17 juli 2005

Saat itu pagi, pagi sekali. Tapi seisi rumah sudah gaduh mencari penjual koran. Mulai dari ayah, mamak hingga abang. Dan akhirnya koran itu ditemukan.

Ayah langsung membuka halaman belakang koran dan mencari pengumuman kelulusan anaknya masuk SMA. Anak gadis satu-satunya di keluarga yaitu AKU, Mutia Rahmah yang cantik jelita di rumah. SMA yang aku masuki adalah SMA bagus. Itu katanya. Pengumumannya via koran karena calon siswa dan siswinya berasal dari semua kabupaten di Aceh. pagi itu ayah tidak kecewa dengan semua perjuangannya. Karena nomor ujian ku masuk dalam barisan siswa yang lulus, bukan siswa cadangan. Yap, 17 juli 2005 hari sabtu pagi aku dinyatakan lulus masuk SMA Modal Bangsa setelah mengikuti 3 kali seleksi ujian. Ayah bahagia, ibu senang, abang apalagi. Dulu dia juga ingin masuk kesana tapi karena tinggi badannya kurang memadai jalannya berhenti.

Dan aku? Si pemiliki keberuntungan itu? aku hendak lari ke dunia lain dengan membawa seluruh barang yang aku punya. Sungguh aku tidak mau kesekolah itu. sungguh. Ukuran anak ingusan seperti ku dari kampung yang entah berantah ini, mana bisa beradaptasi dengan anak-anak pintar seoantero Aceh. aku ini apalah. Oh tidak, mimpi buruk. Aku mulai memikirkan teman-teman yang jago B. Inggris, mereka yang cepat matematiknya, bisa dengan sekejap mata fisik,  biologi, cakap bicaranya, santun perilakunya dan aku akan tenggelam disana, menyaksikan semua tanpa bisa ikut serta. “tidak, adek tidak mau sekolah disana”, itu kata ku.

Awal mula aku ikut tes hanya coba-coba. Waktu itu pagi. Aku diantar ayah untuk ikut seleksi pertama. Begitu selesai aku langsung yakin aku tidak lulus. Ternyata Allah berkata lain. Nomor ujian ku muncul di koran pagi itu. selanjutnya dengan dorongan kuat dari mamak aku ikut tes tahap dua yaitu tes wawancara dan kesehatan. Setelah ujian dengan girang aku katakan pada ayah “ ayah, adek tidak lulus”, Ayah diam saat itu, “yasudah yang penting sudah usaha”. Itu katanya. Dengan alasan itulah dua hari kemudian aku mendaftarkan diri di SMA di tempat tinggal ku. Ini sekolah yang akan aku tempati 3 tahun kedepan. Itu kata ku.

Tapi sayang sekali lagi Allah mengatakan lain. Karena kejadian pagi ini terjadi, dan sekali lagi angka keberuntungan itu muncul di koran pagi ini. Aku resmi menjadi siswa MODAL BANGSA menjadi anak mosa dan aku menolaknya. “tidak, tidak boleh tidak. Kamu harus sekolah disana”, itu kata mamak.” Dan tidak ada yang bisa membantah kata-kata mamak, ingat itu”, katanya lagi. Oh dunia ku. “tapi adek gak bisa mamak”,aku memelas khusyuk sekali. “dek, lebih baik bodoh diantara orang pintar daripada pintar diantara orang bodoh”, abang menjawab. Jawaban telak yang membuat semua argumen ku runtuh dan mamak semakin mantap dengan keputusannya.

Anak gadisnya harus masuk ke sekolah itu tanpa pengecualian. Seharian aku menangis. Menangis tulus agar semua keputusan itu berubah. Tapi waktu ku untuk berkompromi dengan mamak hanya sebentar karena keesokan harinya, tepat 24 jam kemudian aku harus berangkat ke Banda Aceh karena hari senin sekolah sudah dimulai. Aku gagal memperjuangkan aspirasiku. Ibu tetap pada pendiriannya, abang antusias dengan ku, ayah bungkam dan adik kecil ku belum tau apa-apa.

Yap, keesokan harinya dengan L-300 langganan mamak aku diantar abang ke banda aceh. Aku pergi dengan selaksa perasaan takut bercampur aduk.  Disatu sisi aku marah dan disisi lain aku pasrah amat sangat pasrah. Enam hingga tujuh tahun kemudian aku baru menyadari bahwa sanya, orang tua terutama ibu tidak akan pernah mendurhakai anaknya. Kata-kata mereka yang mungkin awalnya aneh, kejam, menyakitkan pada akhirnya itulah pilihan terbaik bagi anak-anaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s