guru guru kami

Sekolah. Dan kelas pertama ku di ujung negeri. Hahaha. Bersama 29 teman lainnya, kami menghabiskan sebagian besar waktu kami disini.

Kami belajar dengan cara yang sama dengan yang lain. Jam pertama hingga yang ke 4 dan diselingi istirahat diantara keduanya. Setiap guru disini unik bagi ku.

Guru favorit ku jelas ibu darmawati. Guru matematika. Keibuuan itulah dia. Dari awal masuk beliau tidak begitu banyak mukatdimah. Jika mengajarkan matematika dengan rumus, beliau tidak mengatakan hapalkan rumusnya tapi semua rumus itu diturunkan dari awal hingga berwujud nyata. Mengerti? Kadang kadang tidak tapi aku suka gayanya. Terutama saat mengajarkan tentang sin + sin itu 2 sin +2sin cos, entah iya pun, aku lupa. Hahaha. Coret sana coret sini, udah berubah aja sin itu jadi cos.

Terus kalau sama beliau ada adu cepat. Diberikan soal yang bukan angka lalu siapa yang cepat dapat nilai lebih. Hahaha. Menantang. Dari situ aku tau, di kelas kami ternyata ada pangeran matematika yang gagah perkasa irfan, ismi, arya, dkk. Dkk artinya masih ada beberapa. Namun sayang, sering mengerti ketika diajarkan kami malah sering bingung ketika ujian. Hahahaha.

Lain buk dar lain pak laju, semua mengernyit ketika belajar, hanya mereka yang sepemikiran yang angguk angguk ceria ketika dijelaskan, mereka yang 3 orang tadi serta dkk. Selebihnya ya begitu. Tapi ketika ujian. “bagaimana soal ulangannya? Mudah kan?” tanya pak raju. “Tidak rumit pak”, jawab kami.

Hmmm, guru favorit lain adalah pak sayuti. Walau beliau seorang repetitor misal saat bilang “jadi”, menjadi ” jadi, jadi, jadi imbuhan ada 3 yaitu awalan, awalan, awalan, sisipan, dan akhiran, akhiran”, tapi menyenangkan. Beliau lah yang bilang kalau ide kalimat itu kalau tidak di awal ya di akhir jarang ditengah jadi kalau saat ujian ada text yang panjang jika kepepet baca saja awal atau akhirnya. Dan ilmu ini sangat bermanfaat saat aku spmb. Peluk pak sayuti.

Fisika. Ini yang menakutkan. Rumit? jelas. Tapi kalau semua fisika diajarkan oleh buk ks alias kemalasari semua jadi mudah. Beliau berbicara menekan pada kata yang perlu tekanan “jadi, vektor ITU punya arah dan besar”, “ngerti?”.

Adegan favorit beliau adalah, “kalau sudah mengerti ayo ilham kerjakan latihan no 23 di papan tulis, rahmat no 24, ana no 25 ya”. Ke papan tulis teman teman!!beliau adalah guru yang mampu menghipnotis aku ketika mengajar. Bagaimana tidak, ketika diajarkan aku Mengerti tapi ketika kembali ke asrama aku sering lupa. Aku saja

Pak martian. Guru seni yang paling berseni yang pernah aku kenal. Kalau ketika SD sampai SMP ketika pelajaran seni hanya main main, maka ketika sma pelajaran seni adalah pelajaran yang paling menyenangkan, no presure tapi membuahkan hasil. Teman kami yang juga jago seni adalah dian saputra menurut ku dia master piece suatu saat nanti.

well di semester pertama kami dapat tugas membuat kaligrafi perkelompok di triplek besar. Semua berkreasi, siapa yang buat bukan masalah. Hahaha. Tapi kelompok kami, yaitu aku, nita, reja nuriman dan mukti ali murni buat sendiri. Yah, walau hampir sebagian besar prakarya itu hasil tangan nita, setidaknya sedikit mengecat kami sudah mengerjakannya. Dan taraaaa, kaligrafi kami terpilih untuk di pajang di aula. Hehehe.

Semester dua kami mendapat tugas membuat prakarya dari triplek susu. Disini aku mengenal yang namanya gergaji kecil. Saban hari setelah tugas itu diberikan kami sibuk mencari triplek susu. Akhirnya pristania riska lah pahlawannya, dia membelikan untuk kami tripleks kecil sekitar 30 x 30 cm namun lunak dan bisa di potong oleh gergaji kecil dengan mata yang tidak sampai 5 cm itu.

Nah, setelah semua memiliki alat, nyaris disetiap sudut di barak ini, penuh dengan anak barak yang sedang membuat pola, menggergaji dan menempel. Hasilnya tergantung tangan masing masing. Yang paling menakjubkan yang pernah aku lihat adalah miliki nurul fikriani, teman sekamarku. Dia membuat tempat pinsil dengan motif yang ada bagian menyilang, kecil kecil dan betapa lelah aku melihat dia menggergaji berlahan silangan itu. Harus bersabar karena jika tidak bisa patah dan itu artinya mengulang lagi. Dan hasilnya sempurna tidak mengecewakan. Prakaryanya dapat nilai tinggi tapi yang menyedihkan bagi fikri adalah, prakarya itu di ambil untuk sekolah jadi tidak ada kenangan tentangnya selain sejarahnya. Waktu itu kamera ponsel belum begitu terkenal. “pak, untuk saya saja lah prakarya ini pak”, fikri merengek pada pak martian. “tidak bisa itu, jawab pak martian lengkap dengan logat batu sangkarnya.

Ada satu guru yang selalu membuatku galau setiap senin dan rabu, inilah guru yang membangun mental anak muridnya tapi sejujurnya aku sangat takut pada beliau. Namanya buk nensis, guru bahasa inggris kami. Bahasa inggrisnya tidak usah di ragukan lagi dan beliau punya sisi lain selain seorang guru bahasa inggris yaitu seorang motivator. Yap, setiap masuk kelas dengan gayanya yang terbakar beliau memulai pelajaran dan selalu diakhiri dengan kami yang sudah terbakar panas oleh motivasinya untuk terus belajar, belajar dan belajar dengan tidak lupa mempraktekkan bahasa inggris setiap hari. We must practice our english. Every day. Dan oke madam!! Andai dia tau, setiap masuk mata pelajaran bahasa inggris, aku seolah tidak di bumi, entah kenapa pelajaran ini begitu menakutkan bagi ku. Really.

Masih banyak guru lain yang sangat patut aku beri 4 jempol sekaligus, seperti pak ramli, pak ucop, pak aa, buk salma, buk lis , pak ar, pak suryadi, pak ito dan bapak nurdin ubit. Seribu terima kasih untuk bapak bapak dan ibu guru kami tercinta, karena dengan ilmunya kami bisa menjadi seperti sekarang.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s