ketua keamanan

Naik kelas. Alhamdulillah. Biasanya kelas baru, struktur kelas juga baru. Ketua kelas, wakil, sekertaris bendahara, dan bawahannya baru. Namun sudah sampai 2 minggu, kelas kami tidak kunjung melakukan pemilihan. Tidak ada yang bersedia. Itu masalahnya.

Hingga beberapa hari kemudian, kami semua sepakat menggunakan sistem pilih dengan hak veto. Siapapun yang diusulkan oleh kelas, mau tidak mau harus mau menjabat selama setahun kedepan. Berdasarkan kesepakatan terpilihlah beberapa orang teman yang tidak kami sangka sangka. Sejujurnya aku lupa siapa saja yang terpilih, hanya satu yang benar benar aku ingat. Sang ketua keamanan.

Nah, hari itu pelajaran fisika. Buk kemala sari masuk berlahan. Jika ingin mengetahui cerita tentang guru kami silahkan baca dengan judul guru guru kami di folder masa masa SMA.

Kami memberi salam kepada beliau.

Setelah menjawab salam, beliau langsung komentat “denah mana?” tanya buk kemala.

Kami terdiam. Struktur kelas saja baru selesai beberapa hari lalu.

“mana?” tanya nya lagi.

Hening sekali lagi.

“ketua kelas siapa?” tanya beliau.

Yang merasa ketua kelas angkat tangan. Seperti yang aku katakan, aku lupa jelasnya mereka siapa. Tapi mulai dari ketua kelas , wakil, bendahara, sekertaris, ketua kebersihan, ketua agama sudah disebutkan, buk kemala hanya mengangguk angguk saja. Hingga sampai pada ” siapa ketua keamanan?”

“maya zammaira”, buk jawab kami serentak.

“oalah kalian, sayang betol si maya kalian jadikan ketua keamanan. Nanti kalau kalian ribut ribut kewalahan dia. Teman teman jangan ributnya pasti lembut sekali”. Jelas buk kemala sambil mengubah diri sedikit lembut. Mencoba mengikuti gaya si mata ramah.

Kami senyum senyum saja dan maya juga begitu. Sedikit malu malah. Menurut aku sih juga begitu. Maya terlampau lembut. Tapi hak veto tidak bisa di ganggu gugat. Huft.

“maya cocoknya jadi sekertaris atau bendahara”, lanjutnya sambil tersenyum. “masalah denah baikklah, kali ini ibu maafkan. Tapi, besok jika ibu masuk lagi, denah harus selesai”, katanya

“baik buk”, jawab kami. Dan pelajaran fisika dimulai. Buk kemala tidak jadi berang gara gara maya.

Hanya dia yang aku ingat. Si lembut yang jadi ketua keamanan. Sesekali dia bilang “masak, aku yang jadi ketua fik?”. Tapi sesekali “yaudah”. Dialah ketua keamanan yang paling tenang dan lembut. Suaranya saja jarang didengar apalagi teriakannya. Bahkan kalau dia berbicara sedikit besar saja sudah aneh. Karena begitulah dia. Gamelan! Tetap sendu di tengah sorak sorai.

Jika kelas kacau, sekali dia berbicara cukup. Selebihnya ketua kelas yang ambil bagian. Setahun berlalu dan dia tetal baik baik saja. Tetap menjadi ketua keamanan dan kelas kami alhamdulillah aman sejahtera. Esok lusa dialah ketua keamanan bagi aku dan adik adik kami. Dialah penjaga kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s