taman kencana

Tama kencana bogor
Taman kencana bogor

Tamannya tidak begitu luas, tapi lumayan lah. Letaknya tepat di tengah tengah lalu lintas kota. Dengan 4 pintu masuk disana. Ditengah taman ada menara dengan 3 buah kijang dengan berbagai macam posisi. Disekeliling taman ada bangku, bunga, dan pepohonan tua.

Yang datang beragam. Mulai dari anak anak, remaja hingga orang tua. Aktifitasnya juga beragam. Ada yang hanya sekedar lewat, berfoto selfie, main scatboard, dan ada juga yang seperti kami hanya duduk sambil bercerita. Sebenarnya kami sedang menunggu tia datang dari dramaga. Wilayah sekitaran IPB. Kami punya janji makan makan dengannya.

Nah, disekitaran taman kencana ini ada banyak tempat makan. Seperti makaroni panggang, warung gembira, rumah cup cake, dll. Taman ini mirip taman sarinya banda aceh.

Saat menunggu tia datang, tiba tiba datang 3 orang gadis datanh. Dari penampilannya umur mereka sekitar 15 atau 16 tahun. 2 orang tidak berjelbab dan 1 berjilbab. Gayanya tetap gaya anak gahol. Mereka memilih duduk tepat di depan kami, di sekitaran menara dengan 3 buah kijang di atasnya.

Awalnya aktivitas mereka sama seperti kami. Bercerita hingga bosan. Namun siapa sangka, tiba tiba si teman yang berjelbab memegang rambut salah satu temannya. Aku pikir hanya mengambil ketombe atau sekedar rumput kering. Ternyata tidak. Si gadis berjelbab kembali memegang rambut si teman lalu seperti menjepit sesuatu dengan ke dua jempolnya. Ah, sekali lagi aku berfikir mungkin hanya seekor kutu yang tersasar. Namun kembali lagi si gadis berjelbab melakukan aktivitas yang sama berulang ulang. Serius sekali.

“sin, qe lihat adek adek di depan kita?” tanya ku pada sinta. Takut berfikir negatif untuk orang lain.

“ada mut. Udah dari tadi aku lihat. Cari kutu kan?” jawab sinta serius.

“hahahaha, iya iya aku juga lihat mut”, sambung momo dia terkekeh. “serius kali. Kayaknya banyak kali kutu adek itu”. Hahahaha

“hahahaha, iya. Jauh jauh kemari kok cari kutu ya”, kata ku.

“udah terlalu mainstream cari kutu dirumah kadang mut”, kata sinta.

Alahai anak gahul. Kami sudah terkekeh, hingga sakit perut. Tapi mereka tetap dengan aktivitas sendiri. Mencari kutu di taman kencana. Tepat di tengah taman. Pusat pergerakan semua orang. abai dengan kami. Entah tidak sadar karena terlalau asik, atau sudah terlanjur ah “bodo teing” alias bodo amat.

“foto mut, foto”, kata momo.

Aku siap. Langsung mengabadikan moment itu. “pret”. Dapat foto fenomenal ini.

Sampai tia datang dan kami sudah lelah berfoto ria disana, mereka masih dengan aktifitas asiknya, mencari kutu.Baru ketika matahari senja mulai hilang dan berganti malam, mereka berhenti lalu beranjak pergi seolah tidak terjadi sesuatu apapun saat itu. Dan sama seperti mereka. Kami juga pergi dengan perut terkekeh. Personel sudah lengkap dan kami siap makan makan terakhir hari ini.

“anak gahul, yang mencari kutupun di tengah taman kencana. Disitu terkadang saya merasa sedih”.

Tapi terima kasih untuk kesan pertamanya. Esok lusa saat kembali ke taman kencana akan selalu ada cerita yang bisa aku ceritakan.

Advertisements

One thought on “taman kencana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s