SERASI

“Kalau mau siap siap pergi prosus, bilang ya fik” kata ku pada fikri sambil melemparkan padangan keluar jendela. Aku memilih tiduran sebentar setelah makan siang selesai. Asik saja menikmati siang melalui jendela kamar asrama ini. Langit putih biru yang cerah ditemani sepoi sepoi angin masuk melalui celah jendela. Prosus itu mirip les sore. Jika ingin tau lengkapnya baca saja cerita di tentang kegiatan lain.

“Aku juga lah tia”, kata fikri. Dia juga mengambil ancang ancang untuk tiduran. Masih lengkap dengan seragam sekolah.

“yaudah. May, Bilang bilang ya”, kata ku pada maya yang sedang membereskan tasnya di meja belajar. Hanya dia harapan terkahir.

“iyes. Tapi ini aku mau siap siap”. Katanya sambil terus berlalu keluar kamar. Padahal masih 30 menit lagi. Tapi selalu begitu. Dia yang pertama bergegas, lalu uja, fikri dan terakhir aku. Namun, mulai saat aku masuk kamar mandi hingga aku selesai, si mata ramah masih tetap di depan lemarinya. Dia sedang memilah milih baju untuk dikenakan.

Hasilnya memang tidak pernah mengecewakan. Selalu memawan. Sederhana yang elegan. Sore itu dia memakai jelbab kuning pudar, baju kuning dengan bordir dilengan dan lehernya lalu rok coklat kekuningan lengkap dengan kaos kaki putih bermotif kuning. Serasi.

Jika ingin pakai baju hijau, ada saja. Jelab hijau pudar di padu dengan rok hijau lumut. Cantik saja melihatnya. Dengan badan yang ramping, tubuh setinggi telinga ku, dia terlihat tidak hanya cantik tapi juga imut imut. apapun. Apapun yang dikenakan selalu tampak cantik dan seleranya soal fashion tidak usah diragukan lagi.

Perbendaharaan bajunya juga banyak. Jadi tidak heran jika ada keluar hari minggu, foto foto kelas, foto untuk buku tahunan, ada saja yang datang ke kamar untuk meminjam baju. “may, pinjam baju boleh?”. Dan si mata ramah selalu menjawab “boleh, mau yang mana?”. Ah, selalu

Kalau aku santai saja. Selalu mirip setengah gembel. Cukup dengan rok hitam dan jelbab hitam lalu baju di deretan teratas lemari di tambah kaos kaki bersih yang entah apa warnanya, aku sudah siap berangkat prosus. Makanya walau paling terakhir bersiap siap, aku tetap bisa berangkat bersama mereka.

Sampai aku tumbuh menjadi dewasa. Maya lah penasehat ku dalam berpakaian. “ini bagus may? Gemana biar ngak nampak gendut? Kalau gini aneh ngak? Pakek jelbab ini lucu ngak?”. Dan dia selalu punya jawaban. “menurut aku bagus mut”, “kalau menurut aku biasa aja”, “Biar ngak gendut jangan cari baju motifnya ke samping cari yang ke atas”, “mana ada aneh mut”, “jangan lah qe pakek celana tu sama baju tu, ngak nyambung mut”. Iyes, dia penasehat ku dan aku belajar banyak dari nya.

Kalau bagi ku dia penasehat, maka bagi adik adiknya dia adalah pusat fashion. Apapun yang dikenakan, esok lusa pasti akan di tiru adik adiknya. Bahkan jika pergi ke acara acara, maya lah penimbang baju adik adiknya, “pakek baju ini aja”, sarannya.

Suatu hari aku pernah bilang “may, qe jadi fashion blogger aja”.

“Apa itu mut?” tanya nya.

“Itu yang koment koment baju orang lain misalnya artis. Bagus ngak, dimana bagusnya. Atau jelek dan dimana jeleknya, qe kan pintar may masalah itu”, kata ku

“hahaha, entah apa apa qe bilang mut, mana bisa aku”, katanya.

Ah, Selalu merendah. Bahkan saat aku katakan “ih, cantik kali qe may”, saat dia memakai baju bercorak putih, kuning dan biru elektrik ditutupi kardigan putih di tambah jelbab kuningnya. Auranya keluar.

Dan untuk entah ke berapa kalinya dia selalu menjawab “jangan gombalin aku mut”. Padahal sejujurnya itu tulus dari dalam hati. Kamu selalu serasi.

“nanti jika aku menikah, temani aku ya saat membeli barang barang”, kataku bercanda.

” beres mut”, jawabnya dan kami tertawa.

Begitulah dia yang imut imut. Si mata ramah ku. Penasehat terbaik dalam urusan tata kelola busana yang aku punya. Enak saja memandang mu. Serasi dan selalu hangat. Terus indah ya sobat. Dan sekali lagi “kau cantik dan aku tidak pernah gombal dengan itu”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s