“selamat”

“Selamat”. Selamat wisuda dan selamat menjalani koas.

IMG_35619120426881MOmen paling ditunggu setelah kuliah adalah wisuda. Alhamdulillah akhirnya 10 mei 2012 kami diwisuda sarjana kedokteran. Dan itu artinya kami siap untuk menjadi dokter muda setelah wisuda selesai.

Seperti semua wanita yang akan diwisuda, kami sibuk mencari perlengkapan wisuda. Apalagi kalau bukan masalah jahit baju. Sejujurnya moment ini tidak begitu aku sukai dari rangkaian wisuda. Mencari bekal baju dan mencari model baju. Ribet. Andai saja wisuda cukup dengan baju seragam dan ditutup toga. Betapa menyenangkan wisuda itu.

Oleh karenya, aku dan maya sibuk membuka internet, instagram, atau majalah hanya untuk mencari model baju. Akhirnya ketemu. Modelnya biasa saja. Blus biasa. Setelah menentukan model berangkatlah kami kepasar. Dan seperti biasa masalah beli membeli ini selesai.

“yang ini cantik may?”, tanya ku.

“gedek gedek kali bunga rendanya mu, nampak tua”, katanya.

“kalau yang ini?”, tanya ku. Sambil menunjuk kain renda warna mirabella penuh dengan bunga bunga. Sebenarnya kain renda itu tidak jauh berbeda, ujung ujungnya kembali kepada paduan model jahitannya dan siapa yang memakainya. Tapi tetap saja bingung ketika memilihnya.

“ngak ok mut”, kata maya. Seperti yang sudah aku katakan. Urusan yang satu ini aku tidak ahli, jadi aku serahkan kepada ahlinya. Maya. Dia yang selalu tampil modis dan selera matanya keren.

Akhirnya setelah keliling pasar dan geleng geleng kepala, kami menemukan kain renda pink berpadu biru. Dimataku itu sudah sangat keren.

“aku biasa aja mut sama kainnya, tapi kalau qe suka beli aja”, itu katanya.

Aku sudah lelah mencari, ah biarkan saja yang ini. “oke may”. Kataku.

xxxxxx

Hari H tiba. Sebernya untuk urusan wisuda ini tidak hanya selesai pada tahap menyiapkan baju tapi juga menyiapkan penata rias. Hahahaha. Ribet. Urusan ini bukan sekedar di dandan selesai. Tapi ini urusan bangun pukul 3 pagi untuk berangkat ke tempat rias. Kenapa? Karena mengantri dan siapa cepat dia yang akan di siapkan duluan. Terlambat datang? Terlambat di make up dan terlambat ke tempat wisuda. Ah.

Di pagi hari H kami mendapat telpon bahwa yang akan mendandani kami tidak bisa datang. Seperti kebakaran jenggot pagi itu. Telpon sana dan telpon sini. Hanya tinggal 3 jam lagi. Tapi alhamdulillah ada tempat rias yang tidak begitu jauh dari rumah yang masih kosong. Sekejap. Hanya sekitar 20 menit selesai. Dan wajah kami berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa aku katakan.

Kami akhirnya berangkat. karena mamakku sedang sakit dan tidak bisa pergi sedangkan ayah maya sedang dinas ke luar kota, maka hari itu kami adalah sisa kelurga yang sebenarnya sedih anggotanya tidak lengkap tapi bisa saling melengkapi. Iyes. Kami berangkat berempat ke tempat wisuda.

Adku suka momen wisuda. Bagiku itu moment yang sakral. Tapi karena harus pakai baju bling bling, di dandan dengan bulu mata yang mengalahkan kemampuan otot levator palpebra, belum lagi sanggul yang mengalahkan gunung selawah, beratnya itu bikin sakit kepala ditambah lagi dengan high heels. Oh my god. Aku sering lelah menjalaninya.

xxxx

Prosesi 3 jam itu, alhamdulillah selesai. Alhamdulillah 3,5 tahun masa kuliah telah kami lalui dengan banyak suka dan duka. Bersama maya dan bersama gang bebek. Ada aku, maya, fikri, momo, nona, nyanyak, pi, pes, chaha, uci. Sebenarnya bukan gang, tapi karena kami sering bersama kemana mana makanya kami mirip anak bebek belum lagi kami semua naik motor metik. Lengkap sudah.

Siapakah mereka? Bukan orang lain, mereka adalah teman teman satu SMA. Hahahaha. Sebenarnya hal ini lemah sekali, masak sudah kuliah temannya itu itu saja. Iyes. Tepat. Kami berasa kerdil. tapi disinilah kami mendapat kenyamanan.

Tapi setelah wisuda ini selesai dan kami menjadi adek koas, pertemanan ini mencari muaranya masing masing. Karena waktu tidak selamanya mengizinkan kami bersama selamanya dan terus berada dalam zona aman ini. Iyes, setelah memasuki koas gang bebek hanya tinggal nama. Tapi dimanapun kalian, we still bestfriends. Aku dan maya? Tetap. Dan akan tetap bersama selama kami bisa.

Selesai proses wisuda, kami berfoto foto bersama. Sejenak. Foto tidak terlalu banyak karena kami tau insyaallah 2 tahun lagi kami akan menjalani hal yang sama lagi. Selanjutnya semua kembali kepada orang tua dan keluarga masing masing. Melanjutkan acara syukuran wisuda ini dengan cara sendiri sendiri. Begitu juga dengan aku dan maya. Kami pulang ke rumah setelah makan.

xxxx

Wisuda selesai, dan proses menjadi dokter muda, menjani pendidikan profesi selama 2 tahun siap kami jalani. Bismillah.

“besok kita mulai koas mut”, kata maya sambil memasukkan baju kedalam tas ranselnya. Bagian pertama kami adalah anak, dan di hari pertama maya langsung jaga malam.

“iya may, hadapi aja”, kataku. Walau sejujurnya ada getir dari kata “hadapi” saja.

“iyes, bismillah”, katanya. Dan sekali lagi kami tersenyum bersama.

“kita pasti bisa mut”, tambah maya. Aku mengangguk dan untuk kesekian kali kami tersenyum bersama.

Terkadang dengan meilhat semangatnya aku jadi semangat. Dan untungnya dia adalah sosok yang jarang mengeluh. Selelah apapun dan sesulit apapun jarang sekali dia mendesah tentang dunia. Walau dia tidak energik dan menggebu gebu dalam melakukan sesuatu, tapi yang pasti apapun itu dia akan menyelesaikan apa yang telah dia mulai tanpa pernah menunda dan mengeluh tentang itu. Pasti.

Bismillahirrahmanirrahim kita pasti bisa. Tanah baru, bogor 12/3/15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s