Make up and make it up (2)

Make up dan aksesorisnya adalah salah satu bagian penting dalam acara pernikahan menurut aku. Ngak usah terlalu glowing, cukup sederhana tapi memesona. Karena moment ini insyaallah cuma sekali, maka memesona dihari H itu harus dipertimbangkan matang matang. Matang kan benar benar konsep memesona di mata pikiran kita. Beda orang beda maunya. Maka pikirkan kemudian pilih.

Waktu memilih perias pengantin dulu, aku mau yang sederhana tapi mampu make it up. Ngak juga kayak barbie hingga bedak ketebalan dan kountur muka hilang tapi ngak juga pucat pasi karena aku orangnya full colours. Makanya aku ubek ubek istagram, tanya sana sini. Setelah melihat hasil mata, bentukan hidung, polesan pipi, bentuk bibir hingga aksesoris kepala maka aku memilih @danimakeover sebagai perias aku. Dan hasilnya alhamdulillah ngak mengecewakan. Si abangnya juga nunggu sampe habis acara. Jadi memudahkan urusan. Lipstik agak mencong gara gara aku lasak ada yang benerin, sunting kepala mereng dia yang lurusin. Jadi, aku ngak panik sendirian.

Nah, selain sama bang dani, untuk yang tinggal di seputaran lhoksemawe dan aceh utara ada beberapa tempat make up lain yang juga kece setelah aku lihat lihat di instagram dan hasil wawancara langsung ke teman teman dan hasil rekomendasi yang punya tenda.

1. @cutlenyriaspengantin2. Duh, hasil makeupnya really make it up. Flawless. Awalnya aku pingin sama cut leni. Tapi udah mesan 3 bulan sebelum tetap aja di hari aku acara kak cut leninya sudah full.

2. @ayirafimakeup. Yang ini kece jugaaa. Walau cuma lihat di ig aja, firasat aku sih bagus. Ngak terlalu glow tapi ngena. Beberapa teman aku juga make up disini.

3. @andilorenmakeup. Tetangga aku nyaranin ke abang ini. Karena setelah dia lihat di banyak acara seantero lhoksemawe, riasan abang ini keren. Kalau lihat di instagramnya sih, boleh lah. Tapi aku tetap suka sama @danimakeover.

4. @ernawatimahmud. Ngak pernah ketemu langsung. Cuma lihat hasil makeup nya di ig dan coment dari kawan yang di makeup langsung sama kakak ini. Hasilnya memuaskan.

5. @sorayaabdul. Aku sih ngak gitu suka sama riasanya. Namanya juga selera. Tapi yang punya pelaminan bilang hasil makeup nya si kakak bagus.

Ada beberapa yang lain. Terkenal di loksemawe bahkan sampe kemana mana. Tapi setelah aku lihat lihat dari ig, aku ngak begitu suka.

Okeeee. Selamat memilih.

Pesan dari aku sih, pelajari juga bentuk muka kita. Jadi bisa bantu si perias untuk me-make it up- wajah kita sebaik mungkin. Misal kalau wajah kita chubby maka bisa bilang ke periasnya agar membuat pipi kita terlihat tirus. Atau kita yang punya bibir kecil yang hilang kalau senyum, bisa di bantu dengan pelebaran. Hihihi. Karena pengalaman aku, waktu sama @danimakeover aku selalu bilang, aku ngak suka kalau terlalu glowing dan buat pipi aku yang chubby ini terlihat sexy dengan sedikit kurus. Dan hasilnya make up itu mampu menyamarkan pipi ini. Hahahahahaha.

Nah. Waktu acara intat dara baro, aku lupaa kasih note ke periasnya untuk membantu menyamarkan bentuk pipi yang menggemaskan ini. Maka hasilnya adalah pipi lari kemana mana. Ditambah dengan model aksesoris kepala yang ngak sesuai sama muka. Maka sempurna aku gendut. But its oke! Karena suami bilang “ngak tembem. Cantik!” , maka sisanya aku tutup mata dan berfokus dengan kata “cantik” dari suami tercinta. Itu kesalahan aku. Semoga tidak terulang. Jadi, pelajari bentuk wajah dan diskusikan dengan perias.

Cantik itu ngak harus glowing tapi harus sesuai selera kita. Hihihihi. Make up and make it up.

Advertisements

Empat Bulan

Yeeeee! Alhamdulillah bayi Q udah 4 bulan.

Jadi anak solehah ya neuk bunda.

Makin hari makin menggemaskan

1. Masih addict sama mimik bundanya. Ngak mau minum asi dari dot, sendok, atau pipet.

2. Kalau nangis punya irama beda beda antara nangis haus, ngantuk, bosan, sakit, kesal, dan ngak nyaman.

3. Makin sering ngoceh aya, kaka, nge nge, meng mong.

4. Tau bau bundanya. Jadi kalau tidur ngak boleh jauh jauh dari bunda. Sebentar aja kita keluar langsung “hek hek hek”.

5. Paling geli kalau di cium di leher dan telinga.

6. Senyum kalau sama orang yang dia kenal.

7. Paling senang curhat sama ayahnya.

8. Paling senang main sama bundanya.

9. Kalau malam dia ngak bakalan tidur kalau bundanya belum tidur.

10. Selalu on jam setengah 6 pagi. Bangunin ayah bunda salat.

11. Masih belajar guling dan tegakin kepala

12. Semua benda masuk ke dalam mulut.

13. Kalau mimik maunya semua perhatian ke dia. Ngak boleh kita ngomong, main hp, dll. Harus perhatiin dia. Entah itu pegang tangannya, elus elus kepala, peganga kakinya.

Dan lain lain

Ah. Anak solehah bunda. Sehat sehat, cerdas, kuat, baik hati, dan baik budi neuk ya.

*anak anak grow up so fast. Jadi sengaja nulis sebanyak mungkin tentang dia. Sebelum lupa.

Alhamdulillah 4 bulan. Di foto shoot sama bunda
Sometimes what i need is only you bunda. Bukan mainan. Only you.
Selesai mandi dan mau jalan jalan. Eh ayah malah kerja, yaudah aku pakai baju tidur dan bando terus duduk santai di depan rumah aja

Turun Tanah

Aqila selama 40 hari ngak ke mana mana. Dirumah aja ya neuk. Bundanya juga lagi madeung “masa setelah lahiran hingga 40 hari”.

No acara turun tanah karena satu dan banyak hal.

Nah di hari ke 40 aqila kami bawa ke mesjid raya Baiturrahman. Akhirnya aqila Untuk pertama kali ngerasain rasanya tanah selain rumah itu di mesjid raya. 

“Dengan bismillah dan salawat nabi, semoga kemanapun pergi aqila selalu akan pulang ke rumah Allah, ke mesjid ya nak.”

Usia 110 hari nya aqila balik lagi ke mesjid raya ya neuk.
Kalau sesekali bunda ajak lamaan di mesjid raya, aqila harus tetap gini ya. Anteng aja. Menikmati suasa syahdu mesjid raya sambil mengenang masa turun tanah dan mempersiapkan masa depan

Nanti insyaallah kalau aqila udah besar dikit lagi, bisa tenang lebih lama kalau di bawa jalan jalan, kita bakalan sering kemari ya. Ikut pengajian. 
Alhamdulillah cuma sekian langkah dari rumah.
“jangan lupa beli aqila jelbab ya bun”, kata ayahnya .

“oke”, bunda akan searching. Hihihihi.

Solehah ya anak bunda.

Senyum!

Di awal awal kehidupan, bayi itu cuma bisa ngelihat sekitar 20 cm dan masih hitam putih.  Dua puluh centi itu sejarak kita kasih asi ke dia. Sisanya buram.

Bayi juga lebih banyak tidurnya. Bisa sampe 3-4 jam sekali tidur. Jadi eye kontak kita ke dia juga minim.

Terasa sama aqilanya. Dia tidur sebentar sebentar dengan frekuensi tidur lama sampe bundanya kangen.

Belum lagi karena jarak penglihatannya masih sempit, walau disenyumin, diajak bicara dll, dia masih no respon.

Tapi kayak matahari terbit, berlahan lahan dia mulai berespon dengan benda yang kita lewatin di depan dia. Aku ngak bosan bosan beri rangsangan benda kesekitar dia. Awalnya sedetik tapi lama kelamaan jadi makin lama aja dia ikutin benda bergerak. Alhamdulillah.

Tapi no expresi. Keep calm aja dan tetap dengan bahasa andalan kalau ada yang salah yaitu menangis.

Hingga sampai di suatu siang saat rumah sepi. Setelah lelah aku jejal dia dengan benda aneka rupa dan lelah bibir ini bercerita akhirnya bibir kecil itu tersungging.

Ya, Allah aqila tersenyum pertama kali. (kalau tidak salah ingat umurnya waktu itu dua bulan). Akhirnya aqila punya expresi lain selain expresi saat dia cranky.

Subhanaallah. Allah luar biasa.

Malamnya dia senyum lagi. Ngak sama bundanya aja tapi juga sama ayahnya. Dan untuk senyum terindah pertamanya si ayah sampe menangis

“neuk, ayah terharu”, katanya.

“cie di senyumin anak kok nangis”.

Tapi, really untuk si qurrata ‘ayun bunda you must know senyum kamu itu bahagiain kami banget sampe pingin nangis.

“qila, waktu hamil salah satu momen paling bunda tunggu adalah tendangan dari kamu. Kamu akhirnya nendang pertama waktu 23 minggu. Saat bunda lagi kerja. Rasanya kayak ikan yang berenang  lewat dan bunda kelewat senang waktu itu. Setelah lahir semua hal baru yang kamu bisa jadi hal paling menyenangkan bunda, apalagi senyum itu”. Terima kasih ya Allah, terima kasih qila.

Hidup setelahnya jadi lebih mudah dan berwarna. Aqila mulai Bagus eye contac nya. Dia akan perhatiin kita kalau di ajak ngomong, malah kadang mengoceh saat di ajak bicara, kadang kadang dia balas senyuman, bibir yang di majuin dan sisanya masih tetap nangis. Hahahahaha.

” sehat terus ya nak. Jadi anak solehah, hafizah, cerdas, baik hatinya ya sayang, amin”.

                                Aqila tanpa expresi
              Senyum aqila yang mencuri dunia ayahnya
Senyum aqila untuk kakek. Senyum yang susah payah kakek usahain. Hihihi. Mungkin karena jarang lihat kakeknya, jadi dia susah diajakin senyum. Memang sampe sekarang aqila agak susah senyum ke orang yang jarang dia lihat. “neuk jangan ikut bunda ya sayang”.
Senyum terbaik aqila. ” selalu senyum ya nak. Ingat petuah ayah ” senyum itu sedekah” (aqila 3.5 bulan)

Bunda dan ayah sayang aqila

Pejuang Asi part 1

Begitu aqila lahir, ya Allah perasaannya euforia alias senang berlebihan. Berasa punya energi besar padahal baru selesai operasi dan masih dalam efek obat bius alis mati rasa.

Sejak hamil aku sangat pro asi. Udah niat 100% untuk kasih asi seesklusif mungkin untuk baby ku. Tapi apa daya, kadang hidup punya drama yang ngak pernah kita duga.

Jadi begitu aqila lahir dan pingin nyusu, faktanya malah :
1. No Asi. Setetes pun. Pasahal udah niat mau ngasih asi  setinggi langit. Jadi, begitu ada tamu datang yang kebetulan teman atau teman nya abang dan udah pengalaman pasti aku mintain tolong pijat biar asi keluar. Big thanks untuk mereka kayak kak itok, kak irin, una, momo, kak caya, mak pida, dll. Bahkan udah diurut sama bibik urut yang berpengalaman masalah ginian tapi tetap aja asi baru keluar di hari ke 5.
2. Flat nipple. Memang sih katanya bentuk puting itu ngak nentuin bayi bisa ngisap atau ngak karena dia bakalan ngisap di areola bukan di puting. Tapi untuk aqila dia butuh puting untuk memulai isapan.

Nah, dengan bentuk puting yang flat gini, begitu aqila mau memulai isapan eh putingnya malah hilang. Puting aja ngak dapat konon lagi areola. Karena udah coba beberapa kali dan dia ngak dapat ngisap, aktifitas ini malah berujung tangis aku dan dia.

Dia jelas nangis karena lelah nyoba dan ngak dapat apa apa. Isap ngak tau mau ngisap apa, mau rasa asi juga tak ada, aku nangis karena sedih lihat dia ngak dapat asi dan sejuta pertanyaan lain. “bisa ngak ya urus aqila kalau gini cerita nya? Dia bakalan sehat ngak ya sama aku? Asinya kenapa ngak keluar? Kapan keluar? Terus aqila ngak bakalan dehidrasi kalau gini? @*/”$:?# dan sejuta pertanyaan lain yang makin dia nangis kalau hisap makin banyak muncul.
Kok sebegininya pas aku jadi ibu ibu ya? Dulu waktu mamak lahiran adik aku yang terakhir biasa aja. Jenguk teman lahiran juga fine fine aja. Lihat ibi ibu melahirkan waktu koas juga oke oke aja. Lah, kenapa pas di aku udah gini ya? Sedih yang ngak tau bilang.
Tiga hari tiga malam aku ngak bisa tidur. Euforia itu berganti jadi kabut yang aku sendiri ngak tau harus gemana. No preparation dikit pun untuk hal ini.
3. Akhirnya dapat sufor. Hari kedua dokter anak (DSA) visite dan nanyak ke aku
” udah keluar asi?”
” belum dok”
” udah dapat apa baby nya?”
” ngak ada dok”, ( kami tetap dengan teori kalau baby bisa bertahan sampe 72 jam di hari hari pertamanya.
” mau asi esklusif?, maaf ya dek, kalau lebih dari 24 jam asi ngak keluar, saya ngak saranin asi esklusif karena ntar bayinya mudah kuning, demam dan dehidrasi”.
Woooooow! Aku goyang segoyang goyangnya. Pingin guling guling sendiri. Dilema dan suami ngak ada disitu waktu itu. Mamaaaaaaaaaaaaak i need you.
Jadi begitu suami pulang aku kembali nangis bombay. “beli susu aja, kasian aqila”, dengan air mata mengalir.
“tapi dek……@$”!/#?*/”
“ngak mau adek, sayang aqila”
“okeeee”
Yah, akhirnya aqila dapat sufor yang sebelumnya udah icip asi teman alias mak pida karena awalnya mikir mungkin dia ngak mau ngisap karena ngak pinter isap. Tapi ternyata begitu dapat asi mak pida, lahap nya ya Allah. Anak aku lapar! Thats the fact. Dan akhirnya dia dapat sufor.
Sedih sesedih sedihnya lihat dia di kasihin dot. Awalnya memang gak mau pakek dot tapi susah pakek media lain. Kok senegini nya ya. Tapi alhamdulillah dia ngak sampe kuning. Normal sih kuning sama bayi pada kadar bilirubin tertentu, tapi sebagai orang tua aku ngak tega lihat anak sakit.
4. Pejuang asi. Its not really easy but its work! Alhamdulillah di hari kelima asi keluar! Yeeee yeee yeee. No sufor anymore untuk aqila. Harus harus harus minum asi kita ya nak! Bunda udah niat banget.
But nipple jadi masalah lagi. Aqila pas nyoba ngisap dan ngak ketemu ketemu sama puting berujung lagi dan lagi nangis.
Huuuft. Akhirnya aku pompa asi. Tiap 2-3 jam. Its easy? No menurut aku. Karena dua sampe tiga jam itu cuma sebentar. Kebetulan aqila juga bangun tidur sekitaran itu. Jadi selesai pompa setengah jam, aku tidur bentar atau makan. Terus aqila udah nangis jadi kasih asi tadi yang masih dikit dan karena udah kebiasaan dapat sufor yang banyak. Jadi terpaksa campur. Begitu aqila mulai tidur eh jadwal pompa udah masuk lagi. Oh no! Aku makin menangis bombay.

Its hard!
Sore itu akhirnya telpon saudara abang. Kak caya! Dan ini sangat membantu aku.
” ngak apa apa. Kakak kemaren tu si samir kan udah kena sufor hampir sebulan karena kakak mastitis jadi dia bingung puting. Akhirnya satu hari kakak tegain ngak kasih apa apa untuk dia. Tiap nangis kasih asi langsung, nangis lagi kasih asi langsung sampe dia ketiduran dan kakak juga ketiduran. Begitu sampe dua hari. Hingga akhirnya di hari ke dua kareba udah lapar kali akhirnya dia mau isap juga. Oh ya jangan lupa ajak bicara. Bilang sama dia kalau ini susu aqila itu cuma susu sapi. Bilang terus gitu. Anak anak ngerti kok”, kata kak caya. Jadi semangat lagi buat asi.
“yok bang, kita coba buat gini besok. No sufor untuk aqila ya. Dia harus asi!”
Suami ngangguk takdim. Sini abang peluk. “makasih ya sayang”, katanya.
Semalaman kami menyugesti aqila. Ajak dia ngomong kalau makanan paling enak dan paling esklusif ya cuma sama bundanya. No other!

Dan besok pagi nya mungkin karena sering pompa jadi putingnya mulai muncul, jadi aku yakin aqila pasti bisa.
Begitu nyoba, memang sempat bingung sebentar tapi akhirnya, hap! Yeeee dia dapat. Dia ngisap, kuat dan lama. Alhamdulillah ya Allah. Pingin nangis tapi Senang tiada tara.

-Rasanya melayang ke udara-

Oh aqila sayang, makasih ya neuk. Sehat sehat terus anak bunda ya. Jadi anak soleh ya sayang. We always love you
Menurut aku, asi itu penting banget! Tapi sometimes its not easy. Tapi walaupun demikian apapun cerita pasti bisa. Kita harus yakin kita bisa. Karena makanan terbaik untuk bayi kita tetap asi dari kita.
Untuk ibu pejuang asi diluar sana, jangan menyerah! Sometimes it hard but it work!

Untuk para bunda, tante, nenek, kakek yang udah dukung aqila untuk nyusu, makasih banyak ya. Salam sayang dari aqila.
-ayah bunda aqila, banda aceh 26 okt 2017-

We Love You

Tanggal 9 september 2017, Allah menitipkan bayi kecil Setelah 39 minggu menanti untuk kami.

Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih untuk titipan yang indah ini. Semoga bisa kami jaga.

Allah memberikan Bayi perempuan yang akhirnya sah we call aqila.

Pilihan nama terbaik menurut kami diantara sekian banyak pilihan namam. Kelak semoga menjadi wanita yang penuh akal, cerdas dan bijaksana.

Kami sandingkan aqila dengan rumaisha yang merupakan nama salah satu sahabiah rasul yang awal memeluk islam. Ia juga berarti mendamaikan.

Ada doa kami disana nak. Ya, Agar aqila bisa menjadi wanita yang tidak hanya berakal, cerdik dan bijaksana tapi bisa menjadi pendamai dimanapun berada.

“berakal, berilmu dan beramal” itu motto kami untuk mu nak. Dan semoga kita bisa menjadi soleh bersama. Menjadi bagian keluarga yang bersama menapaki jalan menuju surga. Amin

Untuk aqila sayang bunda, we love you more than you know.

Nostalgia di pantai ujong blang

Pantai ujong blang. Udah lama ngak berkunjung kemari padahal waktu kecil bisa sebulan dua kali.

Bisa untuk mandi laut atau sekedar makan rujak. Point utamanya tetap jalan jalan sama keluarga.
Pantai ujong blang ini letaknya melewati empat desa yaitu desa ujong blang, ulee jalan, hagu barat laut dan hagu tengah kecamatan banda sakti. Jadi sisiran pantainya panjang.

Sebenarnya kalau dilihat lihat lhoksemawe sendiri berasal dari kata lhok yang berarti dalam dan seumawe yang berarti berputar atau pusaran mata air. Makanya kota ini dikelilingi air atau laut.

Suami pernah bilang kalau seandainya jembatan masuk yang dari arah selat malaka dan jembatan keluar yang di cunda putus mungkin akses ke kota lhoksemawe bakalan susah karena sudah terpisah dengan sungai dan laut.

Jadi kalau ujong blang dijadiin salah satu ikon kota lhoksemawe selain pabrik pabrik itu aku rasa ngak ada salahnya. Hihihihi.
Pantai ini kalau dari pusat kota lhoksemawe sekitar 3 km. Waktu tempuh sekitar 15 menit. Bisa di capai dengan semua alat transportasi darat.

Karena dekat dengan pusat kota dan aksesnya pun mudah maka pantai ini ngak pernah sepi dari pengujung. Selalu rameeeeee.
Seingat aku sedari dari dulu tempat ini sudah menjadi tempat wisata. Tapi baru benar benar diresmikan sejak tahun 2012.
Tapi sayangnya karena begitu banyak pertumbuhan industri dan penambahan lahan pemukiman maka ekosistem disini banyak rusak. Katanya hampir 150 meter pesisir pantai hilang karena abrasi dan banyak pohon pohon kelapa di pesisir yang juga hilang karena kejadian ini. Makanya sekarang luas pantainya mulai mengecil dan wooooow gersang habis disana.

Padahal seingat aku dulu pinggiran pantainya bisa dijadiin tempat main bola dan banyak pohon pohon kelapa untuk berteduh. Setelah tsunami baru di bangun tanggul di tepi pantai untuk mengurangi abrasi ini.
Tapi walaupun demikian pantai ujong blang masih tetap jadi destinasi wisata favorit di lhoksemawe. Karena selain mudah diakses karena dekat kota lhoksemawe kita juga bisa kemari dengan semua alat transportasi darat apapun. Hihihihi.

Selain itu juga ada banyak jambo dengan atap rumbia yang akan menawarkan rujak buah dengan manisan, ikan bakar, indomie rebus dan jajanan lain.

Favorit buk ros alias almarhum mamak adalah rujak. Kalau aku kecil sukanya kuah rujak yang aku cocol dengan kerupuk udang. Rasanya nendang.

Sisanya jelas, laut selalu punya candunya sendiri untuk memanggil kita mandiiiii laut.
Kalau mau sewa ban, pelampung atau sekarang malah kalau mau naik banana boat juga ada. Tapi jangan lupa pake sunblock extra karena panas nya juga extra.

Kalau dulu sih masih aman. Disana masih teduh dan aku masih kecik untuk sadar kalau perlu pakai sunblock.
Time flies. Orang rumah mulai jarang kesana karena ada masa dimana pantainya jorok tingkat dewa dengan sampah dan aku keikutan absen dari ujong blang.

Tapi hari ini ada orang jauh yang minta di bawa jalan jalan. Padahal bukan orang jauh jauh kali dan dia udah pernah kemari tapi tetap request untuk dibawa main kemari. Namanya bang audi termanis manja.
Taraaaaaaa. Ini yang tertangkap kamera. Niat mau mandi tapi apa daya its toooo hot! Yaudah kami makan rujak tanpa kerupuk dan foto foto. Kebetulan ada salah satu jambo yang mulai kekinian dengan menambah ornamen lope lope dengan warna mencolok kalau disanding dengan langit, laut dan pasir.

img20161217142848-01
Kami duduk di jambo dengan deretan kursi panjang. *Pandang yang lama ya karena makin di pandang makin memesona adeknya
img20161217153156-01
ini ornamen pantai yang bikin lebih aduhai.
img20161217143159-01
Rujak buah yang bikir ngiler. Coba cocol dengan kerupuk udang warna kuning. Iiih, ngiler
img20161217152840-01
Selalu gemez lihat perpaduan langit, laut, pasir dan aku. Alhamdulillah ya Allah. Its so amazing.
img20161217153332-01
Ini aku pada mu bang. “i love you”
img20161217152458-02
its tooo hot. Berasa lagi bejemur di pantai
img20161217152952-01
terima kasih abang manis manja adek, selalu sedia untuk jepret dan cariin pose kece untuk adeknya.♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

img20161217152935

Laut bagiku selalu punya candu. Selalu memanggil untuk datang apalagi kalau bersih dan nyaman.

Spesial untuk ujong blang selain semua itu bagi ku, banyak kenangan tentang masa kecil dan tentang ibuk ros disana. Mom i love u. I miss you sooo much. Allah titip rindu ini untuknya.

Untuk suami tersayang selamat ulang tahun. Kapan kapan kita main main lagi yaaaaa.
Semoga pantai ujong blang selalu bersih dari sampah, akan ditanami pohon pohon lagi, diperbaharui dengan sedikit sentuhan arsitek. Lebih kece lagi ah. Amin.

Menanam Melon

Ayah punya hobi menanam. Semua jenis tumbuhan di tanam. Mulai dari yang masa hidup singkat seperti gambas, kacang panjang maupun yang masa hidup lama seperti mangga, jambu biji, jeruk bali, dll.

Pulang kerja ayah selalu menyempatkan diri ke pekarangan kecil yang kami sebut kebun ayah. Mencabut ilalang atau sekedar memeriksa tanamannya, apakah selamat dari gigitan kambing atau tidak.

Sangking hobi bertanam, ayah suka mengoleksi biji bijian, menanamnya lalu lupa apa yang ditanam.

Suatu hari tumbuh di pekarangan pohon yang secara penampakan mirip semangka. Ketika kami tanya ke ayah, ayah malah lupa. Sekeluarga kami yakin itu semangka hingga suatu hari dia berbuah dan ternyata adalah melon.

screenshot_2016-12-06-18-03-23-15
Semangka ayah yang ternyata melon.

Beberapa bulan lalu juga kejadian sama. Tumbuh pohon mirip pohon semangka. Semua yakin itu semangka hingga suatu siang buahnya pecah di pohon dan ternyata itu timun suri. Hahahahahaha.

Sisanya semua tanaman ayah berhasil.

Dari kebiasaan melihat ayah menanam inilah aku jadi pingin ikutan juga.

Pesan ayah waktu itu cuma satu, kalau mau tanam biji bijian maka keringkan dulu bijinya baru di tanam.

Nah kemarin kebetulan aku beli melon dan terinspirasi dari ayah aku pun bertekat mau menanam melon ini.

Awalnya berniat mengeringkan eh malah makin lembab bijinya karena aku letakin di dekat talang air. Dan ternyata tumbuh juga. Berlahan tumbub akar halus panjang lalu tumbuh daun kecil mirip kecambah. Gemees lihatnya.

Besoknya aku tanam semua di dalam pot bekas bunga. Aku tanam sejajar dengan jarak yang sama. Lalu aku siram dan berdoa semoga tumbuh.

Lets us wait. Semoga tumbuh dan berbuah ya. Amiiin.

 

Tips berbelanja di pasar

Kemampuan belanja aku ngak ada apa apanya. Tapi ngak apa di bagi dikit aja ya.

Oke. Aku biasanya belanja di pasar tradisional untuk kebutuhan dapur seperti cabe, bawang, sayur, tempe, ikan dll. Lebih banyak pilihan dan bisa nawar.

Dulu waktu masih kosan, aku selalu mikir untuk belanja barang barang gitu dikit dikit aja. Misalnya kalau beli cabe cukup 2 ons aja, kalau beli bawang juga gitu. Bertahan seminggu. Mungkin karena masaknya juga ngak tiap hari.

Kebiasaan ini kebawa sampe aku nikah. Tapi karena nafsu masak aku makin besar, sering dengan jumlah segitu,belum seminggu stok udah habis. Mau ngak mau aku harus beli 1 ons lagi untuk masak beberapa hari sampe jadwal ke pasar datang. *aku malas ke pasar sendiri, jadi harus sabar nunggu suami libur baru ke pasar. Yang biasanya baru bisa seminggu sekali.

Karena keseringan beli barang barang itu dalam jumlah sedikit, aku udah tau semana banyak cabe kalau 2 ons itu, berapa banyak bawang kalau dua ons, berapa banyak daun sop kalau cuma dua ribu. Udah ada fell nya kalau kata orang tua.

Tapi setelah aku lihat kondisi rumah, ngak bisa kalau gini terus. Akhirnya aku kepasar dan beli barang dapur dalam jumlah yang lebih banyak.

Kalau biasanya aku beli 2 ons kali ini aku beli semunya item jadi setengah kilogram aja terus. Cabe, bawang, cabe rawit, bawang putih semuanya setengah kilogram. Dan hasilnya adalah jumlah setengah kilogram itu bisa kayak 2 ons kali 3. Meruah.

Gitu juga dengan beli daun sop. Kalau aku bilang ” bang, daun sop 2 ribu ya “. Palingan 4  batang dapatnya.  Tapi kalau gini

” bang sekilo berapa daun sop?”

” 6 ribu”

“kasih 2.5 ons ya “. You know? aku malah dapat sepuluh ikat daun sop. Padahal 2,5 ons itu sama dengan 2000 rupiah. Hahahahaha.

Waktu itu juga beli kemiri. “bang kemiri 2 ribu aja ”

Cuma 12 butir. 3 -4 x masak udah habis. Akhirnya kemarin aku tnya berapa sekilonya kemiri?

“24 ribu, seons nya 3000”

Aku ragu minta se ons, palingan di tambah 4 butir. “Tapi yaudah seons aja lah bang”

And what i get? Setengah plastik kemiri yang jumlahnya 50 butir. Hahahahaha. Harus benar benar simpannya biar gk kering ne.

Tapi ya gitu. Ketika rupiah dan satuan berat sangat jauh berbeda.

Jadi dari yang aku pelajari gitu.  KALAU BELI BARANG DI PASAR LEBIH BAIK NYEBUTIN SATUAN BERATNYA DARI PADA NYEBUTIN RUPIAHNYA. Seons lebih baik dari pada 2 ribu. Oke! Hihihihi

Begitu pulang aku mulai pusing nyimpannya. Setelah searching ketemu sih tapi ngak tau bekerja atau ngak tipsnya. Minggu depan kita lihat. Okeeeee.

Oh ya, sebaiknya cari penjual yang punya dagangan dalam jumlah banyak. Lebih murah pasti. Uiaaaah. Mamak mamak banget.

Selamat berbelanja. 5 desember 2016

img20161026085505
Sauasana pasar peunayong di pagi hari. Semua jenis adaaa. Hati hati kalap mata.

Tempat benang dari kardus

Masih dari kardus karena memang bermanfaat.

Aku punya beberapa alat menjahit dan merajut seperti benang, jarum rajut, jarum jahit, manik manik, renda, pita, dll yang sering amburadul. Dan ngak ada salah nya kita buat kotak cantik untuk simpan semua disatu tempat.

What you need :

1. Kardus Bekas

2. Kertas kado jumlahnya 2

3. Lem  fox

Udah itu aja.

Kebetulan aku punya kardus bekas bika ambon yang ada tutupnya jadi gampang. Ngak perlu repot buat tutup lagi.

Cara nya

1. Kayak biasa. Kita ukur panjang karton lalu di beri lem.

2. Tempelkan kertas kado diatasnya.

3. Potong kardus sesuai lebar karton untuk di jadiin partisi. Lalu lem.

4. Selesai.

img20161125194646
Box dari kardus
img20161125194720
Ini bagian kesukaan yaitu di dalam. Senang aja lihat dalamnyaaa.
img20161125194700
tampak samping

Selamat mencoba!