AIR

Air adalah kehidupan setidaknya itu yang aku tahu diumur ku yang sudah dua dasawarsa ini. Pemahaman itupun terus berubah seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman yang aku alami. Dulu ketika aku kecil air bagi ku hanyalah sesuatu yang amat berarti ketika PDAM stop bekerja karena alasan banjir atau tidak ada listrik. Maka saat itu kami akan berbondong-bondong menuju sebuah rumah yang memiliki sumur dan mengangkat air dari sana sampai kerumah kami. Kami disini tentu saja aku, ibu dan abang ku dan semua tetangga yang bernasib sama yaitu terkena wabah PDAM yang mogok kerja. Atau ketika ibu ku kewalahan dengannya maka dia pasti membeli air. Ironis memang air yang tumpah ruah pun terkadang harus dibeli. Tapi itulah adanya.

Selain itu air ketika aku kecil juga berarti hujan lebat yang membuat ku bebas mandi hujan. Asik! Ini poin yang tidak akan pernah aku lupakan sampai aku dewasa. Hujan, air dan mandi. Ketiga hal ini adalah hiburan terindah dimasa kecilku. Bagaimana tidak, ketika hujan datang dengan satu anggukan dari ibu aku bisa bermain dibawah naungan air yang tumpah dari ember raksasa di langit tanpa hambatan. Wow subhanallah. Hanya kau, hujan, dan langit, tanpa orang-orang selain teman mu. Itulah  bermain ditengah hujan. Kalian bisa berlarian ditengah jalan raya, memasuki setiap lorong rumah, berdiri di bawah talang rumah orang, bermain di tanjakan tanah pasir, berlarian sesuka hati. Yah, sebebas itu lah. Hanya kau dan teman-teman saat itu karena semua orang dewasa akan berada di rumah dan semua pengendara kendaraan akan mencari tempat berteduh ketika hujan.

Disisi lain, karena daerah perkampungan kalau hujan terlalu “baik” sehingga turun setiap saat maka kami tak perlu menunggu hujan datang untuk sekedar bisa mandi dengan air berlimpah karena biasanya banjir akan mengucapkan “assalamualaikum”, memenuhi parit-parit, kolong-kolong rumah kadang2 sampai ke jalan raya. Apa hikmahnya?? yap, kami dapat kolam renang gratis, mau mandi? tinggal pilih dimana lahan yang pas dan mantap.hahah. biasanya tempat favorit kami di parit besar di depan rumah teman ku. Penuh dengan anak-anak yang berdesakan dan kadang ada yang selalu memberikan “ban” gratis untk memfasilitasi anak-anak yang kurang hiburan seperti kami.

Ketika aku sedikit bertambah dewasa aku mulai mengetahui bahwa air tidak sesederhana yang aku pikirkan. Saat itu aku sering harus berpergian entah itu ke sekolah, bimbingan belajar, atau sekedar menghadiri acara ulang tahun teman ku. Aku harus tampil bersih dan rapi bukan? Kalau dulu jika tidak ada air aku acuh saja jika pergi tanpa mandi dan hanya foto kopi alias cuci muka dan sikat gigi. Tapi, sekarang aku sudah sedikit besar maka setidaknya saat pergi aku harus dalam keadaan tidak berbau. Maka ketika tidak ada air dan aku harus pergi dengan terlebih dahulu mandi disaat itulah aku menambahkan nilai pentingnya air bersih yang mengalir damai.

Sedikit lagi aku bertambah dewasa ternyata air tidak hanya urusan angkut-angkutan, mandi hujan, kolam berenang gratis, atau mandi pagi dan sore. Ternyata air adalah kehidupan. Saat ini aku sudah hidup menjadi anak kos dan tinggal dengan adik di tanah perantauan. Dia adikku dan aku bertanggung jawab terhadapnya termasuk urusan memasak makanan untuknya. Oh hello, saat air tidak ada aku mulai gundah gulana. Bagaimana tidak, jika air tidak ada maka kegiatan masak-memasak terhenti. Tidak ada air untuk menanak nasi, mencuci ikan, membuat sayur bahkan untuk mencuci piring. Rumah kotor dan perut keroncong. Oh air. Belum lagi masalah cucian yang menumpuk. Tidaaaaak!aku benci kering.

Dan sekarang aku sudah sedikit lebih dewasa. Selama aku menjalani kuliah aku menemukan fakta membuatku lebih tercegang dengan air. Yaitu fakta bahwa hampir 60% dari tubuh kita adalah air. Dengan perincian 40% air itu adalah didalam sel tubuh kita dan 20% di luar sel. Dari 20% ini ada 15% yang berada di antara sel yang satu dengan sel yang lain dan 5% nya lagi berada di dalam pembuluh darah. Hanya 5% darah yang mengalir ditubuh kita dibandingkan dengan 40% lainnya di dalam sel. Tapi , pernah kalian melihat seseorang yang datang ke rumah sakit setelah kecelakaan dan memiliki luka disekujur tubuhnya dengan perdarahan dimana-mana? Jika belum pernah maka datanglah ke rumah sakit.

Tidak lama dari kejadian, korban dengan kondisi demikian pasti akan kehilangan kesadaran mereka. Jika memang tidak ada cedera kepala maka dapat dipastikan mengapa korban kehilangan kesadaran adalah kehilangan banyak darah baik yang terlihat atau tidak terlihat. Dan apa yang pertama sekali dilakukan untuk korban sepeti ini? Sederhana tapi amat sangat membantu. Tindakannya dikenal dengan basic life support. Bantuan hidup dasar! Yaitu meperbaiki jalan nafas, memberi nafas bantuan dan memperbaiki sirkulasi. Itu sederhananya. Nah, dikegiatan memperbaiki sirkulasi ini lah akan dilakukan usaha sekuat tenaga untuk menghentikan perdarahan dan memberikan cairan untuk menggantikan darah yang hilang. Cairan, cairan, dan cairan, baru jika ada darah bisa diberikan darah. Lagi-lagi air bukan? Yap, air yang esensial air bagi kita. Dan mungkin juga karena komposisi itulah kenapa banyak diantara kita yang sanggup menahan lapar tapi tidak untuk menahan haus bukan?

Sekarang aku sedang krisis air bersih bahkan sudah hampir 2 bulan. Airnya hidup pas-papasan bahkan mati sama sekali. Kering! Dan ironisnya ini musim hujan sayang. Kata PDAM ada perbaikan disana-sini. Oh, aku berhenti mengeluh tentang semua dan memikirkan apa arti pentingnya air dalam hidupku dan akan mensyukuri setiap tetesnya. Jadi jika sejak dulu hingga beberapa saat yang lalu air adalah kehidupan bagiku maka sekarang setetes bunyinya pun adalah anugerah teridah yang diberikan Allah untuk kami. Jika aku mendengar bunyi tetesan air, itu seperti mendengar kehidupan yang sedang berjalan. Yap kehidupan. Air yang keluar dari kran dikamar mandi menandakan aku tidak perlu angkat mengangkat, aku bisa mandi, memasak, mencuci piring dan kain, dan yang terpentingg dengan adanya air yang tetap konstan didalam tubuhku maka jantung ini masih tetap berbunyi dan berdetak karena masih ada darah yang harus di pompanya. Dan itu artinya aku hidup dengan sepenuhnya hidup. Yah semoga saja PDAM cepat selesai dan air bersih dapat mengalir dengan deras lagi kerumah kami. Air yang membuat rumah dan penghuni rumah ini lebih hidup lagi.

Aku tidak akan menyia-nyiakan air lagi dan akan mensyukuri setiap tetesnya dan kebersamaan dengannya, akan patuh mematikan keran jika tidak dibutuhkan, tidak sembarang membuang air saat mandi atau memasak, tidak mencemari tanah dengan membuang sampah sembarangan dan akan rajin minum air setiap hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s