rutinitas lain

Pukul 13. 15 kami pulang sekolah, teng. Nah, biasanya kalau pulang lebih cepat maka salat zuhur di musala lebih di utamakan. setelah salat waktunya teng teng ,,,, makan siang. Ini bagian yang sekali lagi amat menyenangkan bagi ku.

Sistem makannya tidak seperti ketika aku di pasantren dulu. Menurut ku, ini sistem makan paling aman. Karena sedikit celah untuk menimbulkan kecurangan dan rasa sedih. jadi setiap orang punya meja makannya sendiri yang akan di tempati selama 3 tahun.

Biasa satu meja ditempati sekitar 10 orang.jadi di setiap meja sudah dihidangkan piring, segelas air, secambung nasi, sepiring ikan dan sepiring buah dengan jumlah yang pas. Jadi tidak perlu mengantri panjang. Makanan tambahan seperti sambal goreng, kerupuk, dll biasanya diletakkan di meja pas di depan ruangan. Di tambah dengan sebuah televisi butet di sudut lain maka semua lahap dengan makanan masing masing.

Personil setia meja makan kami adalah, aku, si mata ramah, yuni yang terakhir jadi saudara angkat aku, pristania riska, riska, rini, ica. Semuanya rajin makan dan banyak makannya.

Kami dulu pernah perang dingin dengan kakak kelas gara gara pencurian makanan.padahal sistemnya sudah baik namun apa daya semua godaan dunia, hahahaha. Jadi kebetulan kakak kelas yang meja makannya dekat meja makan kami jarang pergi makan. Jadi makanan mereka tetap dihidangkan, nah daripada sayang semangka dan telor terbuang sia sia maka kami pun meminta tanpa izin makanannya.

Namun naas, hari itu ternyata kakak kakaknya datang untuk makan. Mereka murka saat melihat di piring hanya tinggal 5 semangka dan 5 telor. Menyalahkan kami? Mereka tidak punya bukti. Hanya bergumal sibuk dengan sesama, itu yang bisa mereka lakukan sembari memandang penuh curiga kepada kami. Dan kami? Diam diam saja. Mau mengaku? Bunuh diri. Biarlah urusan itu di selesaikan dengan kakak dapur. Selesai kejadian itu kami insaf.Hahahaha

Setelah makan kami siap siap untuk pergi sekolah sore. Prosus nama kerennya alias program khusus. Mirip les jaman sekarang. Tapi dengan guru yang sama dan melanjutkan pelajaran tadi siang. Prosus adalah hal yang paling malas di lakukan. Tengah hari waktu yang pas untuk istirahat tapi apa daya. Kami masih siswa. Mau tidak mau harus mau. Maka setelah makan dan berganti baju, kami serentak pergi prosus.

Pernah suatu hari entah mengapa malas menerjang berjamaah, jadi sampai pukul 15.00 belum ada yang beranjak pergi prosus. Entah mendapat ilham dari mana, bapak kepala sekolah tercinta menaiki mobilnya, berhenti tepat di depan asrama dan mengklakson kencang. Sembari muncul pengumuman dari musalla, “pengumuman bagi seluruh siswa siswi modal bangsa, kepada yang belum berangkat prosus harap segera berangkat”.

Pengumuman selesai dan kami semua lari tunggang langgang menuju sekolah untuk prosus. Hahahahaha.

Sepulang prosus, ini waktu yang selalu aku tunggu. Sore hari di mosa. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada senja di aceh ini apa lagi di kampung cot geudreut ini. Kami bebas berleha leha mulai dari pukul 17.00 hingga magrib.

Kegiatan disini beragam, bagi yang cowok bisa bermain bola, basket, atau sekedar nongkrong di kantin. Dan yang cewek biasanya duduk santai sambil memikirkan makanan yang enak untuk di santap sore ini. Mulai dari milo hangat dan mie goreng bang amir atau nasi goreng bang vava, martabak telor, air kelapa di kandep alias kantin depan hingga nasi goreng arema nan jauh di blang bintang sana. Namanya juga wanita.

Sesekali jika ada turnamen kami baru keluar dari kandang. Seperti turnamen basket wanita waktu itu. Sistemnya aku lupa. Intinya pertandingan basket wanita antar kelas. Dan kelas kami X3, wanitanya perkasa semua tapi yang jago basket bisa dihitung dengan jari.

Waktu itu sore, pemain dari tim kami cuma 6 yaitu uja, ica, emia, uci, irma, dan nita. Hanya ini. Selebihya aku, maya, fikri, siti, pepe, ana, hanya memberi semangat untuk mereka. Dan ternyata anak cowok kelas kami juga datang menyemangati. Sayang, hingga pertandingan melawan X2 berakhir, skor kami masih 0 lawan 64. Hahahahaha. Telornya gk mau pecah pecah.

Hingga akhir perjuangan,olah raga adalah hal paling tidak bisa kami perjuangkan selain dalam hal bermain drama. Haha.

Ketika azan berkumandang, semua sepi. Semua merapat ke asrama masing masing. Bersih bersih dan bersiap untuk salat di musala. Salat magrib berjamaah.imam favorit tetap pak AR dan robby syahyadi atau andi saputra. Seingat ku tidak ada yang lebih baik dari mereka.

setelah salat lagi lagi kultum. Kali ini laki laki yang kultum. Selesai itu kami ikut pengajian hingga isya datang dan salat isya bersama lalu makan malam untuk ketiga kalinya.

Setelah itu kembali ke asrama dan ini lah jam bebas kedua. Terserah, ada yang belajar, ikut rapat ini dan itu, latihan ini itu, seperti latihan parodi, debat, cerdas cermat, dll. Semuanya, tergantung siapa anda. Hahaha. Aku dan si mata ramah sering bagai debu di mosa. Hahaha, jadi no rapat dan latihan nyaris setiap malam, maka kamilah kelompok sisa yang menghabiskan malam dengan belajar hingga pukul 23.00.

Aku terbiasa dengan irama hidup si mata ramah itu. Hahahaha. Dialah yang paling tekun belajar menurut ku. Dia terlalu sering belajar di tempat tidurnya dengan posisi menungging, dan buku fisika di depannya. Lalu sekitar pukul 22.00 dia mulai mengantuk namun tidak ingin mengalah. Akhirnya dia belajar antara sadar dan tidak, antara mata terbuka dan tertutup. Kondisinya mirip seperti seorang sedang berzikir, bergoyang berima hingga suatu titik dia tersentak lalu terjaga, membuka mata dan kembali dengan bukunya seolah tidak terjadi apa apa. Kejadian berulang 15 menit selanjutnya hingga puku 23.00 dia berhenti dan beranjak tidur. Dialah panutan ku.

Selamat malam. Kami tepat tidur pukul 23.00. Tapi bagi sebagian anak asrama lain, pukul sebelas adalah waktunya berkeliaran dan belajar bersama di ruang tamu.semua yang insomnia dan belum belajar untuk ujian akan berkumpul disana, belajar bersama hingga lelah dan larut malam. Itu gaya mereka dan ini gaya kami. Hahahaha Namun pada akhirnya semua tidur lelap dan besok melanjutkan irama hidup yang sama hingga sabtu tiba. Inilah hidup baru ku. Hidup yang awalnya aku benci sejadi jadinya namun kini amat sangat aku rindukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s