KAKAK

kenyang makan, cucian sudah habis, rumah sudah kinclong, inilah saat paling pas untuk tidur sejenak di minggu siang.

Aku tidur di kamar maya, seperti biasa. Kaki di kepala-kepala di kaki. Hanya butuh sekian menit dan aku sudah masuk ke alam mimpi yang dalam.

“kak, makan”, sayup sayup terdengar. Sepertinya itu suara agil. Adik maya paling kecil.

“ngak mau terong goreng, agil maunya di sambal”. Suara itu lagi. Setelahnya senyap,

xxxxxx

“lho, ngak tidur may?” tanya ku. Maya sudah stay di depan televisi saat aku bangun tidur.

“si agil minta tarok nasi, terus ngak bisa tidor lagi aku”, katanya.

“oooooo”. Aku ber “o” panjang. sabar sekali kakak satu ini. Tengah tidur siang, dia bangun tanpa marah hanya untuk mengambil nasi untuk adiknya.

Tapi memang begitu. Dia kakak yang tidak pernah malas mengusus adik adiknya. Apalagi agil. Mulai dari membuat segelas susu coklat, menaruh nasi, meletakkan barang yang diserakan agil, semua. Tidak ada pengecualian.

“baik kali qe may”, kataku.

“jadi, aku harus gemana? Ngak sanggup aku dengar si agil meuheng heng”, jawabnya.

Hahahahahahaha. Aku paham betul maksud “meu heng heng agil” dan ngeri membayangkannya.

xxxxxxx

Hmmmmm, harum sekali. Seperti bau telur goreng. Tapi wanyi telur goreng tidak mampu mengalahkan kantuk, dan aku tidur lagi. Masih terlalu pagi.

“siapa goreng telur tadi pagi may?”, tanya ku.

“aku mut. Goreng untuk si ora. Sayang dia sekolah ngak ada makan. Ikan semalam kan udah habis”, jawabnya.

Hmmm, iyaiya. begitulah “kak” maya. Dulu saat ora masih SMP, kalau ora ke banda aceh, baju seragam ora untuk hari senin biasanya akan selalu di gosok maya. Aku juga pernah sesekali melihat dia mencuci baju ora kalau baju itu menyelip sebijik, lupa di bawa ke londry.

“sayang si aura mut”.

Kalau haura dan maya bertemu? Sempurna. Bagai pinang di belah dua.

xxxxxxx

“untuk apa jus may?”, tanya ku. Ketika maya udah siap dengan stelan sore nya.

“untuk nanda, lagi saket dia”, jawabnya.

“sakit nanda?”

“iyes mut”.

hanya maya yang paling “ngeh” dengan bahasa tubuh nanda. Kalau nanda udah mulai tidur, ngak bergerak dan ngak banyak ngomong, maya paling tau.

“oh, kadang lagi pusing dia mut”, ” kayaknya lagi banyak kerjaan dia”, “kenapa nda? Kok demam?”, atau yang paling mantap, saat nanda lapar maya juga tau.

xxxxx

Minggu. Biasanya mimi datang ke banda. Begitu pulang, tanpa aba2 maya langsung bergerak. Membereskan barang barang mimi.

“ini bawa pulang aja mi”,, “baju ini di tas ini maya tarok”, “nasi udah maya tarok di tupper ware mi”, dll, semua barang dikumpulkan di satu tumpuk rapi di depan. Terus giliran agil, nanda, dan ora yang angkat angkat.

Maya dan mimi seperti patner sejat!!!

Kalau makan ayah, biasanya dia yang siapkan. Piring, segelas air hingga butiran obat. Tidak pernah malas begerak tangannya. Kalau kata tere liye “tangan wanita harus lebih cepat dari mulutnya”, maka mayalah salah satu orang nya. Sedikit bicaranya banyak kerjanya.

xxxx

Bagiku yang seorang introvert, dia adalah teman dan kakak yang tidak bisa aku lukiskan bagaimana. Seperti semua cerita yang pernah aku tulis. Dia adalah teman mencari baju, teman mencari kudapan sore, teman belajar, teman kemana mana, yang selalu mendengar curhat tidak penting, teman kepasar, guru masak, guru menjadi wanita rajin dan cantik, teman yang memutuskan hal saat aku gundah gulana, tempat semua kegalauan bermuara, peredam saat marah, semua. Dan seperti yang pernah aku bilang selalu “dia teladan” menjaadi wanita bagiku. andai dia laki laki.

Ah, begitulah dia. KAKAK yang tidak bisa aku deskripsikan dengan kata kata. Kakak yang baik bagi kami semua, tidak banyak marahnya, lembut, penyayang, pengertian. Seorang anak perempuan yang tidak pernah melukai hati orang tuanya. Patuh sekali.

Dan sampai kapan pun kau tetap kakak yang baik dan anak perempuan ayah dan mimi yang paling baik. Baik baik disana. Insyaallah selalu baik, banyak doa untukmu. Banda aceh, 31 mei 2015. Selamat 25 tahun, seperempat abad kakak ku sayang.

Anak anak kucing
Anak anak kucing
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s