masuk T-gusi

Kelas dua. Saat nya membuka diri dengan organisasi. Benarkah? Hahahahahahaha. Aku tidak tau pasti. Walaupun memang dari semua strata di SMA menurut ku kelas 2 lah rajanya. Kelas 1 masih masa adaptasi dan kelas 3 mempersiapkan diri untuk UN dan SPMB. Jadi waktu untuk berleha leha, menjadi adik sekaligus kakak, sudah mengerti medan namun tidak dikejar kejar ujian, ya cuma di kelas 2. Inilah penghuni sekolah sesungguhnya. Hilang masa kelas 2 mu, hilang lah masa SMA mu. Mungkin begitu.

Saat naik kelas 2, semua mulai berubah berlahan. Tampuk kepemimpinan berpindah ke leting kami, mulai dari ketua osis terpilihlah aulia hidayat sebagai ketua. Lalu ketua RIMIP yaitu semacam rohis ditempat lain di di pimpin oleh aan. Intinya semua berubah kepemimpinan dari kelas 3 menjadi kelas 2. Jika ada acara pun seperti maulid, israk mikraj, perpisahan, dll yang menjadi panitia utama adalah kelas 2. Dan saat ini aku mulai bangkit. Aku berlahan berdamai dan menerima kenyataan. Aku tidak pandai berorganisasi, jadi dari semua organisasi yang ada, salah satu yang menjadi pilihan adalah T-gusi.

Ini eskul yang paling bonafit menurutku. Hahaha. Karena berhubungan dengan unsur seni. Ada beberapa cabang dari T-gusi ini, seperti cabang tari, puisi, vokal, dan drama. Jadi siang itu aku ikut seleksinya. Hampir semua anak seleting ku ikut termasuk aku, maya dan fikri. Kami dikumpulkan di aula. Dan tes dilakukan disana dengan beberapa pos disekitaran aula. Seperti bagiannya maka pos di bagi 4. Pos pertama, T-gusi puisi. Yang berdiri di pos itu adalah bang zuhri habibullah. Aku di sodorkan sebuah buku fisika lengkap dengan bab gerakan lurus berubah beraturan.

“coba baca dek, seperti orang baca puisi ya”, kata bang zuhri. Ya allah, mana bisa aku. Dijadikan puisi pula. Tidak. Akhirnya aku selesai dengan membaca buku pelajaran dengan intonasi suara terbodoh yang aku punya.

Post selanjutnya post drama. Disana ada bang fitra fahmi yang sekarang jadi abang none. Aku disuruh apa? Aku disuruh untuk menembak abang kelas yang aku lupa namanya siapa. Hahahahah, tertawa bulan mendengarnya. Melihat laki laki saja aku takut. Apalagi menembaknya. Ah mati saja.

“Abang, adek suka sama abang, abang mau jadi pacar adek?”

Hening dan semakin hening.

“Gak mau dek”,jawab di abang. Sungguh aku lupa siapa orang nya.

“Yaudah kalo gitu, bang”,kata ķu.

“hahahaha, itu bukan main drama dek, tapi melafalkan text drama”, kata bang fitra.

Oalah, terus salah aku?hahahahahaha.

Next post selanjutnya. T-gusi vokal. Hahahaha. Meledaklah semua. Kami mendapat instruksi bernyanyi apa saja dan mengubah semua vokal menjadi o. Dan aku sempurna tertawa ketika bernyanyi. Jika ada meja juri x factor pasti sudah tet duluan sebelum aku selesai. Hahahaha.

Dan yang terakhir pos tari. Kami disuruh menari gaya bebas sesuka hati. Begini begini aku pernah jadi penari kelas 6 SD dulu. Nari ranup lampuan. Tarian khas aceh yang di pelajari anak TK hingga perguruan tinggi. Jadi hanya di sini aku sedikit merasa berarti. Aku terus menari seperti yang aku bisa. Test pun berakhir menjelang sore. Akhirnya kami pun pulang dengan beragam cerita. Setengah di kerjai? Hahahahaha, aku rasa iya. Tapi yasudahlah setidaknya aku banyak tertawa hari ini.

Dan pemgumuman tiba. aku lulus t-gusi tari bersama si cantik ica, teman sekamar ku uja, fani alvianti (fani), meutia, nona suci rahayu, rini foelyati, emmia. Fikri di puisi. Si mata ramah tidak masuk kali ini. Dan aku resmi menjadi bagian dari peradaban mosa walau hanya sedikit saja.

Senang menjadi bagian anak tari. Kami pernah beberapa kali tampil. Misal pada perpisahan kelas 3, acara kebesaran mosa alias flash, dan saat study tur ke bandung dulu. Walau tidak seeksis anak drama tapi boleh lah. Dan sungguh aku menikmatinya.

Suatu malam, setelah salat isya dan makan.  semua bagian dari serangkain acara flash di panggil ke aula untuk latihan. Jadi yang perform pertama kali anak drama, kami menunggu sambil menyaksikan mereka. Selanjutnya musikalisasi yang perform. Dan aku terpana, mereka keren! Terakhir baru kami maju untuk latihan.

Aku santai saja, menari seperti biasa, tidak ada yang aneh, walau sesekali teman sekelas ku abdul hafidh (bedol), meneriaki, “mut, jangan seperti robot lah”. aku tetap santai. Hingga setelah selesai latihan kami pulang dan aula ditutup. Masih tidak terjadi apapun.

Sesampai di barak saat hendak berganti pakaian, aku melihat dengan seksama celana ku robek tepat di daerah selangkangan. Aaaaaaaaaaaaa. Aku malu malu malu. Tidak tau pasti apakah ada yang melihat atau tidak robekan ini. Mengingatnya membuatku ingin menari dengan memakai rok saja. Hahahahaha. Selanjutnya, 700 hari setelahnya hanya t-gusi, rimip dan mapala yang menjadi bagian organisasi yang pernah aku ikuti selama di mosa. Setidaknya masa kelas 2 ku tidak melayang begitu saja. Walaupun tidak ada hal specta disana. Hahahaha.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s