musalla yang mirip mesjid di zaman andalusia

musalla SMA
Musalla tercinta

Musalla, letaknya di tengah tengah asrama. Itu bagunan kedua yang akan kita jumpai di kompleks ini. Dindingnya bercat putih, berbentuk petak dengan tiga buah pintu masuk. Dua pintu untuk laki laki dan 1 untuk perempuan. Musalla ini mampu menampung kami semua!

Disekeliling musalla disebelah kanan dan depannya banyak di tumbuhi pohon pinus. Sedangkan bagian belakang ada tempat wudhu pria, dan bagian kiri adalah jalan menanjak, menyeberang sedikit kita akan sampai ke barak wanita.

Nah, karena letaknya ditengah dan nyaris dikelilingi dengan pohon ditambah dengan musalla memiliki jendela diseluruh dindingnya, salat zuhur dan asar disini sangat menyenangkan. Apalagi bisa tidur siang. Tapi yang kedua tidak mungkin dilakukan kecuali musim ujian tiba.

Disinilah kami selalu salat. Sehari lima waktu. Jika absen salat, disemester awal kami pernah di razia ke barak oleh petugas asrama. Petugas asrama bertukar, sistem berubah. Tidak ada lagi razia langsung. Tapi sebelum pulang salat kami harus menghadap ketua barak, mengabsenkan diri. Tanda hadir salat. Tidak salat? Alamat di panggil kepala asrama.

Aku punya cerita tentang salat. Nah, waktu itu subuh. Aku masbuk dengan siti maisarah. Sebenarnya tidak telat telat sekali. Tapi tetap saja tidak dapat rukuk dengan imam. Sesampai di musalla aku bertegur sapa dengan siti sebentar sambil menunggu imam bangun. Begitu imam bangun, kami takbir. Siti tepat berdiri disampingku.

Salat berlangsung seperti biasa hingga imam salam. “assalamualaikum warahmatulah”, kata imam. Dan aku ikut gerakan imam “assalamualaikum warahmatullah”.

Kemudian imam mengucapkan salam kedua. Dan aku ikut juga. Begitu salam kedua ini aku terperanjat, kaget dan kecewa saat melihat siti disebelah kiriku. Iyes. Siti maisarah berdiri kembali, melanjutkan satu rakaat tertinggal tadi. Ya Allah, aku lalai dalam salat. Lupa Harus bangun lagi. Ya Allah. Aku duduk sebentar. Tidak enak langsung pulang setelah salat.

“hahahahahahaha, qe lupa bangun. gak khuyuk salat ya?” bisik siti setelah dia selesai salat.

“alah, kok tau pula qe. Iya, ne bentar lagi mau pulang. Salat ulang di barak”, jawab ku,

“hahahahaha, pulang terus. Habis subuh nanti”, katanya.. Dia tertawa geli

Aku pun bergegas. Pulang ke barak dan salat subuh kembali.

Selain sebagai tempat salat, musalla bagi kami juga difungsikan sebagai tempat mengaji. Mengaji pribadi setelah salat. Atau mengaji yasin di malam jumat. Mengaji berjamah. Pemimpin mengaji paling favorit lagi lagi pak AR dan Robi.

Pengajian malam juga dilaksanakan disini. Biasanya setelah salat magrib menunggu isya datang. P1 namanya, Mulai mengaji kitab, bacaan alquran hingga tata cara salat. Gurunya dari pasantren terdekat. Kalau yang mengajar tata cara salat tetap guru kesayangan pak “AR”. “saya tidak mau keluar dari sini kalian masih salah dalam tatalaksana salat”, itu kata beliau. Jadi, kami diajarkan secara esklusif perkelas oleh pak AR tentang praktek salat.

Jika malam minggu tiba, maka kami akan “muhadarah disini”. Ada 3 bahasa. Indonesia, arab dan inggris. Pilih sesuka hati mau bahasa apa. Tapi harus hati hati. Salah salah bisa kena timah cair. Ahahahaha (aku bercanda).

Setelah makan malam, lagi lagi musalla ini digunakan. Sebagai tempat rapat acara acara yang akan digelar. Karena letaknya ditengah, luas dan angin akan sangat sepoi sepoi masuk. Entah berapa banyak ide keluar disana. Termasuk nama acara akbar mosa “FLASH”, juga bermula disana.

Musim ujian tiba. musalla juga tempat idaman untuk belajar. Penuh. Tak ada sisa ruang untuk yang telat datang. Salah salah, jika terlena dengan anginnya kita bisa mengantuk disana. Hati -hati.

Beberapa perlombaan tertentu juga biasanya diadakan di musalla! Bahkan penyampaian visi dan misi ketua osis juga disampakan melalui mimbar musalla. Biasanya setelah salat magrib. Eits, penerimaan siswa baru oleh anggota osis juga disini dulu, aku ingat sekali. Hahaha.

Musalla juga sering digunakan sebagai tempat acara hari besar agama. Seperti memperingati maulid nabi, isra’ mi’raj, muharam, dll. Biasanya acaranya setelah makan. Selain ada ceramah agama juga akan ada “muhasabah”. Ah, moment ini paling aku nanti dan paling membuat tidak tahan. Tidak tahan menahan air mata. Apalagi ketika ustadnya mengatakan “bayangkan orang tua kalian……………” deras saja jatuh air mata.

Yah, namanya juga ceramah, tidak selamanya selalu berkenan di hati. Ada moment moment dimana dia begitu membosankan. Nah, disaat inilah banyak godaan. Apalagi kami yang wanita. Posisi tepat di belakang. Disaat itulah terkadang mau tidak mau kami banyak yang akhirnya tergoda tidur.

Jadi, waktu itu aku lupa acara apa. Mungkin si adik lelah, entahlah. Dan dia tertidur pulas. Tiba tiba saja “prum”. Dan sesaat kemudian bau tidak sedap merebak. Iyes, si adik kentut. Kami gaduh. Dan aku yang duduk di pojok sana, jauh dari TKP juga gaduh.

“kenapa ribut x e”, tanya ku.

“si adik yang namanya tidak boleh di sebutkan kentut mut, bau lagi”, jawab teman ku.

“hahahaha, bangunin aja”, kataku.

“udah, udah di bangunin tapi di ngak peduli”. Jawabnya. Huft. Ada ada saja….

“Hahahaha, untung tidak besar”, aku tertawa geli. Teringat diri sendiri.

Ketika hari jumat, musalla juga kami jadikan sebagai tempat kajian jumat wanita wanita chantik. Hahahaha. Biasanya yang datang sebagai mentor juga kakak alumni kami.

Dan sekali lagi karena letaknya ditengah dan satu satunya bangunan yang memiliki mikrofon, sering pengumuman pun disini. Mikrofon musalla ini sering di andalkan. Mulai dari pengumuman kumpul rapat, panggilan acara acara, panggilan piket, panggilan pergi prosus, pemberitahuan untuk mematikan “radio, kipas angin, lampu” sebelum kesekolah bahkan pengumuman celana pramuka tertukaar pun di umumkan disini karena sudah kepepet pergi sekolah.

Begitulah musalla bagi kami. Letaknya di tengah, central sekali bagi kehidupan kami. Difungsikan untuk banyak kegiatan yang bermanfaat. Mirip mesjid di zaman kebesaran islam dulu yang menjadi tempat salat, dakwah, pendidikan, perpustakaan, dll. Begitu juga disini. Bedanya ini musalla. Tapi tak apa. Mirip juga. Semoga terus bisa bermanfaat, menjadi besar dan tetap menjadi salah satu central kehidupan anak anak yang sedang tumbuh besar disana. Amin. Banda aceh 19 mei 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s