jaga IGD penyakit dalam

22 januari 2014. Minggu ke enam di penyakit dalam.

Akhir minggu ke 5 aku tutup dengan jaga malam di igd. Lanjut jaga dari wajib hadir di igd. Jadi hari itu ak stay di igd selama 18 jam. Dan selama itu pula lah silih berganti pasien datang, dengan beragam macam keluhan dan kondisi. Mulai dari pasien bedah yang mengalami crush injury sampai hanya adek adek kejedot pintu.

Tim jaga malam itu, aku, winda, dan si dagu ayu radian. Ppds yang jaga dr indra, dr rahmi dan dr yeni.

Pasien pertama datang seorang ibu usia 48 tahun datang dengan keluhan lemas. Pasien menderita dm tipe 2 normowight wellcontroled. Setelah di cek gds pasien 500, lalu setelah diberi insulin gds membaik dan pasien berobat jalan. Setelah itu sore kembali lengang di meja penyakit dalam.

Hingga tiba tiba seorang pasien masuk laki laki 67 tahun. Perawakannya besar dan mirip orang india. Setelah anamnesis katanya nenek mereka yang keturunan india. India aceh. Pasien ini datang dengan penurunan kesadaran ec hipoglikemi karena pengunaan glibenklamid. Oh gliben! Ini kali ke 5 aku kembali berjumpa pasien diabetes yang tiba tiba terkena racun dunia tidak sadar gara gara glibenklamid. Dan rata rata pasien mendapat gliben dari apotik alias beli sendiri. Hehehe.

Well, bapak ini punya masalah selain karena dm nya ternyata beliau pucat. Kentara sekali pucatnya. Dan hasil lab menunjukkan hb pasien adalah 4,5. Dari anamnesis tidak dijumpai sumber perdarahan. Tidak ada luka, hematemesis, atau melena, tidak ada tanda menuju penyakit kronik seperti gagal ginjal yang membuat eritropoitin tidak terbentuk, dan tidak ada riwayat transfusi sebelumnya.

Selesai anamnesis rektal tause ambel bagian. Segera saja dr, indra memainkan jari jemarinya. 3 menit rt selesai dilakukan, dan tidak ada melena dari hand scon yang menganga. Untuk sementara penyabab hb pasien rendah masih menjadi tanda tanya. Akan dilakukan work up lanjut untuk mencari etiologi penyakit nya.

tapi 5 menit setalah rt dilkukan, bapak tadi langsung bangun dari tidurnya, lupa tali infus yang dipasang di tangannya tidak boleh tertarik, beliau seolah kalap, ingin cepat cepat beranjak. Ternyata perutnya mulas dan ingin buang bair besar segera. Karena tidak cepat tanggap, akhirnya feses pasien menetes netes di sepanjang lantai hingga ke kamar mandi. Hahahaha. Rt yang menginduksi bab.

tengah malam pasien selanjutnya masuk. Wanita 56 tahun denga diare akut. Dari anamnesis ditemukan mual, muntah, nyeri perut, dan tenesmus. Pemeriksaan fisik ditemukam pasien dehidrasi sedang. Setelah direhidrasi kondisi membaik. Dan pasien siap di dorong ke ruangan. Nama pasiennya aisyah.

Lalu masuk lagi pasien selanjutnya. Begitu terus hingga pukul 5 pagi. Dan hari itu kami hanya tidur 1jam.

Setelah salat kami bergegas mandi, follow up pasien dan ikut morning report. Begitu hingga penyakit dalam selesai dan terus begitu hingga koas selesai. Bismillah saja. Semoga membawa banyak berkah. Amin.

Esok lusa, jika aku kembali ke IGD ini, semoga ilmu ku lebih mantap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s