selalu “romantis”

011220101697“may, cepat may”, kata ku yang sudah siap di atas motor.

“iya mut, bentar”, terdengar suaranya dari balik pintu kamar. Beberapa saat kemudian dia muncul. Dengan baju cream, rok corakan hijau cream dan jelbab senada. Lengkap dengan tas coklatnya. Selalu cantik.

“qe selalu buru buru. Buku tutorial ada bawa? Buku blog ada bawa? Dan sejak kejadian pisang goreng itu, hal yang tidak pernah dia lupakan adalah “dompet” ada bawa?”, tanya nya. Sering sekali dia memastikan hal ini sebelum pergi. Dia tau aku sering tidak teliti.

“ada madam”, jawab ku. “cepat naik udah telat kita”, kataku.

“iya hai”. Dan kami pun melaju menuju kampus dengan motor bebek andalan. Butuh waktu sekitaran 15 menit untuk sampai kesana. Dan si mata ramah adalah penumpang setiaku. Entah sudah berapa km kami habiskan dijalan bersama.

Bagiku dia adalah teman boncengan yang sangat romantis. Ketika aku membawa motor dan memakai tas samping, dia selalu memeperhatikan detailnya. Begitu tas itu menjuntai kebawah, tak segan tangannya mengambil tas itu dan diletakkan kembali ke atas jok motor. Atau saat tali tas jatuh dari bahu ku, ringan saja dia meletakkannya kembali di atas bahu ini. Di teman boncengan yang paling perhatian. Dia tau apa yang kita butuhkan tanpa harus meminta terlebih dahulu.

Perasaannya lembut sekali dan matanya sangat jeli.

Atau saat aku membawa motor dengan sedikit kencang, begitu dilihatnya helm ku mulai lepas sedikit. Dengan lembut dia bilang.

“mut, sini biar aku ikat helm qe”. Katanya.

Aku memelankan motorku dan dia dari belakang menjulukan tanganya lalu mengikat ikatan tali helm. Setelah itu aku bisa cus kembali. Melaju kencang lagi. Ah romatis sekali wanita ini benakku. andai aku laki laki, maka aku akan jatuh cinta seribu kali dengan wanita imut ini.

Suatu hari saat aku hanya berdua dengan leli, entah mengapa pembicaraan kami menuju pada “maya si penumpang yang romantis”

“maya baik kali kan mut”, kataya membuka pembicaraan.

“iya lik, emank kenapa lik?” tanya ku.

“aku terharus kali waktu aku bonceng dia terus tas aku jatuh menjuntai, dia ambil tas aku. Terus waktu tali tas aku jatuh dari bahu, dia juga langsung ambil”, cerita leli.

“hahahaha, iya lik. Sama aku sering gitu. Qe sampe terharu lik?” tanya ku.

“”iya. Gak pernah ada yang gitu waktu aku bonceng”, jawabnya.

Dan kami tertawa bersama.

Suatu hari dompet ku jatuh karena aku letakkan di depan motor. Alhamdulilah ketemu. Sejak saat itu begitu dia melihat aku meletakkan dompet ditempat yang sama, dia akan menawarakan diri.

“sini dompet qe aku pegang”, katanya. “nanti jatuh lagi. Ngak pernah jera ya mut”, sambungnya sambil menengadah tangan meminta dompetku.

Aku hanya menyeringai. Memberikan dompet itu padanya. “makasih may”, kataku.

Dan kami siap melaju. Entah itu mencari kudapan sore, mencari swalayan untuk membeli handbody, kepasar, atau kemanapun. Selalu bersama selama kami bisa. Aku di depan dan dia belakang.

Satu hal yang paling dia tau mengenai aku adalah “aku tidak bisa kebut kebutan”. Tapi ketika suasana memaksa mau tidak mau aku harus berpacu dengan waktu. Dan saat itu aku harus mengencangkan kecepatan sepeda motor. Terpaksa di sepanjang jalan aku mengelakson siapa saja yang menghadang.

Saat dia sadar aku mulai mengebut, dia tidak pernah melarangku. Hanya pegangan tagannya yang mulai semakin erat di bajuku. Namun ketika dia sudah tidak tahan lagi dia baru mengeluarkan kata katanya.

“jangan ngebut mut, ngak apa lambat asal selamat”, katanya.

Tapi aku tetap saja. Menderu kencang. Saat itu, dia tidak akan mengucapkan hal yang sama untuk kedua kalinya. Hanya saja saat ada mobil yang menyelinap dari samping kanan atau ketika ada mobil yang jaraknya terlalu dekat dengan ku, dia akan menarik baju ku ke arah berlawanan, menjauh dari sumber kecelakaan sekencang yang dia bisa.

Karena gerakannya sering aku reflek menghindar. Dan alhamdulillah. Beberapa kali kami terhindar dari kecelakaan.

“jangan ngebut lagi mut” katanya.

“iyes may, tapi jangan kencang kali qe pegang baju aku”. Kataku.

“hahaha, aku takut mut”. Jawabnya.

Dan kami kembali melaju. Melaju dengan motor bebek kesayangan. Bersama selama kami bisa. Ah, dia sangat romantis. Apalagi dia Si mata ramah yang sedikit bicaranya. Terlihat cuek di luar karena diamnya. Tapi sesungguhnya dia amat luar biasa. Romantis tiada tara. Dan seperti yang selalu aku katakan, aksinya lebih banyak dari ucapankan. Sekali lagi, andai aku laki laki maka dia akan selalu membuatku jatuh cinta dengan sikapnya. Sekarang, saat motor ku terasa enteng ketika ku bawa, disitu aku sering merasa hampa. bogor 21/3/2015

Advertisements

5 thoughts on “selalu “romantis”

  1. Iya mut, walaupun sring kali dia blg “maaf ya isfan, maya orgnya gk romantis lah” pdhal mgkn scara tdk sadarnya, gk perlu diucapkan, dalam diam pun dia udah romantis.
    Dan alhamdulillah aku prnah menjadi “laki-laki” itu mut.
    Semoga Allah memperlakukannya dgn romantis di sana. Amin 😀

  2. sedih mut…sama kk juga dy perhatian x. wktu kk capek x pas koas gak sanggup bli makan, dy yg tanyain mo makan apa sampe detil… semoga dy disayang Allah SWT. rindu maya banyak2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s