sare Aceh

“berapa jagung buk”, tanya ku.

“tiga lima ribu dek”, kata ibu penjual jagung.

“kasih 20 ribu ya”,”kalau kacang berapa satu ikat?”

“lima ribu 4 ikat”, kata penjual kacang.

“yaudah, kasih 10 ribu ya”.

“kalau ubi berapa satu kilo?”

“8 ribu”, kata kakak penjual ubi.

“yaudah, kasih satu kilo ya”, kata ku. Inilah transaksi jual beli. Aku selesai dengan belanjaan ku dan membawa sekantung besar berisi berbagai macam jenis buah-buahan.  Jangan mengira aku sedang berwisata ke tempat yang berlimpah buah-buahannya dan sekarang aku sedang membeli oleh-oleh disana. Tidak aku tidak dalam suasana jalan-jalan manis manja. Tapi aku sedang dalam perjalan pulang ke rumah. Menelusuri jalan Banda Aceh-Medan untuk sampai ke Lhoksukon. Dan tepatnya sekarang aku sedang berada di Sare.

Sare itu kota kecil yang terletak di salah satu dari serangkaian Gunung Selawah. Kota nya tidak begitu besar dan penduduknya juga tidak begitu banyak. Dan biasanya pun yang tinggal disana adalah pendatang. Karena letaknya otomatis lebih tinggi dari permukaan laut maka daerah itu termasuk daerah yang punya suhu dingin dan sangat bagus untuk pertanian makanya banyak penduduk disana yang bertani. Produksi mereka juga beraneka ragam mulai dari keripik berbagai macam rupa, olahan ubi berbagai macam aneka, buah-buahan rebus seperti jagung dan kacang rebus sampai semua buah mentah  seperti kacang, jagung, dan ubi. Yap, kota ini “kota kebun” bahasa sederhana ku. Jadi kalau melewati jalan ini pasti banyak yang berhenti untuk membeli buah-buahan atau sekedar oleh oleh. Dan aku termasuk salah satu diantaranya. Air disini juga sejuk. Kalau berkunjung kemari jangan lupa ke kamar mandinya untuk sekedar buang cuci muka ya!

Ibu ku? Tidak jauh berbeda dari ayah. Kalau ayah hobinya menamam di kebun, Ibuku hobinya makan hasil kebun. Jadi, setiap aku pulang kampung bawaan oleh-oleh ku tidak pernah yang aneh-aneh. Selalu dan hampir selalu jagung rebus, kacang rebus, dan ketela putih. Dan itu pesanan ibuku. Ibuku tercinta. Tidak pernah absen! Itulah yang membuat hampir disetiap perjalanan panjang ini aku pasti berhenti di kota ini, kota kebun, Sare. Dan setiap aku turun mobil sampai di rumah, aku tidak jauh beda seperti seseorang yang baru pulang dari kebun besar dengan membawa sekantung hasil perkebunan. Seolah tampak itu hasil Kebun ku sendiri. Hahahahaha.

Dan kali ini. Aku pulang ke loksukon bersama nenek ku. Dia sudah maklum dengan barang bawaan ku. Isi kebun semua. Yah, hanya beberapa hari saja aku bisa dirumah, esok aku akan kembali ke Banda Aceh bersama nenek ku lagi. Dan untuk kesekian  kalinya aku akan kembali menjadi anak kebun. Karena, Oleh-oleh yang akan aku bawa pulang ke Banda Aceh adalah satu kardus rambutan. Hahahaha. Jangan pikir rambutan itu dari hasil kebun sendiri ya. Karena kebun kami baru akan berpanen raya setidaknya 5 tahun lagi. Jadi sekardus rambutan itu adalah hasil beli di pasar.

Pukul 4 sore aku kepasar dan membeli 10 ikat rambutan. Seisi pasar melihat ku aneh. Sampe sampe si kakak jualan  bertanya

“ada maulid dirumah ya dek, rambutannya banyak sekali?”

Aku tersenyum malu ,”iya” jawab ku. Geli rasanya mendengar pertanyaan kakak tadi dan melihat 2 kantung rambutan yang entah bagaimana caranya aku bawa pulang dengan selamat di sore hari ini.

Yah, tapi akhirnya aku berhasil pulang dengan selamat ke rumah, semua rambutan itu sudah aman di dalam kardus. Besok insyallah aku kembali ke banda aceh. Dengan nenek dan sekardus rambutan.

Aku pikir agenda buah ini selesai, cukup dengan 2 kardus rambutan. Tapi ternyata tidak, karena tiba tiba mamak berpesan.

“nanti nong berhenti di Sare ya, beli aja jagung rebus 20 ribu untuk oleh-oleh di kampung nenek”, kata mamak.

“iya”, jawab ku sambil tersenyum simpul.

Aku pulang dengan sekantung jagung rebus, kacang rebus dan ubi dan aku kembali dengan jagung rebus ditambah sekardus rambutan merah. Oh, sungguh aku seperti jurangan kebun besar. Hahahaha. *semoga saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s