sabang tour part 1

Di patahan jalan dengan sudut 90derajat
Di patahan jalan dengan sudut 90derajat

Road to sabang

Tujuan perjalanan kami kali ini adalah ke sabang, ujungnya indonesia. Kami disini adalah aku, maya, momo, suji, peie, bang anggi dan robi. Teman satu kuliah. Perjalanan ini hanya sebentar, karena jarak antara banda aceh dan sabang hanya 2 jam naik kapal laut.

Jam di tanganku menunjukkan pukul 7.30 pagi. Dan dijam segini kami sudah stand by di pelabuhan ule le. Kata bang anggi kita harus cepat sampai ke pelabuhan karena harus memasukkan motor ke dek kapal. Aku sih ikut saja apa kata ketua, jadi pukul segitu kami sudah on di pelabuhan. Namun, Ternyata harus menunggu hingga satu jam kemudian hingga semua mobil dan truk besar masuk, baru motor motor kecil bisa masuk ke dek kapal

Urusan motor selesai, akhirnya kami bisa duduk cantik di atas kapal yang akan membawa kami ke pulau seberang. Tempat duduknya seperti kebanyakan tempat duduk di kapal biasa, mirip bus dalam bentuk lebar dengan jendela disisi kanan dan kiri. Jadi jika tidak ingin duduk kita bisa berdiri di pinggir jendela sambil menikmati birunya laut, deruan angin dan melihat sedikit demi sedikit kota banda aceh hilang dari pandangan hingga yang tinggal hanya laut dan langit. Atau jika ingin melihat pemandangan yang lebih wow, kita bisa naik ke lantai paling atas. Puas. Ada beberapa kursi disana. Jadi bisa sekalian duduk.

Aku cukup menikmati perjalanan ini. Diliuk liuk di laut oleh kapal. Mirip sedang naik ayunan. Sesekali memang mengerikan saat kapal bertabrakan dengan ombak besar. Tapi tetap saja asik. Namun, ada 1 hal yang membuat perjalanan ini sedikit kurang mengenakkan adalah “asap rokok”. Iyes, maklum kelas biasa, jadi semua bisa sesuka hati merokok, dan bau rokok ini membuat aku mual. Andai saja kapal ini bebas rokok maka fix, perjalanan dengan naik kapal ke sabang yang memakan waktu sekitar 2 jam ini “menyenangkan”.

Pukul 12. 30 kami sampai ke pelabuhan balohan sabang. Suasanya tidak begitu ramai karena memang bukan hari libur. Setelah mendapati kembali motor masing masing, kami siap cus keliling kota sabang. Berhubung waktu zuhur sudah datang, kami salat dulu di mesjid terdekat. Disana aku berdoa semoga perjalan kali ini menyenangkan. Amin.

Setelah salat kami langsung menuju iboh. Rencana kami bermalam disana, besok ke pulau rubia untuk snorkling, lalu bermalam lagi disana, untuk besoknya baru keliling sabang, dan lusa kembali ke banda aceh. Seperti yang aku katakan bahwa perjalanan kali ini adalah perjalananan sebentar, maka itulah run down acaranya. Sederhana saja.

Kami membawa motor sekitar 1 jam hingga akhirnya sampai ke iboh. Jalanannya? Sesekali naik dan terkadang turun dengan sesekeliling lautan atau gunung dengan pohon besar. Sering membuat ku ngilu. Sehingga sepanjang jalan aku hanya bisa berzikir, berharap tidak tergelincir. Oh ya, jika ingin ke sabang memang sebaiknya ada kendaraan. Bisa rental atau bawa sendiri, karena transportasi disini sedikit sulit bagi kita yang tidak punya kendaraan sendiri.

Ada satu tikungan yang menurutku menakutkan. Patahanan! Dengan sudut belokan nyaris 90 derajat dan kecuraman turun hampir 75 derajat. Seram. Sampai sampai, ketika melewati tempat ini, kami harus berhenti sesaat di satu sudut pertemuannya untuk memastikan bisa naik keatas dengan selamat. Tapi disisi lain, view untuk berfoto disini keren.

Sampai di iboh dengan negosiasi singkat kami mendapat penginapan. Dan melanjutkan perjalanan menuju 0 km. Sekitaran 1 jam dari iboh. Sepanjang perjalanan seperti yang aku katakan tadi, indah. Walau sedikit membuat ngilu jika ada jalan yang menanjak.

0 km meter ini, terletak tepat di ujung sabang, karena setelahnya sejauh mata memandang hanya ada laut, laut dan laut. Luas sekali. Jika hilang disana pasti akan sulit dicari karena luasnya. Allahuakbar. Berasa kecil sekali. Selain ada tulisan “0 kilometer” disana juga ada tugu yang ditandatangani oleh presiden bj. Habibie.

Dan kami mungkin orang yang beruntung. Diberi kesempatan ketemu babi hutan disana. Hahahahaha. Sedikit kesal sebenarnya. Dia takut dengan kami dan kami takut dengan dia. Jadi saling kejar kejaran menjauh. Diantara kami peie yang paling takut dengan babi hutan kesasar itu. Hahaha

Alhamdulillah sudah dua kali ke 0 km ini, semoga esok lusa aku bisa ke km ujung di marauke sana. Jadi pas, sudah ke sabang hingga marauke. Sudah sah dikatakan keliling indonesia. Hahahaaha. Amin.

Disana seperti biasa, kami berfoto hingga puas dan habis gaya. Inilah enaknya pergi bersama mereka yang asik. Teman teman yang asik memang lebih asik dibandingkan mereka yang gahul! Hahahaha. Apalagi bang anggi, suji, dan peie.

Perjalanan ini juga lengkap karena bang anggi yang sepertinya sudah hafal betul kota sabang. Entah sudah berapa kali dia kesabang. Jadi disetiap tempat yang asik dan indah untuk foto foto, dia pasti berhenti. “yok, yok kita foto foto dulu”, katanya sambil tertawa.

Dan ini dia, tugu perjuangan di salah satu jalan pulang menuju iboh. Sekali lagi, alay lah bersama. Jangan alay sendirian dan jangan bahagia sendirian. Hahahahaha.

Karena langit mulai gelap karena mendung akhirnya setelah puas di km 0 dan tugu perjuangan kami memutuskan pulang kepenginapan. Berharap jika hujan memang turun setidaknya kami tidak kehujanan di jalan.

Alhamdulillah baru setelah sampai hujan mulai turun. Sesuai prediksi. Di satu sisi aku senang karena tidak kehujanan dan disisi lain aku sedih karena hari itu tidak bisa menikmati senja indah yang allah berikan. Tapi tidak apa, semoga besok matahari akan cerah. Selalu ada pelangi setelah hujan deras bukan?

Dan malam itu, kami memilih tetap di penginapan. Sambil memandang laut yang diterangi bintang sedikit saat hujan mulai reda dan mendengar derunya. Ya allah, terima kasih atas nikmat Mu, aku merasa kecil sekali ditengah pulau ini. Dan sesekali aku memandang teman teman ku, momo, maya, peie, suji, bang anggi, robi. Teman teman yang jika lulus ujian kompetensi dokter bulan depan, akan merantau entah kemana. Mungkin inilah saat terakhir bisa jalan jalan bersama. Tapi tidak apa, ya allah terima kasih juga untuk teman yang sangat menginspirasi ini. Cileunyi, 21 april 2015

Tugu perjuangan
                 Tugu perjuangan
Nol KM, ujung indonesia
                Nol KM, ujung indonesia

CYMERA_20150502_105057

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s