ruang makan

Taraaa. Ini hidup baru bagiku. Setelah perkenalan itu yang aku tau aku akan punya 3 orang teman seiiya sekata sepenanggungan. Walau tetap maya lah panutan ku. Si mata ramah itu. kemana pun dia pergi aku ikut.

Seperti pergi makan. Peraturan makan disini sesuai dengan jam makan bagi orang Indonesia pada umumnya yaitu 3 kali sehari. Pagi pukul 7.00, siang setelah salat zuhur bersama di musala dan malam setelah salat isya di musalla. Sebelum makan pasti bunyi lonceng. “ceng…ceng…ceng”, suara surga yang selalu dinanti bunyinya. Karena sebelum lonceng berbunyi haram hukumnya ke ruang makan.

Jarak ruang makan dengan asrama tidak begitu jauh. Jadi begitu lonceng berbunyi semua bersiap keruang makan. Cukup dengan satu buah sendok makan dan kau akan kenyang. Yap, semua peralatan lain ada disana seperti piring dan gelas. Pergi dengan semua anggota barak dan berbaris rapi sebelum masuk ruang makan. Ada 9 meja disana, yang masing-masing meja ada 9 kursi. Dimasing masing meja sudah ada satu buah mangkuk nasi, 12 piring nasi, 3 piring lauk, 3 piring sayur, dan 3 piring buah, serta 12 gelas air. Asik sekali. Karena masih baru kami bebas memilih meja makan yang kosong.

Aku ikut maya, seperti yang sudah aku katakan. Dan maya ikut teman-temannya. Alhasil inilah teman makan ku di meja makan terpilih untuk tiga tahun kedepan, tempat yang sama dengan teman makan yang sama. Mulai dari yuni, ika, rini, tania, dewi dengan 5 kursi lagi kosong. 3 dari mereka adalah teman se SMP maya dulu. Sebelum makan kami berdoa. Biasanya ada chiefnya.

“assalamualaikum wr.wb. sebelum makan mari berdoa, berdoa dimulai”, begitulah kira-kira jika di english day maka preambulnya dengan bahasa inggris “pray begin”. Dan semua makan dengan lahapnya tanpa boleh ada suara sendok yang tik,,tik,,tikk,, itu. Aku tidak bermasalah dengan makan memakan. Aku omnivora yang tidak mudah jijik dengan semua sehingga dengan menu yang terus berbeda waktu makan adalah waktu yang paling membahagiakan untuk ku.

Ketika makan ada seorang anak yang amat sangat mencuri perhatian. Terkahir aku tau namanya umi. Dia duduk tepat di depan ku. Apa yang membuatnya menarik adalah cara makannya. Dia makan dengan kecepatan tinggi tapi bersih sebersih bersihnya dengan mulut yang tertutup dan tidak bersuara. Dia nyaris tidak berkata sepatah kata pun sampai semua makanan di piringnya habis. Jika kau tidak berselera makan cukup kau lihat dia makan maka semua selera itu pasti akan datang. Semangat sekali dia mengolah makanan itu. terakhir aku tau semua kebiasaan itu sudah ada sejak 3 tahun yang lalu sejak dia di pasatren.

Diruang makan selalu penuh, terutama hari selasa, jumat dan sabtu karena taraaaaa. Di hari itu ada ayam goreng, sambal goreng, dan semangka, atau sabtu pagi karena ada nasi goreng dengan sebutir telur dan segelas teh hangat. Ah, indahnya. Makanya jangan heran 3 tahun disini banyak yang keluar mirip ayam potong.

Setelah makan kami harus mengantri. Mengantri ke tempat cuci, meletakkan sampah makanan kekeranjang sampah lalu menyerahkan piring ke kakak cuci dan mencuci sendok kecil sendiri. Makan selesai dan kami boleh kembali ke kamar masing-masing. Begini selalu dalam tiga tahun kedepan. Aku tersenyum. Ini bagian yang bisa aku terima dengan nyaman.

Sekolah ku dekat dengan pegunungan, langitnya masih indah. Jadi setiap pulang makan aku selalu menyempatkan diri memandang langit, melihat bintang sambil bercerita. Bintang aku sungguh belum terbiasa disini semua baru tapi aku suka saat-saat makan dan saat aku bisa melihat mu. Ah, doakan aku disini ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s