hujan

Sudah 15 ramadhan ya?? Subhanallah. Waktu? Sekarang kau sudah pintar ya, tak lagi berjalan tapi sudah berlari kencang, aku bahkan tidak sadar ramadhan sudah mencapai setengahnya. Di ramadhan yang ke 15 ini, hujan turun setelah sekian lama dia malas membasahi Banda Aceh. Hujan hari ini awalnya sangat mengejek seolah mempermainkan, sekali datang dan di lain waktu dia pergi. Persis seperti saat kau menggertak seseorang. Tapi, di penghujung ternyata hujan ini benar- benar serius. Turun dengan lebat membabat setiap jengkal tanah tanpa ampun. Hujan?? Itu anugerah! Setidaknya itu bagi ku.

Waktu aku kecil, hujan benar-benar anugerah bagi aku dan sekumpulan anak kampung lainnya aku, siti, eka, iboy, maya, rina (alm), kak ita, kak yana, nur, jupri, wira, lisa,bg asrol, bg tri, kak lena, kak inong,  dll. Ketika langit mulai hitam dan sedikit demi sedikit tetesan hujan turun, kami semua berlari kerumah masing- masing. Lupa bahwa sesaat yang lalu kami sedang asyik-asyiknya mengaduk- mengaduk  tanah. Berlari sekencang mungkin untuk mencapai rumah hanya demi sebuah izin “izin untuk bisa mandi hujan”. Hahahahaha.

Selesai pamitan kami berkumpul lagi walau tanpa janji. Biasanya di sebuah lapangan atau di depan sebuah rumah “gedong” yang sebagian terbakar karena korban perang aceh. Mandi dibawah naungan langit, berlari di tengah lumpur, lincak, basah, kotor, menyusuri satu talang rumah ke rumah yang lain, dari ujung talang yang satu ke yang lain hanya untuk merasakan derasnya air hujan yang tertampung dari talang. “sakit sih, tapi sensari serunya?? Gk da lawan,,,hahaha

Sesekali jika beruntung, ada “sitoek” yang tak terpakai mulailah kami bermain tarik-tarikan, siapa yang peduli. Dan saat hujan lah kesempatan kami bisa berguling2 di jalan tanpa hambatan dan rasanya ketika menyentuh jalan adalah  “hangat”. Tertawa bagai kami pemegang dunia tidak berhenti sampai kami benar2 lelah, bibir sudah mulai biru, badan bergetar, dan nyaris tak berdaya bahkan jika berbicara tak jelas apa suaranya. Namun jika hujan sedang sombong “turunnya hanya sebentar” kami harus ikhlas mandi sebentar saja dan langsung berlari tanpa janji kerumah masing2, begitu sampai rumah, mamak selalu bilang “nyan jak pu deuk baje di likeut, galak that manoe ujen”.hahahaha.  Saat yang paling menyenangkan setelah kedinginan adalah mandi dengan air hangat “ngerecezzzzzzzzzz” dan di tambah dengan sepotong pisang goreng setelahnya,, “nikmat”.

Disisi lain, karena daerah perkampungan kalau hujan terlalu “baik” sehingga turun setiap saat maka kami tak perlu menunggu hujan datang untuk sekedar bisa mandi dengan air berlimpah karena biasanya banjir akan mengucapkan “assalamualaikum” memenuhi parit-parit, kolong-kolong rumah, kadang2 sampai ke jalan raya. Tapi apa hikmahnya?? Yap, kami dapat kolam renang gratis, mau mandi? Tinggal pilih dimana lahan yang pas dan mantap. Hahaha. Biasanya tempat favorit kami di parit besar di depan rumah rina (alm) penuh, dan kadang ada yang selalu memberikan “ban” gratis untk memfasilitasi aneuk mireuk kurang hiburan seperti kami untuk  mandi atau jika ada anak-anak yang lebih besar dari kami, yah,mau bilang apa kami yang aneuk mireuk, anak bawang, anak bau kencur “harus mengalah” hahahaha.

Tapi sekarang aku sudah besar, dan semua kawan2 ku pun sudah besar seiiring dengan berjalannya waktu, kami mulai mengurangi kegiatan menyenangkan dengan hujan maupun dengan sahabtnya hujan “banjir” sekarang kami juga sudah tidak tinggal bersama lagi, berpencar demi masa depan yang lebih baik. Tapi walau aku tak  bisa bermain dengan hujan lagi, aku masih suka memandangi hujan hujan bagi ku “romantis”.

Butiran hujan turun berlahan. Entah dari mana, entah dengan kecepatan berapa yang pasti begitu sampai ke bumi’ butiran  itu membasuh semuanya. Suara, uap yang ditinggalkan, udara setelah hujan, langit setelah hujan. Itu amat sangat romantis.

Hujan. Hujan.Hujan.

Semoga selalu menjadi anugerah. Dan di 15 ramadhan ini hujan turun, awalnya menggertak tapi akhirnya komit untuk membasahi bumi membawa ku kembali kepada kenangan saat aku masih aneuk mireuk (anak-anak).

Hujan,, salam untuk semua sahabat kecil ku,

15/8/2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s