selagi muda

Tanggal 16 november 2013. Rencananya hari ini kami anak-anak KKN Tematik mau memberikan penyuluhan untuk anak SD tentang perilaku hidup bersih dan hidup sehat. Malamnya kami sudah menyiapkan semua hal. Mulai dari hadiah hingga slide yang keren.

Tapi apa daya ketika waktunya tiba, ditengah terik matahari Mireuk Lam Reudep, sabtu pagi kami dapat kabar kalau listrik mati. Ah, kami kecewa. Perjuangan kami tak berbalas hari ini. Apa daya kami pulang dan pergi makan rujak di Blang Bintang. Kami itu, Aku, maya, nurlaily, rifki, tomi, ihsan dan mahfud

hari ini hari ke 16 kami di Kampung Mireuk Lam Reudep Kecamatan Baitusalam Aceh Besar kampung ke 3 yang aku punya setelah kampung asli ku di Selimum dan tempat aku besar di Lhok Sukon. Di kampung ini ada 7 mahasiswa dari  berbagai macam fakultas digabungkan untuk memberikan suatu masukan yang berarti bagi kampung sekitar. Seperti yang aku sebutkan, aku, maya dan leli dari kedokteran, mahfud dan iksan dari pertanian, tomi dan rifki dari MIPA. Kalau kata keren dari bapak rektor kami gini, “kegiatan ini untuk menjembatani antara universitas dengan masyarakat, membuat masyarakat lebih maju dengan inovasi universitas dan mahasiswa mempunyai wadah untuk mengembangkan ilmu di masyarakat”. Semacam itulah.

akhirnya sore jam 5 kami melanjutkan membagikan informasi untuk adek adek TPA saja. Awalnya bodoh. Karena ustazahnya semua ikut menonton. Hahahaha. Tapi alhamdulillah selesai dan aman terkendali.

Yang kami sampaikan sederhana sebenarnya hanya membiasakan 8 hal untuk hidup sehat seperti cuci tangan dengan sabun, sikat gigi yang benar, jangan jajan sembarangan hingga buang sampah pada tempatnya. Semua ini agar terhindar dari penyakit yang biasa tapi membunuh misal cacingan, diare dan sakit perut pada anak-anak yang masih rentan.

Respon adek-adeknya beragam. Tapi yang serius itu adek adek yang sudah lebih besar diantara kaumnya. Yaitu anak anak kelas 6 SD, kalau adek adek yang kelas 4 masih iya iya gk, tapi kalau yang masih kelas satu  persis seperti anak ADHD, hiperaktif.

sedang praktek cuci tangan malah sibuk sama laptop. Padahal kami sudah mengcover slidenya full dengan video jadi mereka gak bosan. Tapi apa boleh buat namanya anak anak, video kami ternyata kurang bisa menarik perhatian mereka. Namun,  Adahal lain yang mampu menarik perhatian mereka, yaitu hadiah. Taraaaa.

Jadi setiap yang kami sampaikan kami ulang ulang dan tentu saja mereka harus ingat agar dapat hadiah. Pertanyaanya gampang “siapa yang bisa cuci tangan?, sikat gigi? Berapa hari sekali sikat gigi? Dimana harus buang sampah?” apa 8 hal yang buat hidup bersih?”, dll. Adek adeknya antusias apalagi adek adek kelas 6. Tapi yang kecil gk kalah antusias. Belum di kasih pertanyaan udah pada tunjuk tangan. Misalnya kayak cerita adek kecil ini.

“seminggu berapa kali sikat gigi?”

Semua tunjuk tangan.

“iya, adek yang pakek baju coklat”,

“2 kak” jawabnya. Adek ini kelas 2 SD.

“kapan aja?”

“senin, kamis, jumat”. Jawab si adek

Ricuh,,,, semua ricuh. Hahahahaha

“adek itu waktunya potong kuku bukan waktunya sikat gigi”. Jawab kami. Tapi untuk keberaniannya adek kecil yang gigi ompong itu kami kasih hadiah. Ah anak anak.

Satu lagi cerita lucu. “ayo biasakan makan buah, adek-adek suka makan buah kan?” tanya kami.

‘suka kak”, jawab mereka heboh.

“suka makan buah ap?”

“anggur, apel, melon”, seorang anak dengan suara lantang polos menjawab.

“hahahahahahahah”, ricuh dunia. Kami juga ikut tertawa. Untuk tempat yang masih jauh dari hingar bingar kesibukan, akrab dengan kesederhanaan dan gotong royong seperti ini kami yakin buah semacam it masih jarang disentuh anak-anak.

“kah mangat ureung kaya (kamu enak orang kaya)”,jawab seorang anak laki-laki yang duduk tepat disamping anak tadi.

“sudah-sudah, apapun buah yang dimakan yang penting teratur dan dicuci sebelum dimakan biar gak sakit perut ya”, kami berusaha mendamaikan suasana.

“iya kak”, suasana kembali tenang.

“oh ya, selain buah tadi di kampung ini juga banyak buah yang bisa dimakan kok, coba lihat keluar ada buah mangga, jambu, kedongong, pisang, pepaya, kelapa, sersak, dll. Jadi gk mesti yang aneh-aneh. Yang penting rajin dimakan”, Sambung kami.

Ah anak-anak. Sebegitu tidak biasanya makan buah hingga buah yang ada dipikiran mereka hanya buah yang tergambar di buku cetak sekolah mereka. Si primadona buah di buku anak-anak tak lain tak bukan buah-buah tadi  seperti apel, anggur, melon, semangka, durian dll.

Akhirnya jam 6 acara selesai. Kami foto foto dengan ustazah dan sebagian anak yang tersisa. Karena sebagian dari mereka udah di jemput orang tuanya. Alhamdulillah. Kami selesai untuk satu part. Next anak SD. Gemana ya respon mereka?

Kami pulang dengan Senja sore yang mengantar kami meninggal mireuk lam reudeup, senja yang indah dengan langit bercoret sedikit warna jingga, orange, kuning, biru, dan ungu. Bersama kebahagiaan dan senyum anak-anak tadi. Semoga mereka bisa jauh lebih dari kami kedepannya. Selagi muda ayo berbagi. Semoga esok lusa, kita bisa berbagi lebih banyak lagi untuk anak anak diluar sana.

Anak TPA
Anak TPA, mireuk lam reudep
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s