berlindung kepada MU”. Kami pasrah dan ikhlas. Pasti ada waktu terbaik lain bagi kami untuk ujian. Amin. Oke! Dua minggu telah selesai. Oh ujian ku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s