kucing dan siluet subuh

“krek,,,krek,,krekk”. Bunyi jendela. Terdengar jelas sekali.

“ada dengar kalian?” tanya ku pada anak kamaar. Waktu itu kami baru selesai makan malam. Sekitar pukul sembilan malam.

“ada. Bunyi jendela kan? Coba lihat mut”, kata fikri.

Karena masih awal malam, aku berani saja. Aku sikap gorden pink motif bunga dan membuka jendela.

“aaa”, aku sedikit terkejut. Sesosok manusia sedang berdiri mematung diluar sana. Aku langsung mengambil kaca mata. Memastikam siapa diluar sana. Dan ternyata “ibu asrama kok”, kataku.

“iya, jadi siapa? Hantu? “kata beliau.

“ibu lah, diam aja ngak bergerak gerak. Mutia pikir hantu yang menyamar”. Jawab ku.

“itulah qe mut, penakut kali, mana ada hantu jam segini mut”, sambung fikri.

“siapa tau fik. Hahaha”, aku ngenyir saja.

“ini, ambel ada pulut sikit”, kata ibuk asrama sambil memberikan sepiring pulut.

“makasih buk”, kata kami. Dan ibu pun kembali ke rumahnya yang cuma beberapa langkah itu.

“ih, aku tadi teringat cerita kakak kamar 8 melati”, kata ku. Kakak kamar 8 melati adalah senior kami.

“yang mana mut?” maya antusias. Cerita berlanjut dan makan pulut berlanjut.

“itu, yang cerita ada kakak mawar 8 dulu ke kamar mandi tengah malam, terus dia ketemu teman nya di kamar mandi. Di tegur sama kakak itu tapi ngak jawab jawab. Sampek di bilang sombong kali pun, tetap ngak di jawab. besoknya kakak itu tanya langsung tanyak sama kawannya. Dan kawannya bilang dia ngak ke kamar mandi semalam”, ingat kalian? ” Tanya ku.

“oh, iyaya. Sampek kakak itu bilang besok besok kalau tegur kawan tengah malam ngak di jawab, jangan tegur lagi”. Sambung maya.

“oh yayayaya, tapi kan ini belom malam kali kan mut”, potong uja.

Aku menyengir lebar.

“pasti malam ini, qe ngak berani tidur mati lampu kan?” goda fikri padaku. Matanya, ih!

“hahahahahahaha”. Aku sekali lagi tertawa “iya”.

Beberapa bulan berselang dari kejadian “takut hantu menyamar itu”, fikri mengalami kejadian aneh.

Pagi , ketika azan subuh berkumandang. Kami semua bergegas ke musalla. Tapi begitu bangun “aaaaa”, fikri menjerit.

“hush….hush…..hush…”, kataya sambil mengusir kucing keluar. Bagaimana tidak menjerit. Subuh buta, sudah ada saja kucing tertidur di atar perut fikri. Dia menggantikan buku biologi. Teman tidur fikri. Dari mana masukknya? Entahlah.

“iih, kok ada kucing di perut aku”, katanya setelah kucing tadi keluar.

Kami semua mengeleng. Uja langsung mengecek pintu jendela “terbuka”.

“uja yakin kali udah kunci”, katanya.

“iya fik, aku juga udah pastiin semalam, udah terkunci jendelanya”, sambungku.

“jadi siapa buka jendela?”, katanya.

Sekali lagi kami menggeleng. Menggeleng ngeri.

Aku juga pernah mengalami hal aneh. Waktu itu subuh. Hanya aku dan maya yang tersisa di barak. Kami terlambat ke musalla.

“cepat may”, kataku sambil terus melaju,

“iya mut”. Jawabnya dia menyusul di belakang.

Tapi saat sampai di jalan, tepat di tulisan “laki laki dilarang masuk” di depan mawar, langkah ku terhenti.

“may, coba lihat kesana”, kataku sambil menunjuk ke arah tiang listrik di depan garuda.

“ada orangkan may?”. Aku mencoba memastikan apa yang aku lihat. Sesosok manusia. Menengadah ke lampu jalan dan tidak bergeming.

“iya mut, kakak cuci kadang. Atau mudabbir atau…”kata kata maya terhenti.

“ngapain kakak cuci jam segini disini. Terus buat apa dia diam disitu?” kataku.

“yaudah, kita ke musalla terus mut”. Maya mempercepat langkah.

Aku ingin menjerit saat itu, sekencang kencangnya. Tapi apa daya. Nihil saja. Semua sedang salat di musala dan sekarang jam 5 pagi. Aku urungkan niat menjerit dan memilih lari sekencang mungkin ke musala.

Heboh! Jelas. Aku hanya ingin memastikan apakah ada yang melihat seluit manusia tadi selain aku dan maya. Dan jawabannya tidak ada.

Sepulang salat, kami melihat kembali ke arah tadi. Sayang nya langit mulai terang sedikit dan seluit itu “lenyap”.

Sampai saat ini, jendela dan bayangan siluet itu masih misteri. Sisanya? Selama bertahun disana, aku baik baik saja dan aman aman saja. Tidak ada kisah lain selain kisah ini dan tidak ada kejadian aneh lain selain kisah ini, banda aceh 19 mei 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s