morning report terakhir

7 februari 2014

ruang mr tercinta.

Selesai MR
Selesai MR

hellllo, ini mr terakhir kami di penyakit dalam. Aku duduk disudut ruangan, ditemami matahari pagi dari balik jendelanya. Hangat sehangat suasana di dalam sini. Ada banyak teman disini, mulai dari teman seleting, adek leting, hingga kakak leting yang bentar lagi mau jadi dokter sejawat alias mau tamat.

Mr, alias morning report, adalah aktivitas rutin setiap pagi seminggu 5 hari. Disini kami mempresentasikan kasus semalam. Mulai dari pasien igd hingga pasien ruangan. Disinilah kebodohan kami muncul. Tapi inilah proses belajar, belajar dari ketidak benaran, agar kali depan bisa lebih pintar.

mr pertama mengerikan, di buka dengan dokter hendra yang marah marah karena slide mr gk siap. Sebenarnya slidenya udah siap tapi karena yang buat tiba tiba sakit maka terhentilah semua. Mr pertama kesannya seram. Namun itu hanya awalnya saja, karena setelahnya mr adalah hal biasa, dokter nya baik, lebih banyak mengayom dari pada marah marah.

Seperti dr riswan bilang “BUAT APA SAYA MARAH MARAH, ILMU UNTUK KALIAN GK ADA”. Love you dokter.

Mr paling terkesan itu, mr bersama dokter kurnia. Helllo mr kami 3 jam. Ilmunya memang gk banyak, tapi motivasinya luar biasa. Aku rasa beliau satu satu nya dokter yang tau semua kisah klise hidup kami.

Mulai dari kisah cito, tidur sepulang jaga, dan retetan keluhan kami. Misalnya “SAYA TAU KALIAN CAPEK, BELUM PUN PULANG UDAH DI TELPON ADA CITO. Kapan belajar nya?”. Kami sontak ketawa. Itulah adanya kami terlalu sering mengeluh dari pada berusaha, dan lebih sering bicara dari pada belajarnya. Oh mahasiswa yang penuh dilema.

Diakhir mr yang menggebu itu beliau berpesan, tetap semangat tetap belajar, hidup tidak seberat yang kalian pikirkan. Huft siang itu aku jaga malam, tapi semua kantuk memguap.

mr selanjutnya yang paling asik itu dengan dokter zaki mubarak. Dokter idola sejuta umat. “BERAPA SEDIAAN METFORMIN?”, kami terdiam. Oh helllllo, ngapain aja selama ini. Aku terpukur di atas sejadah. Oh waktu tu ku, oh perhatian ku oh oh oh. “belajarlah dari kasus, kami sama seperti kalian, tapi tetap sempat belajar. Tetap belajar, jangan cuma dapat capeknya aja”, BELAJAR DARI KASUS, KALAU UDAH TAMAT KALIAN GK BISA BALEK LAGI UNTUK BELAJAR DISINI, kecuali jadi PPDS”. Katannya. Wah, menusuk hingga ke tulang. Dan kami mulai terbakar.

Namun, Tetap pahlawan yang asik untuk di dengar itu dr hendra zufri. Hmm, terlepas dari semua yang udah terjadi, kalau dengar mr sama beliau dan fisit sama beliau pasti menyenangkan. Asal jangan kena tanya jawab aja. Hahahahaha

Kalau dokter nya gk datang inilah saat nya kami berekspresi, terutama yang jaga semalam, ini lah waktu yang paling tepat untuk tidur. Semuanya. Dengan semua gaya yang kami punya. Ini keahlian alam yang tidak perlu di pelajari sungguh sungguh. Ada yang bisa tidur sambil menunduk, ada yang menengadah kepala keatas, menutup wajah ke atas meja kursi, atau bersandar di dinding. Ada ada saja.

Nah, MR terakhir ini di bimbing oleh dokter kurnia, dan sekali lagi kami terbakar. Terima kasih penyakit dalam, terima kasih dokter pembimbing yang baik hati, para ppds, perawat, PDP, PDW, IGD. Terima kasih ya Allah untuk kesempatannya, semoga ilmunya berkah. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s