“deheman”

Hey bedah! Iam coming.

Iyes, stase bedah. Bagian besar ke 2 setelah anak. Dibagian ini kami di bagi menjadi beberapa kelompok kecil lagi. Ada bedah anak, thorak, digestif, ortopedi, saraf, plastik, urologi, dan stase igd.

Di setiap stase ada sekitar 6 sampe 7 koas. Dan ketika masuk bedah aku berpisah dengan maya. Aku se grup dengan teman koas paling fenomenal. Aku, leli, asma, winda, kak pit, ijal, pernah jumpa kak aruni juga, kak indah. Maya sekelompok dengan genk wanita chantik. Pees, shinta, vita, ayu radian.

Jadi peraturannya, kami di setiap satu stase selama seminggu lalu pindah ke stase berikutnya. Berputar terus hingga semua bagian habis dan stase bedah selesai. dengan sistem demikian, aku sangat jarang ketemu maya. Aku sedang follow pasien orto, maya sedang naik ok cito saraf. Aku sedang pre op pasien uro, maya sedang ikut visite dokter safrizal di bangsal.

Kapan kami ketemu? Ketika MR, itu pun jika MR telat di mulai, atau saat ada baca referat. Sebenarnya saat dibedah, moment ini paling aku tunggu. Selain bisa say hello dengan teman yang lain, bisa dapat ilmu bedah dari spesialis langsung, disini lah kadang kadang, iyes! Bisa curi curi tidur. Hmmmm, jangan di contoh.

Ketika jumpa dengan teman yang lain, kami kalap. Kalap cerita.

“ih, kami full cito pas di bedah neuro”.

“mau masuk orto kan? Hati hati dengan pasien kamar iso 2”

“tau kalian, ada masalah si A dan si B?”

“aku lapar”

“kemarin si pepe di cari dr, bus”.

Dal lain lain. Sibuk cerita sampek lupa harus balek ke rs lagi setelah baca. Apalagi kalau aku ketemu maya.

“may, adek adek kita ngak ada yang urus”

“itulah mut. Air minum ngak ada, gas habis, kulkas kosong” , kata maya.

“ngak sempat ketemu kita ya”, katanya.

“iya”

Dan cerita lain. Seperti orang yang sudah terpisah jauh dan lama. Padahal cuma beda bagian aja, oh bedah. Aku terlena dengan mu.

Itulah momen momen kami bertemu. Saat MR dan baca referat. Selebihnya? Kami mengembara. Di ok, poli, igd , dan bangsal. Keliling satu rumah sakit.

Nah, suatu hari aku sedang di ruang operasi. Lupa sedang bagian apa. Waktu itu aku sakit perut. Langsung saja aku ke kamar mandi di kamar ganti.

Sepi, tidak ada orang disana selain tas dan baju.

Ketika sedang di kamar mandi. Krek! Pintu berbunyi. Sepertinya ada yang mau masuk. Aku diam saja. Seolah olah tidak sedang disana. Malu.

Trep trep, terdengar langkah kaki. Aku penasaran sekali, siapa. Mau bertanya siapa, malu. Tidak bertanya ya begini, penasaran.

Beberapa menit kemudian.

“khem,,khem,,khem”, orang tadi berdehem.

Aku kenal deheman itu, ah kangen nya.

“may, ngapain qe”, tanya ku. Dari deheman itu aku tau. Orang itu adalah si mata ramah. Maya. Orang yang paling aq rindu.

“alah qe mut rupanya. Aku lagi naik ok cito. Qe Nagapain disana lama kali?” tanya nya.

“biasa may”, jawab ku.

“jangan banyak kali melamun mut, keluar terus”. Katanya. Ah, dia paling tau.

Aku selesaikan urusan disana dan langsung keluar.

“may, aku kangen kali sama qe. Sini aku pelok sekali”, kataku.

“alah qe, lebay. Sebenarnya aku juga”, jawab maya. Lalu sesaat kemudian……..@&_÷%€+£*@)@£#*$¥$?#?)+¥@*@)@¥+(+¥+)#(#?$?!*. Kami mulai berceritaaaaaa panjang. Lupa sedang naik ok.

Lelah bercerita Akhirnya kami berpamitan, berpisah. Takut kena timah panas. Hahahahahahahahaha. Begitulah, dehemannya pun aku tau. khas. Dalam dan basah sedikit lembut. Elegan saja kalau dia beedeham. Dan deheman itu tidak pernah usil.

Hey you! Semoga baik disana. Banda aceh 28 mei 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s