art night

Latihan malam seni di kelas setelah makan malam
Latihan malam seni di kelas setelah makan malam

Malam seni kami.

Disini setiap 3 bulan biasanya pengurus osis bagian kesenian menyelenggarakan malam seni atau art night. Setiap kali digelar, acara ini punya tema tersendiri. Misalnya around the world, tokoh, dll. Panitianya biasa ditunjuk. Mulai dari kelas X1, 3 bulan ke depan XI 2 dan selanjutnya, atau panitianya bisa anak t gusi atau malah anak osis. Intinya ada tema dan setiap kelas harus menampilkan parodi mereka masing masing.

Setiap peserta punya waktu sekitar 1 bulan untuk mempersiapkannya. Acara biasanya dimulai setelah makan malam. Makanya di sebut malam seni. Inilah salah satu malam yang sangat aku tunggu di mosa. Malam yang akan sangat seru andai saja aku hanya menjadi penonton. Hahahahaha.

Kelas kami mulai dari X3, X1 ipa 3 hingga kami menjadi XII ipa 3 tetap tidak pernah berbakat bermain drama. Tidak hanya satu dua orang tapi nyaris semua. Jangankan main, ide saja kami tidak punya. Miskin ide ternyata sangat menyiksa.

Malam seni pertama temanya around the world. Kami punya ide sederhana saja. Hanya menggambarkan beberapa daerah di dunia dengan latar belakang berbeda dan musik yang sesuai. Misalnya ketika sedang di mesir, kami menampilkan bapak bapak dengan surban dan wanita bercadar, dengan latar lagu padang pasir. Itu mesir versi kami. Aku kebagian peran menjadi wanita bercadar itu. Hahahahaha. No dabbing no efek menakjubkan. Menangkah kami? Jauh panggang dari api.

Penampilan kakak kelas kami, memukau. Mereka memadukan musik dari banyak negara. Plus dengan tariannya. Jadi seperti memotong motong musik dan menyambungnya dengan bagian lain dan diikuti dengan tarian khas sesuai lagu. Efek suaranya bagus. Mereka kakak kelas XI ipa 1. Keren. Terang saja, ada bang heru junaidi disana.

Selanjutnya malam seni kami tidak pernah jauh berbeda dari kisah pertama. Untuk tema kesekian kalinya. Kalau tidak salah tentang karton. Setelah berhari hari mencari inspirasi, naskah selesai dan kami memilih kisah doraemon sebagai judul. Pemain? Semua acuh, ide cerita? Comot comot. Entahlah dan bismillah. Kami pergi dabbing, dan dabbing kami di tolak di semua radio. Waktu itu, aku, ana dan amar yang mencari tempat dabbing.

Kami keluar pukul 5 sore setelah prosus selesai. Awalnya sasaran kami jati fm, kami di tolak. Lalu kami terbang ke ketapang dengan becak menuju flamboyan kami gagal, mereka sibuk. Selanjutnya setelah berpuluh kali bertanya kami sampai pada prima fm dan kali ini kami juga tidak berhasil. Lanjut cerita kami ke ketapang menuju nikoya fm, kali ini radionya sedang ada talk show. Kami gagal, akhirnya kami hanya membeli beberapa kaset lagu sesuai dan berencana dabbing sendiri seadanya. Oke fix. Kami pulang, dan ternyata hari sudah malam tanpa labi labi lewat. Apa hendak di kata, abang becaklah penyelamat. Malam itu setelah lelah menelusuri radio sebanda aceh, kami pulang tanpa hasil diantar abang becak hingga selamat sampai ke mosa.

Dan pintu gerbang di tutup saudara saudara. Untung tak lama kemudian bapak satpamnya datang, jika tidak alamat manjat pagar malam ini anak mudanya. Hahahahaha.

Kami tetap latihan, latihan dengan dabbing seadanya dan ide cerita minim. Tetap semangat hingga akhir walau sesekali sempat kesal, ngambek dan batal latihan.

Semakin dekat malam seni semakin seru. Setiap tempat selesai isya penuh dengan mereka yang latihan. Bisa di aula, ruang makan, kelas masing masing, bahkan lapangan tenis. Penuh, asik melihatnya. Dan akan lebih asik jika ide ceritanya juga asik.

Walau ide cerita jelek, Namun ipa 3 tetap tidak pernah hilang semangat.

Malam yang ditunggu datang. Semua tampil hebat ada yang tiba tiba muncul dari kursi penonton, ada yang muncul dengan sepeda unta, ada yang menjadi nenek tua. Dan drama terbaik jatuh pada teman seleting kami, X1 ipa 1. Ide cerita mereka asik. Putri soraya, fani, chaha dan siti maisarahlah pahlawannya. Saat mereka tampil semua terbahak tertawa, panggung ditutup, sontak tepuk tangan bergemuruh.

Sesaat kemudian kelas kami dipanggil. Banting, bak langit dan bumi. Kami maju tanpa sorak sorai apalagi tepuk tangan. Reputasi kami sudah menjalar kemana mana. Dan sesuai dugaan. Semua hancur. Pemain saja tiba tiba tidak mengerti mana yang jadi doraemon, mana sinchan, mana nene, bo , nobita. Apalagi penonton. Hahahahaha. Sampai selesai pementasan, tetap tidak ada tepuk tangan. Hahahahahahahaha.

Inlah kami. Tapi aku berterima kasih sekali kepada ana, uja, irma yang menjadi sizuka, sidiq yang dengan baju birunya menjadi doraemon, owen yang membuat rambutnya lepek menjadi nobita dan ismi menjadi bo. Kalian pahlawan kami walau tanpa sorak malam ini teman. Kami juara terakhir malam ini. Hahahahaha. dan ipa 1 tetap menjadi juara.

Tapi di lain kesempatan, malam seni selanjutnya, belajar dari kesalahan yang menyakitkan. Kami bangkit dan mendapat juara 2 dari 5 peserta. Anak muda sering kalah dulu sebelum menang bukan. Dan malam itu kami pulang dengan foto bersama terlebih dahulu malam seni pertama yang berakhir damai.

Ah malam seni. Aku selalu merindukannya. Suasanya nya. Acara biasanya selesai pukul 12.00 malam. Tak ada sana sini, teng semua harus kembali ke barak. Disinilah saat saat aku bisa melihat langit yang gelap, di penuhi bintang cemerlang seperti berlian. Berkilau. Apalagi ditambah dengan angin malam sepoi sepoi. Sempurna. Bertahun kemudian setelah aku keluar dari mosa, parodi ini adalah hal yang amat sangat jarang aku saksikan. Apalagi langit malam dari kaki gunung di tengah malam. Ah, aku rindu.

Foto bersama di aula setelah dapat juara 2 dari 5 peserta
Foto bersama di aula setelah dapat juara 2 dari 5 peserta

CYMERA_20150505_142555

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s