rumah sakit lama

Siang
Siang di rumah sakit lama

9 jan 2014

aku duduk sendiri di kantin rumah sakit sambil menanti martabak masak. Well hari ini hari kamis, hari pertengahan di minggu ini. Minggu ke 4 di penyakit dalam. So far bagian ini masih membigungkan untuk ku karena pasiennyang datang selalu dengan diagnosa lebih dari satu jadi penangannya berbeda dan banyak. Dan tara kami pindah ke rumah sakit lama. Well tempat ini udah 5 tahun tanpa penghuni jadi cerita uka uka udah pasti ada, pasti.

Dan kembali kemari seperti kembali ke zaman dulu. Dengan oksigen tabung yang bisa habis kapan saja dan harus telpon menelpon untuk mendapatkannya, belum lagi ventilasi yang uprit , sumpeknya. Untung satu kamar cuma 3 orang pasien. Ah, westafle juga susah jadi kalau me cuci tangan agak payah, hubungan extra penyakit dalam juga jauh, mau ke radiologi jauh, mau ke lab jauh, mau ke ugd jauh, mau ke pdw lebih jauh lagi. Jadi kalau sesekali ke rumah sakit baru berasa ke kota. Jumpa ruang yang lebar dan bersih dengan angin masuk tanpa penghambat, air westafel yang terbentang sepanjang jalan, oksigen dinding yang siap sedia. Oh realy, ke rumah sakit baru adalah pulang ke kota.

tapi dari itu semua ada satu hal yang aku sukai di tempat baru ini yaitu matahari nya.

kita bisa duduk di segala tempat, berjalan ke segala arah dengan iringan matahari yang menyinari. Posisi bangunan rumah sakit ini seolah tepat di tengah jadi ketika matahari terbit saat menyusuri koridornya kita bisa melihat sinar mentari pagi dari balik atap dan pohon palem tepat di bagian timurnya. Dan ketika siang cahaya matahari menyinari tepat di atas ubun ubun yang membuat warna hijau rerumputan yang terpotong rapi menjadi berkilau. Indah di pandang mata. Dan ketika senja itu datang matahari kembali menularkan hangat dan cahaya jingganya. Kita bisa melihat warna langit mulai meniru pelangi dengan warna berbeda yaitu kuning, biru, ungu, dan putih ditambah hijau dedaunan. Ah indahnya.

jadi dari semua ketidak sempurnaan tadi begitu melihat cahaya matahari yang menerangi aku tidak akan kesal lagi, allah terima kasih. Terima kasih untuk pemandangan alam yang indah ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s