bensin

” kita isi minyak honda dulu ya may”, kataku waktu kami keluar sore untuk membeli kudapan.

“iyes mut”, jawabnya. Aku terus menggas honda kesayangan menuju pom bensin terdekat. Karena terlalu sibuk aku tidak sempat mengisi minyak motor. Hahahahahaha.

Begitu sampai tepat di pintu masuk pom bensin, motor tidak bisa di gas lagi. Sesaat kemudian mati total. Motor berhenti.

“turun dulu may. Biar aku dorong, minyak honda udah benar benar habis”. Kataku. Dan weng…… Aku dorong honda mio itu, alhamdulillah udah sampe ke pintu masuk pom bensin, jadi tinggal beberapa langkah lagi udah berisi tangki motor. Begitu di buka, kering. Setetes minyak pun udah ngak ada lagi. Hihihihih.

xxxxxx

Waktu itu malam. Aku berniat tidur di rumah asma. Mau buat slide bedah. Wengggg….. Motor melaju. Aku memang udah was was, karena udah lama ngak isi minyak. Rencananya di prada mau isi. Tapi apa hendak di kata, tepat di kantor gubernur, motor melambat dan TIT mesin mati. Motor berhenti.

Aku mulai gusar. Akhirnya menelpon asma.

“bentar lagi winda pulang dari RS mut, nanti pulang sama dia aj”, kata asma.

“alhamdulillah. Oke ma. Aku telpon winda dulu”, kataku.

Beberapa menit menelpon winda, sepasang suami istri datang dari belakang.

“habis minyak ya?” katamya.

Aku mengangguk.

“yaudah, sini saya antar ke pom bensin”, katanya. Si bapak pun menjulurkan kaki sebelah kirinya dan mendorong honda ku di tapakan sebelah kanan. Sebentar di dorong, alhamdulillah udah sampek spbu

“terima kasih pak”, kataku.

“iya sama sama”.

Alhamdulillah sekali. Aku tidak perlu mendorong motor ke spbu dan tidak perlu menunggu winda yang ternyata pulang dari rs setengah jam kemudian.

Selesai isi minyak, langsung cus kerumah asma.

Xxxxxx

Waktu berlalu Udah lama ngak naik motor jadi lupa harus isi minyak. Hahahahaha.

Jadi, santai aja menuju kampus melalui jalan tungkop. Sepi. Tapi alhamdulillah buka kota gambar.

Begitu sampe turunan, ya Allah hondanya mendadak mati. Di starter pun ngak mau hidup. Yes! Minyak habis. Tapi Alhamdulillah tepat di bawah turunan itu ada kios kecil yang jual minyak.

“kak, pas kali habis minyak disini”, kataku.

“iya dek, karena habis dari sini, masih jauh kita bisa ketemu kios lagi”. Kata si kakak.

Ya allah alhamdulillah. Ngak kebayang harus dorong dorong motor sendiri ditengah sawah gini.

xxxxx

Sampe akhirnya kemaren, ditengah siang. Udah rapi rapi. Lagi lagi motor berhenti. Tepat di tengah sawah. Di perumahan penduduk yang sepi. Di jalan kampung yang orang lewatnya jarang. Dan kios terdekat jauh.

Kali ini saya tidak beruntung. Mungkin benar kata orang, keberuntungan tidak selalu memihak kita, oleh karenanya mempersiapkan diri sedini mungkin jauh lebih baik. Stuck di sini dengan honda mati.

Berkali kali nelpon adik semata wajang, ngak diangkat. Tamat riwayat. Alamat dorong motor. Tapi akhirnya alhmdulillah paman ada dirumah.

Telpon dia dan dia datang beberapa menit kemudian dengan sekantong minyak premium yang harganya seperti ombak di laut. Kadang pasang kadang surut, kadang naik kadang turun. Yang saat naik mencekik leher hingga hidup segan mati tak mau.

Alhamdulillah. Terima kasih paman. Setelah tangki diisi minyak, aku cus ke rumah trisna. Hajatan mau lanjut kuliah ke australia. Selamat lanjutin keliah ya tris. Semoga ilmunya bermanfat dan bisa bangun aceh kedepan. doakan kami menyusul. Amin.

Sepanjang jalan aku berjanji agar “cukup ini kejadian habis minyak” terakhir. Karena keberuntungan tidak selalu berada bersama kita. Iyes, mempersiapkan diri jauh hari akan lebih baik. Kuta baro, 2 juni 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s