arum jeram

“dunia fantasi”.

Hahahaha. Walau usia sudah segini, mengunjungi tempat tempat bermain seperti ini tetap menyenangkan. Iyes. Bukan hanya bagi ku, momo, leli dan sinta. Tapi, bagi kebanyakan orang dewasa lain diluar sana.juga sama. Buktinya, saat kami menginjakkan kaki di dufan, tidak jarang kami menemukan orang seusia kami, malah lebih tua. Bahkan beberapa diantara mereka justru sedang bulan madu.

Seperti layaknya wahana bermain yang lain. Tempat ini penuh dengan permainan yang merangsang adrenalin. Yang paling aku ingat adalah naik koro koro. Kapal layar yang berayun kekiri kekanan. Wuih, ngilunya sampai ke hati.

Namun, dari semua wahana. Ada satu wahana yang menurutku paling menarik. “arung jeram”. Jangan banyangkan kami sedang berada di sungai dengan alat lengkap, boat dan alat dayung. Hahahaha. Awalnya aku pikir juga begitu. Saat orang terus berlalu lalang melewati wahana yang bertulis ” arum jeram” itu.

Ramai sekali, sepertinya wahana inilah yang tidak pernah sepi pengunjung,

Ternyata saat masuk kesana, kenyataan sering tidak sesuai expektasi. Karena kami hanya di naikkan ke atas ban besar yang diatasnya diletakkan 8 buah bangku melingkar. Alat pengaman hanya sabuk yang diikat di atas paha saat duduk. Selanjutnya kami akan mengikuti arus sungai buatan dengan ban tadi. sekali meliuk, di putar, di siram air dari kiri dan kanan sungai buatan tersebut. Dan ternyata rasanya? Asikkkk.

Serunya saat liukan itu, bisa saja diterjang dan tersiram air. Belum lagi saat tikungan. Beuhh, ngilu. Tapi seru. Air. Air dan air. Itulah yang aku rasakan.

Saat menaiki ban besar itu, kami ditemani 2 orang adik kecil. Namanya bella dan difa. Mereka masih kelas 3 SMP. Sepanjang liukan ban, mereka terus berkomentar.

“awas mbak, disana ntar ada air bah”.

“waduh, aku belum UN”

“ini air kiriman dari bogor mbak”.

Dan ocehan lainnya hingga kami menyelesaikan permainan arum jeram itu sekitar 5 menit dan sepanjang itu pula kami tertawa ditambah celotehan adik adik tadi. selesai dari sana kami basah kuyup. Bagaimana tidak basah, setiap liukan tersiram dan bisa saja ban itu bergoyang kecang dan mencipratkan airnya.

Kami sudah siap dengan resiko basah ini. Karena semua yang keluar dari wahana ini kuyup. Tapi, tetap saja kami berniat “kita harus masuk”.

Selesai dari sana, adik adik tadi malah mengajak kami naik sekali lagi. “mbak, naik lagi yuk”. Ajaknya.

Kami ragu. “ayok lah mbak, biar sekalian basah”. Bujuk mereka.

Tidak pikir 3 kali, kami langsung iyes. Dan mengantri lagi. Ternyata mereka sudah naik wahana ini 4 kali. Ini yang ke 5. Hahahahaha.

Ah air. Selalu menarik. Siapa yang tidak suka air? Semua. Mulai dari anak anak hingga orang dewasa. tampak dari yanh menaiki wahana ini. Mulai dari yang kecil hingga yang sudah tua. Mereka rela berbasah basahan. menjerit sesekali saat tersiram air. Hahahahahaha. Sepertinya ada hormon endorfin yaitu hormon bahagia disana. Hahaha. Buktinya semua bahagia dengan air. Jika dengan porsi sewajarnya.

Saat aku diliukkan oleh ban pertama kali tadi, satu hal yang aku ingat. Masa kecilku. Kegiatan seperti ini bukan hal baru bagi ku. Seperti yang pernah aku ceritakan di “hujan selalu romantis”. Saat hujan kelebihan datang, maka setiap parit akan terisi air susu coklat alias banjir. maka kami tidak akan absen untuk mandi disana ditambah dengan ban besar. Apalagi mandi di parit rumah rina yang airnya deras. Terkadang bahkan hingga terbawa jauh ke depan. Asikk sekali. Mirip dengan wahana arum jeram ini. Tentunya dalam versi berbeda dan lebih baik. Saat itu aku tidak tau kegiaatan kami yang asal main ini, mirip kegiatan arum jeram. Hahahahahaha. Begitulah anak anak kampung. Semoga esok lusa aku bisa merasaka arum jeram sebenarnya.

Selesai naik arum jeram untuk ke 2 kalinya, kami akhirnya menyerah. Sudah basah semua. Dan si adik juga menyudahi berbasah basahan.

“sekarang, kita keringin baju ya mbak”. Kata mereka.

“iyes”, kami iyes saja. Semangat mereka membuat aku iri. Hahahahaha, walau baju basah semua mereka masih punya langkah lebar menuju wahana selanjutnya.

Misi kami selanjutnya adalah mengeringkan baju yang “diiklaskan” basah demi bisa bermain air. Ah, asik sekali bermain air itu. Mungkin benar, ada endorfin disana. Hahahahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s