kita punya gaya!

Seperti cerita sebelumnya. Bahwa begitu masuk SMA kegiatan kami makan, belajar dan tidur. Dengan sedikit bumbu disela selanya. Kami belajar dengan gaya kami sendiri.

Kalau aku suka sistem kebut semalam. Lebih afdol. Kalau belum deadline, PR belum aku selesaikan. Dan pukul 23.00 aku sudah harus tidur.

Kalau fikri dia tidak jauh berbeda seperti ku. Kebut semalam juga. Kadang kadang sangking asiknya dia belajar, dia bisa terlelap dengan buku menutup muka atau di atas perutnya sampai pagi.

Kalau uja dia belajar dengan kontinue, sambil mendengar musik, jalan jalan, atau bersama dengan anak barak lain. Jika buat PR kami sering kebut kebutan, biasanya uja meyelesaikan PR disela sela. Sela sela makan, sela sela pergi prosus. Yang pasti dengan cara demikian PR uja lebih cepat selesai dari pada kami.

jika aku dan fikri suka belajar di kamar maka uja sering diluar. Katanya lebih santai dan pukul 23.00 biasanya dia kembali keperaduan alias ke kamar. Untuk akhirnya kami sama sama tidur.

Nah, kalau si mata ramah alias maya, dia punya gaya yang lain lagi. Mirip uja. Belajarnya kontinue. Selalu dan selalu. Tulisanya? Masyaallah seperti dicetak. Cantik sekali. Walau pun mengantuk tulisannya tetap bisa dibaca. Gayanya belajar seperti tulisan pada gambar paling atas dari cerita ini.   Dia sangat tekun, ketekunan yang dibangun berlahan dan tidak kacang kacang. Tekun dalam mengerjakan apapun dan tekun dalam belajar. Kalau tidak rapi tidak sah. Dan Ditengah hingar bingar orang tertawa dia bisa belajar. “Kok rajin kali may?”, “ah, mana ada”, jawabnya. Selalu dan selalu merendah.

Yap, begitulah kami. Seperti apapun gayanya kami tetap punya 1 hal yang sama, tidur pukul 23.00 teng. Dan bangun pukul setengah 04.30 untuk maya dan uja dan pukul 05.00 untuk aku dan fikri. Maya dan uja selalu mandi sebelum subuh sehingga mereka bangun lebih awal sedangkan aku dan fikri bangun untuk salat subuh dan mandi setelahnya. Begitu terus siklus hidup kami. Mereka tidak pernah alpa. “sudah biasa”, katanya. dan entah bagaimana sifat disiplin mereka yaitu uja dan maya tidak turun sedikit saja kepadaku. Padahal nyaris 24 jam aku hidup dengan keterbiasaan itu. Ah biasa itu sungguh melalaikan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s