UNIVERSITAS

“Ikut umb kita may?”tanya ku pada maya. Umb itu ujian masuk bersama beberapa universitas yang dilakukan sebelum SNMPTN. Kalau aku tidak salah ada usu, umj, uij, dan 2 lagi aku lupa.

 

“ikut aja, kalau ngak ikot dan gak lulus SNMPTN kita mau kuliah dimana mut?” jawab maya.

 

Selalu. Kami selalau galau urusan pilihan hidup. Dan bagi ku, dialah salah satu orang yang paling sering aku minta pendapat mengenai keputusan hidup setelah orang tua. Namun pada akhirnya kami malah sering menggalau berdua.

 

“emank kita udah pasti lulus may?”, tanya ku lagi. Dan akhirnya hening. Aku dan maya larut dalam pertimbangan kami sendiri.

 

XXXXXXX

 

“hati hati ya”, itu suara perpisahan beberapa orang yang mengantar kami pergi ke medan untuk ikut UMB. Akhirnya kami memilih yes untuk ikut. “yaudah mut, kita coba coba aja”. Itu kata maya. Berangkatlah kami bersama. Aku, maya, sali, ipi, mumun, nujul. Itu yang aku ingat.

 

Kami menginap di rumah uja. Setelah tamat SMA, uja dan keluarganya pindah ke medan. Alhamdulillah uja juga ikut UMB. Jadi setelah beres beres, kami tepatnya aku, maya, sali dan uja berangkat ke USU untuk mendaftar.

 

Rame! Bukan ratusan, tapi aku rasa ribuan orang berada disana. Sesekali aku ciut. Tapi bismillah. “kita coba aja mut”, itu kata maya. Dan setengah hari urusan daftar mendaftar itu selesai. Sayangnya nomor urut aku dengan yang lain berbeda jauh. Jadi, tempat ujian aku berbeda sendiri. It’s oke lah.

 

Akhirnya hari tes datang. Bismillah aku menyontek pilihan maya. Pilihan pertama kedokteran usu dan kedua farmasi usu. Uja memilih farmasi usu juga. Dan hari itu dengan baju putih dan rok kotak kotak pink aku masuk ruang ujian. Memperjuangkan yang aku sendiri tidak tau. Tapi bismillah saja.

 

Sebulan kemudian, alhamdulillah kami lulus. Satu fakulatas yang sama. Aku, uja dan maya. Farmasi usu. Jauh terpisah. Tetap saja di koran serambi pada kolom pengumuman, namaku berada tepat setelah nama maya. Ah, terkadang jodoh memang tidak jauh jauh perginya.

 

“alhamdulillah ya maya,kita lulus”, kata ku.

 

“iya mut. Tapi ambil ini atau kita ikut SNMPTN lagi? “, pertanyaan maya sekali lagi mengundang galau.

 

“gak tau may, ini udah lulus. Itu ujian aja belom”, kata ku. Dan untuk kesekian kalinya kami galau bersama.

 

Xxxxxxx

 

Pilih fakultas apa kita may? “tanya ku. Dengan formulir SNMPTN di tangan. Sebentar lagi ujian akan berlangsung tapi sebelumnya kami harus mengisi lembar formulir dulu. Again. Aku bingung. UMB untuk sementara kami lupakan.

 

“suka hati qe mut”, katanya.

 

Ah aku galau. Sejujurnya keinginan ku bisa kuliah di luar aceh. Tapi apa daya, tidak dapat izin dari orang tua. Akhirnya dengan menyontek pilihan maya untuk kedua kalinya, bismillah aku memilih masuk kedokteran sebagai pilihan pertama sekali lagi setelah gagal di UMB, kedua aku memilih kedokteran gigi dan yang ketiga aku memilih ekonomi. Semuanya di aceh. Aku dan maya punya pilihan yang sama. Jelaslah. Aku saja menyontek pilihannya. Tujuan kami masuk kedokteran. Bagi ku pilihan ini adalah ikut ikut teman. Tapi jika temannya maya tidak masalah.

 

xxxx

 

Hari ujian dimulai. Kami ujian selama 2 hari. Bertarung untuk ke dua kalinya. Setelah ujian maya langsung ke medan, mendaftar ulang Farmasi usu. Sedangkan aku sudah bulat menunggu SNMPTN. Mungkin kami akan terpisah, aku pasrah.

 

Tapi alhamdulillah satu bulan kemudian kami lulus ujian dan sah jadi mahasiswa universitas syiah kuala, jurusan kedokteran. Aku, maya dan fikri. Dan maya, akhirnya memilih tetal di aceh saja. Teman teman lain yang juga lulus adalah leli, pepe, pees, peie, chacha, nyanyak, sali, uci, nona, momo. Alhamdulillah. Syukur tak berkira. Menjadi anak kedokteran bukan cita cita dan bukan suatu kebanggaan bagi aku dan maya. Tapi saat mengingat kembali apa yang sudah kami lakukan untuk sampai pada titik ini, ya Allah terima kasih untuk semua.

 

Untuk bertahun tahun setelahnya aku tinggal bersama si mata ramah. Di teman pertama ku 3 tahun lalu dan akan tetap menjadi begitu sekarang, nanti dan selamanya. Dari sinilah perjalanan hidup kami di luar penjara suci dimulai. Perjalanan menjadi anak kos, mahasiswa kedokteran, menjadi kakak, menjadi adek koas, hingga akhirnya kami menjadi dokter nanti., amiin. Disinilah aku menemukan dia. Dia yang tidak hanya memuji kelebihan ku tapi tetap ada dengan semua kekurangan yang aku punya. Dia si mata ramah. Maya zammaira.

Ya Allah, untuk kesempatan ini terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s