email

Perpisahan

Ngak nyangka udah 2 tahun disini. Setelah nangis nangis manja minta pulang setahun lalu. Bagi ku 2 tahun, tapi bagi kak mola dan anak leting 11 lain, ini sudah 3 tahun dan artinya sudah saatnya mereka berpisah dari mosa. Mandiri. Dan melanjutkan hidup sebagai manusia. Acara perpisahan mereka di beri tema email (ending miracle of eleventh).

Seperti semua perpisahan. Awalnya ada iringan drumband. Dan aku salah satunya. Lalu dilanjutkan kata sambutan dari kepala sekolah, ketua pelaksana, orang tua siswa dan siswa kelas tiga sendiri. Satu hal yang berkesan hari itu adalah pidato singkat dari bang iboy, mewakili kelas 3. Setelah panjang bermukatdimah dan bercerita, sampailah pada satu kata yang menurut ku kena!, masuk menusuk hingga ketulang dada. Kata katanya sederhana “jangan tanyakan apa yang diberikan dunia pada kita, tapi tanyakan apa yang kita berikan pada dunia, ayo berpacu! Satu piala buat mosa dari masing masing kita”, itu katanya. Kata yang mengakhiri semua pidato panjang tadi. Dan aku justru tertendang di kata terakhir. Bergidik tepatnya. Apa yang sudah aku berikan pada mosa?

Satu hal lain yang berkesan adalah video dokumenter dari anak leting 11 di putar. Berkisah tentang rutinitas kami. Rutinitas yang membesarkan kami. Mulai dari pagi, salat, makan, sekolah, salat lagi, makan lagi, sekolah lagi, main main, salat, makan, belajar dan tidur lagi, lengkap dengam variasi lucu diantaranya. Seperti kebiasaan kami berdoa sebelum makan, lobi kakak dapur untuk mendapat sebutir telur, foto kakak cantik yang tidak sengaja di temukan ditumpukan buku abang kelas, cerita di mading setiap malam senin dengan sebungkus kfc simpang lima, dll. Penuh kenangan. Cerita yang bahkan tidak pernah lelah kami ceritakan ulang nantinya.

Acara ditutup dengan bersalaman dengan para guru. Guru yang amat baik menurutku. Dan aku menutup hari itu dengan salam perpisahan dengan kak mola. Kakak kelas yang 2 tahun menjadi kakak kelas ku. Kakak yang mengayomi dan memberi banyak inspirasi untuk ku, terima kasih untuk waktu waktu itu dan maaf jika aku banyak merepotkan mu. Selesai acara, sorenya mereka semua pulang kembali kepangkuan ibu masing masing. Dan kami ditinggal dengan sepi dan akan menjadi kelas 3. Strata tertinggi di mosa.

Ah, tidak terasa, 365 hari setelah ini kami akan menjalani hal yang sama seperti mereka. Pergi meninggalkan pencara suci ini.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s