rumbia, i miss u

Rumbia. Buah ini berbentuk bulat dengan kulit yang berlapis lapis padahal tidak. Mirip kulit buaya atau kulit buah srikaya.. Ukurannya sekitar 4×5 cm. tapi tinggi pohonnya bisa mencapai 2 meter. Dengan daun lebat disekitarnya.

Pohon ini termasuk ke dalam rumpun palem. Yang suka hidup di rawa rawa. Rasanya sedikit kelat (sepat) dan kecut. Mirip rasa salak. Buah ini lah, teman masa kecil ku.

Dulu aku sering melihatnya. Kami berburu dari satu rawa ke rawa lainnya untuk mencari buah ini. Biasanya pulang mengaji. Bisa di tempat mengaji atau di jalan pulang mengaji. tepatnya di rawa belakang rumah orang.

Kalau sedang musim, biasanya ketika kami lewat di sekitaran pohonya, ada saja buah yang jatuh. Entah itu 4 atau 6 buah. Dan biasanya buah yang jatuh ini selain memiliki rasa kecut dan sepat, juga ada sedikit rasa manisnya. Mungkin karena yang jatuh kebanyakan buah yang sudah tua yang kadar fruktosanya semakin banyak. Jadi sepatnya sedikit hilang dan muncul rasa manis disana.

Semakin tua, selain warna kulit menjadi lebih coklat, kulitnya juga semakin mudah di buka. Cukup di letakkan di kedua tangan lalu kapit dan kulitnya tercerah sendiri. Tapi, jika yang muda selain rasa sepat yang dominan, membukanya juga sulit. Dulu ketika mendapat yang begini, selalu aku buang. Hana mangat alias tidak enak.

Cara makannya juga mudah, seperti makan salak. Buka kulitnya dan rasakan sensasi rasanya. Kelat kelat meunan. Kadang kadang saat ada pliek u di rumah, aku suka mencampurnya. Resepnya sederhana. Rumbia, pliek ue, cabe rawit, gula, dan sedikit garam. Awalnya ulek cabe rawit lalu tambahkan rumbia dan pliek u, lalu beri gula dan garam sesuai selera. Rasanya? Luar biasa

Aku suka memakannya begitu saja. Di emut emut seperti makan permen. Kalau mamak suka memakannya dengan buah buahan segar seperti jambu. Aku suka sekali makananan ini. Hingga pernah, seharian makanan yang masuk ke perut hanya ini. Keesokan harinya aku tidak bisa BAB. Karena BABnya keras. Terpaksa aku memakan buah pepaya sebanyak yang aku bisa. Mungkin karena tanin yang dimiliki buah ini cukup tinggi. Mirip salak lah. Nah, bagi yang diare, buah ini bisa di pertimbangkan.

Selain di buat demikian, rumbia juga sering di rebus dengan air garam. Aku sering membelinya sepulang sekolah dulu. Dan rasanya? Berbeda.. Sepatnya sedikit hilang dan ditambah sedikit rasa asin. Enak enak enak.

Atau yang paling keren, buah ini dijadikan bumbu rujak aceh. Resepnya sederhana. Hanya cabe rawit, asam jawa, kacang tanah digoreng, manisan dan buah rumbia, garamnya jangan lupa. Awalnya cabe rawit di ulek lalu di masukkan kacang tanah. Lanjutkan ulekan. Setelah itu masukkan asam jawa dan rumbia. Selesai. Tahap terakhir lumuri bumbu tadi dengan manisan atau gula aren cair. Siap menjadi bumbu rujak aceh yang terkenal itu. Rasanya? Sekali lagi, Luar biasa. Apalagi di campur dengan buah segar. Lengkap. Ada asam, manis, sedikit asin, dan kelat.

Tapi seiring waktu berjalan. Buah ini malah menjadi buah langka. Di pasar jarang terlihat, apalagi disekolah. bahkan jika ada harganya cukup wow. Seharga 2x lipat harga sekilogram buah favorit di buku anak anak, alias buah apel.

Kemana dia?

Dulu buah ini terkenal di aceh barat. Namun sejak tsunami melanda aceh, banyak pohon yang mati dan mogok berbuah. Mungkin ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. Dan bisa jadi, itu juga alasan memgapa buah ini sekarang jarang aku temukan di banda aceh.

Yah, semoga saja ada yang mau membudidayakan buah ini dan bisa di kirim ke banda aceh sedikit. Iyes, ingin sekali memakan buah ini. Apalagi bisa di campur dengan pliek u tadi. Ah! Ngiler. Yah, semoga saja, rumbia kembali berbuah. Dimana pun dia berada. Karena sebenarnya bukan hanya buahnya yang bermanfaat tapi juga batangnya, daun hingga dahannya. Iyes, pohon yang amat berguna.

Hey rumbia. i miss u. Apalagi setelah makan rujak blang bintang sore tadi. Banda aceh 10/5/15

Buah rumbia
Buah rumbia sumber gambar google.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s