jin berwujud nyata

17 januari 2014

jaga malam penyakit dalam. Di minggu ke 5 dipertengahan minggu. Malam ini kami jaga di pdp (penyakit dalam pria). Setelah sekian lama pdp pindah yaitu selama 3 minggu baru kali ini aku punya kesempatan jaga disini. Dan ternyata di luar dugaan. Jaga di sini menyenangkan, selain ya kekurangan yang satu itu yaitu tidak ada hand scoon. Selebihnya, menyenangkan. Folket sedikit, ambil darah sedikit, gp cuma 3 orang, aku check berserak. Asik lah. Apalagi di tambah dengan dokter ppds jaga yang asik, dr peb dan dr sabarina. Lengkap.

Malam itu pasien yang masuk ada 3 orang. Berurutan. Dengan diagnosa chf, ckd, dan psmba. Yang pegang pasien itu fira, winda dan lilis. Karena pasien inilah kami meng gv pasien jam 12 malam. Hahahahaha. Awalnya berharap besar dengan adek leting scara kami kan senior. Tapi apalah daya mereka dapat pasien tiba tiba. Akhirnya tanpa pikir panjang aku dan asma memutuskan men-gv sendiri. Jam 12 malam. Ya allah.

akhirnya shift pembagian tidur dilakukan. Yang mendapat pasien tidur belakangan. Dan dari sinilah cerita ini dimulai. 3 minggu yang lalu kami pindahan ke rumah sakit ini. Begitu masuk ke kamar dm yang dulunya paviliun gerute itu, di papan tulis tertulis “nama pasien juni 2009”.oh hello ini 2013, 5 tahun sudah berlalu dan selama itu pula tempat ini tidak berpenghuni. Tapi apa hendak di kata kami tetap harus mau tidak mau wajib mau tinggal disana sebagai adek koas penyakit dalam tercinta.

dan cerita mengerikan itu datang. Mulai dari mendengar suara derap langkah, telpon yang berdering, suara panggilan yang berseru seru. Hingga semalam. Wujud hantu itu nyata. Semalam winda dan lilis melanjutkan tugas mereka memeriksa lab pasien baru. Tiba tiba ada dua orang manusia yang bergerak masuk ke arah paviliun. Mereka sontak menjerit, sehingga dua orang laki laki itu menjauh.

Untuk sementara mereka pikir kondisi sudah aman, si penerobos sudah pergi.

tapi siapa yang sangka, mereka malah memutar arah ke belakang dan kembali mengintip winda dan lilis melalui jeldela lab yang tak bertirai itu.

kata winda “bayangin aja, ada orang ngintip sambil senyum dengan gigi gingsul bertaring, tengah malam, dengan latar belakang kelabu di tempat yang tak berpenghuni 5 tahun ini”, “aaaaaaaaa, mereka menjerit kencang membangunkan semua yang terjaga.

Termasuk dokter adwin, kak peb dan kak sabar. Tapi akhirnya lagi lagi si penjahat pergi dan seketika tidak kembali lagi.

hingga pagi aku tidak tau apa yang sudah terjadi, jam 3 kami tukaran jaga, aku dan asma bangun. Sepanjang malam kami mondar mondir pavilun – selawah tanpa rasa takut, andaikan aku tau kejadian pukul 1 dini hari itu, aku tidak akan berkeliaran jam 4 pagi mondar mandir selawah dan paviliun gerute dengan gagah berani.

Cerita ini fenomenal. Ditempat yang 5 tahun tak berpenghuni itu kita bisa merasakan ada nya jin dari golongan jin dan manusia. Ya allah. Lindungi kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s