run! run! run!

Siapa yang tidak kenal buk icha? Guru olah raga tunggal setelah pak najemi pindah. Tidak ada pengganti setelahnya. Maka telak beliaulah pemegak tambuk olah raga selanjutnya di mosa. Dan beliau wanita. Tinggi, berbadan tegap bak atlet tanpa neko neko. Beliau memegang tidak 3 kelas tapi 9 kelas sekaligus. Jumlah yang sangat fantastis. Tapi tidak pernah mengeluh. Hanya kami yang akhirnya menggerutu.

Moment yang paling menakutkan dari serangkaian kegiatan olah raga di mosa adalah lari buk icha. Lari keliling mosa 4 kali putaran. Hahahaha. Biasanya setiap semester kegiatan ini wajib ada, wajib bahkan bisa 2 x. Jalurnya mulai dari x ipa 1, melewati persawahan, menanjak di depan musalla, lanjut ke lapangan, berbelok di mawar, lanjut melintasi anggrek, kantin, kantor kepala sekolah hingga sampai ke titik semula. Tidak tanggung tanggung ada waktunya, yang melewati batas waktu yang beliau tetapkan biasanya 15 menit, langsung remedial. Alamat mengulang derita yang sama.

Ah,,,,. Seperti siang ini, setelah sebulan beliau cuti karena sakit, akhirnya beliau masuk lagi. Pembukaannya bukan latihan basket, rolling, kayang, jalan cepat, lempar takrau dll, tapi langsung lari keliling mosa 4x. Hahahahaha. Semua berusaha sekuat tenaga. Siang hari, 30 orang siswa dengan baju olah raga kuning bercampur hijau berlarian seperti hilang kendali. Semua yang melihat juga sudah paham mengenai ini.

Aku lari selalu tidak jauh jauh dari fikri. Dia penyemangatku. Katanya “lari itu yang penting kontinue walau dikit dikit, jangan diawal kencang terus ditengah banyak jalannya. Bagusnya pelan pelan tapi terus menerus”. Itu katanya. Dan aku menerapkannya disetiap lari ini. Apalagi dia selalu didepan ku, itu motivasi besar. Yang pertama sudah tertebak, laki laki pasti rahmat fitra mukti dan wanita nita, kedua dan seterusnya uja, irma, fikri dan aku. Siapa yang terakhir? Yang pria aku lupa kalau wanita maya salah satunya. Bagi maya olah raga adalah neraka dunia.

Kegiatan ini sama untuk semua kelas, tinggal tunggu waktu saja. Sehari setelah berlari lari itu. Bisa dibayangkan, sebulan tanpa olah raga tiba tiba kami berlari ria 4x putaran mosa. Yap, pegal linu. Terutama di bagian perut, keram sekali. Hahahaha, tertawa pun sakit.

“HAHAHAH, jangan buat ketawa, sakit kali perut ne”

“oh ya, baru siap lari kalian, kami besok lah”

. Inilah komentar familiar diantara kami. Dan karena daerah yang paling sakit adalah bagian perut maka muncul istilah baru di antara kami “new born baby sindrome”. Hahahahaha. Alahai, tapi karena olah raga inilah anak anak mosa kuat dan sehat. Makasih buk icha. Lari ini akan kami banggakan, walau esok lusa kami gendut tak terkira, gini gini ketika SMA kami sanggup lari keliling mosa 4 x, tidak pernah pingsan. Dan aku yakin setiap kita akan punya cerita masing masing mengenai Run! Run! Run! Ini Dan kami bangga itu.

Advertisements

2 thoughts on “run! run! run!

  1. Kak mutia.. ini cerita lama yang dipublish kah? Rasanya kayak masih hangat di ingatan… XD
    Hahaha, masa2 SMA yang gak akan dilupakan tentang mosa pastilah momen lari buk icha, kalo kelas kami yg juara pertama yg cowok selalu Raju, yang cewek selalu Yustina.
    Oiya, kalo kk lupa, ana perkenalkan diri ya, ana anak Melati 7 leting 13.. baca2 postingan blog kk serasa terlempar ke masa2 bangai hahahah :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s