OSPEK part II

Siang harinya kami dikumpulkan di musalla. Semua. Semua abang dan kakak juga hadir. Acara selanjutnya adalah muhasabah. Kami didudukan sesuai aturan laki-laki di depan dan perempuan di belakang. Setelah pembukaan dari ketua osis dilanjutkan dengan ceramah dari ustad. Seorang ustad maju kedepan dan memberikan ceramah kepada kami tentang “bagaimana seharusnya masa sekolah itu dihabiskan yaitu … More OSPEK part II

OSPEK part 1

Mos atau bahasa kerennya ospek. Pagi, pukul setengah delapan kami sudah masuk kelas masing-masing. Aku masuk kelas X3. Teman sebangku tetap teman favorit, si mata ramah itu. maya. Dikelas ini ada 31 orang, 12 wanita dan 19  pria. Semuanya asing bagiku. Terakhir setelah kenalan kecil aku tau bahwasanya 4 wanita lainnya tinggal di kamar 9 … More OSPEK part 1

ruang makan

Taraaa. Ini hidup baru bagiku. Setelah perkenalan itu yang aku tau aku akan punya 3 orang teman seiiya sekata sepenanggungan. Walau tetap maya lah panutan ku. Si mata ramah itu. kemana pun dia pergi aku ikut. Seperti pergi makan. Peraturan makan disini sesuai dengan jam makan bagi orang Indonesia pada umumnya yaitu 3 kali sehari. … More ruang makan

masuk asrama

Aku masuk asrama mawar dan tinggal di kamar 8. Kamar paling ujung. Masing-masing asramanya kami sebut barak. Ada beberapa barak disini 4 untuk wanita dan 3 untuk laki-laki. Nama barak wanita adalah mawar, melati, anggrek dan garuda sedang barak laki-laki adalah balam, merpati, bangau,  Setiap barak  terdiri dari 10 kamar dan di setiap kamar ada … More masuk asrama

17 juli 2005

Saat itu pagi, pagi sekali. Tapi seisi rumah sudah gaduh mencari penjual koran. Mulai dari ayah, mamak hingga abang. Dan akhirnya koran itu ditemukan. Ayah langsung membuka halaman belakang koran dan mencari pengumuman kelulusan anaknya masuk SMA. Anak gadis satu-satunya di keluarga yaitu AKU, Mutia Rahmah yang cantik jelita di rumah. SMA yang aku masuki … More 17 juli 2005

aku lega akhirnya

“huft, liburan berakhir”, kata ku dalam hati. saatnya kembali pada rutinitas lagi yaitu menyusun skripsi, bolak balik kampus untuk ketemu dosen pembimbing, keluar masuk perpustakaan, dll. Banda Aceh i’m come back Seperti perjalanan pulang biasa, aku selalu setia naik L-300 “wak talib” . hampir 3 tahun menjadi langganannya membuat ku sangat yakin kalau perjalanan hari … More aku lega akhirnya

hujan

Sudah 15 ramadhan ya?? Subhanallah. Waktu? Sekarang kau sudah pintar ya, tak lagi berjalan tapi sudah berlari kencang, aku bahkan tidak sadar ramadhan sudah mencapai setengahnya. Di ramadhan yang ke 15 ini, hujan turun setelah sekian lama dia malas membasahi Banda Aceh. Hujan hari ini awalnya sangat mengejek seolah mempermainkan, sekali datang dan di lain … More hujan

AIR

Air adalah kehidupan setidaknya itu yang aku tahu diumur ku yang sudah dua dasawarsa ini. Pemahaman itupun terus berubah seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman yang aku alami. Dulu ketika aku kecil air bagi ku hanyalah sesuatu yang amat berarti ketika PDAM stop bekerja karena alasan banjir atau tidak ada listrik. Maka saat itu kami … More AIR

dismenore

Dengan berbekal sebuah kursi, sebuah bantal dan sebuah sarung serta di dukung dengan lampu jalan yang mati aku duduk di antara pepohonan ayah yang mulai rindang, sambil menatap langit malam yang pekat. Pekat, kelam dan hanya di terangi dengan kerlap kerlip bintang. Diatas sana ada ribuan jumlahnya yang tidak sanggup ku hitung. Tersusun acak dan … More dismenore

sare Aceh

“berapa jagung buk”, tanya ku. “tiga lima ribu dek”, kata ibu penjual jagung. “kasih 20 ribu ya”,”kalau kacang berapa satu ikat?” “lima ribu 4 ikat”, kata penjual kacang. “yaudah, kasih 10 ribu ya”. “kalau ubi berapa satu kilo?” “8 ribu”, kata kakak penjual ubi. “yaudah, kasih satu kilo ya”, kata ku. Inilah transaksi jual beli. … More sare Aceh