sambal kecap

Bagi ku dan sinta “makan ikan bakar atau ayam bakar harus dengan kecap”. Harus. Kenapaa?. Karena memang begitu hari hari kami. Bahkan menurutku, begitulah gaya orang aceh maka ikan atau ayam bakar. Dengan kecap di campur potongan cabe rawit, tomat, bawang, jeruk nipis. jika pun beda, bedanya cuma sedikit. Ada yang bumbunya di potong atau di blender. Tapi apapun itu, tetap dengan kecap.

Hampir 1/4 abad kami dihadapkan makan dengan cara demikian, maka ini lah yang kami pikir selalu terjadi dimana mana. Hingga ahirnya kami sampai ke sini. Ke bogor. Karena menjadi seorang bag packer, maka makanan kami pun campur sari. Mulai dari nasi warteg, nasi sunda, soto bogor, sate madura atau sesekali jika ada nasi padang. Satu tempat yang belum pernah aku lihat di sini adalah “wong solo”, entah mengapa.

Nah, suatu hari kami membeli ikan bakar di warteg citayam, bogor utara. Bosan makan ayam terus terusan. Setelah di bungkus, kami kebingungan “kecap nya mana mas?”tanya ku.

“tidak ada kecap mbak, yang ada sambal. Mau?”katanya.

Kami menggeleng dan pergi. Ah, ikan bakar kali ini terasa hambar tanpa kecap.

Untung ketika ke pancasan, bogor barat kami menemukan warung padang, mungkin disini ada kecapnya. Langsung saja aku memesan “ayam bakar”, tetap setia. Tapi sekali lagi aku kecewa “tidak ada kecapnya neng”. Oh my god. Aku rindu kecap.

Lain aku, lain lagi sinta. Waktu itu kami di klinik galaxy. Bogor tengah. Di dekat klinik ada warung padang “empang” namanya. “aku bosan makan ayam mut”, kata sinta. Akhirnya dia memilih ikan bakar. Coba coba saja. Siapa tau berbeda. Hingga akhirnya makanan di antar.

Semangat sekali sinta membuka bungkusan nasi padang. Berharap dapat makan ikan bakar dengan kecap. Tapi untuk kesekian kalian nihil. Tidak ada kecap disana. “kok ngak ada kecap ya mut?”, tanya sinta.

“mungkin memang disini ngak pakek kecap cin”, jawab ku.

“mungkin abang itu lupa kasih”, katanya.

“hmmmm, bisa jadi cin”, kata ku.

“kita balek lagi aja yok”,ajak nya.

Akhirnya kami kembali ke warung nasi padang yang tidak begitu jauh dari klinik. Gagah gagahan saja. ” bang, kami yang tadi beli nasi disini pakek ikan bakar”, kata sinta.

“iya, kenapa neng?”,tanya si abang heran.

“kok ngak ada kecapnya ya?”, tanya sinta lagi.

“memang tidak ada kecapnya neng”, si abang senyum saja.

“makasih bang”, “yok mut”, ajak sinta. Sepanjang jalan kami tertawa. Membayangkan expresi si abang dan wajah polos kami. Hahahahaha. Ah, kami sungguh rindu kecap.

Tapi untuk kesekian kalinya kami tidak putus asa. Klinik permata di bojong gede, kembali ke bogor timur. Sekali lagi sinta membeli ikan bakar dan aku ayam bakar.

“bang, ada sambal kecapnya kan?” tanya sinta.

“oh, ada neng”, jawab si abang.

“akhirnya mut”, kata sinta. Ada pancaran bahagia dimatanya.

“kita, satu kecap berdua atau pisah pisah cin?”tanya ku pada sinta.

“aku ngak cukup sebijik mut, pisah aja”, katanya.

“oke”. Aku langsung saja mengabari si abang “bang, kecapnya pisah ya”, kata ku.

“duh neng, kecapnya di belakang”, kata si abang,

“lho”. Aku mulai bodoh sendiri. Tadi katanya ada kecap, sekarang kok udah di belakang. Maksudnya apa. Aku dan sinta saling melempar pandangan.

“jadi yang tadi sambal kecap apa bang?”, tanya ku.

“ini neng”, jelas si abang. Sambil menunjuk “sambal kecap” maksudnya. Berisi potongan cabe rawit dan air cuka.

“ini udah ada kecapnya neng, udah menyatu sendiri”, jelas si abang lagi.

“iyes bang”, jawab kami serentak.

“hahahahahaha”. Kami tertawa. “berarti jangan harapkan ada kecap pendamping ikan atau ayam bakar di bogor”. Itu kesimpulan kami untuk sementara.

“aku kepingin x makan kecap mut” kata sinta.

“aku juga”. Jawab ku sambil menghabiskan ayam bakar tanpa kecap itu. Hambar. Seperti makan sayur tanpa garam. Mungkin seperti yang sudah aku katakan. 1/4 abad kami habiskan dengan gaya makan ayam atau ikan bakar dengan kecap.

Baiklah, besok kami akan pindah ke kota bogor. Semoga disana ada warung padang dengan sambal kecap lezat, atau warung makanan apapun yang ada sambal kecapnya. Amin. Sesekali juga jika begini aku rindu aceh dan sambal kecapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s